Surabaya, ZonaJatim – Digitalisasi UMKM Kampung Pegirian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Melalui pemanfaatan media sosial dan berbagai platform digital, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya promosi yang lebih efisien.
Transformasi digital kini telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat menjalankan usaha. Aktivitas pemasaran, transaksi, hingga komunikasi dengan pelanggan semakin banyak dilakukan secara digital. Kondisi tersebut membuat Digitalisasi UMKM Kampung Pegirian menjadi kebutuhan agar para pelaku usaha tidak tertinggal dalam persaingan pasar.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki sekitar 65 juta lebih UMKM yang berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Sementara itu, laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam studi ekonomi digital Asia Tenggara menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia terus meningkat seiring semakin luasnya penggunaan internet dan perdagangan elektronik. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi UMKM untuk mengembangkan pasar melalui platform digital.
Kampung Pegirian sendiri memiliki banyak pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor usaha. Keberagaman produk yang dimiliki menjadi potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat. Namun, potensi tersebut akan sulit berkembang secara maksimal apabila pelaku usaha belum mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi maupun pemasaran.

Dalam kegiatan penyuluhan yang digelar Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Kampung Pegirian, Siti Romlah menegaskan bahwa digitalisasi merupakan solusi untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
“Digitalisasi UMKM merupakan solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya, pelaku usaha dapat mempromosikan produk kepada lebih banyak konsumen tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Selain itu, pemasaran digital juga memungkinkan usaha kecil bersaing dengan usaha yang lebih besar,” ujar Siti Romlah saat melakukan kegiatan penyuluhan di Kampung Pegirian.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemasaran digital, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengembangkan usaha. Mereka dibekali cara membuat konten promosi yang menarik, teknik mengambil foto produk yang lebih profesional, hingga strategi memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun komunikasi dengan pelanggan.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat citra usaha di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Dengan pemasaran yang tepat, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen di luar wilayahnya.
Meski demikian, keberhasilan Digitalisasi UMKM Kampung Pegirian tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi. Faktor sumber daya manusia tetap menjadi penentu utama. Pelaku usaha dituntut memiliki kemauan untuk terus belajar, mengikuti perkembangan teknologi, dan mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin digital.
Romlah optimistis, jika proses digitalisasi dilakukan secara berkelanjutan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas.
“Saya optimis bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal di masa mendatang,” jelas Romlah.
Ke depan, Digitalisasi UMKM Kampung Pegirian diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya pelaku usaha yang lebih inovatif, adaptif, dan mampu bersaing di pasar digital. Dengan kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan berbagai pihak terkait, transformasi digital dapat menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.












