Surabaya, ZonaJatim – Pemeriksaan Jentik Nyamuk Jemur Wonosari menjadi salah satu langkah nyata yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) untuk mendukung pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan tersebut berlangsung di RW 08, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, dengan melibatkan kader kesehatan, mahasiswa, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan warga terhadap penyebaran nyamuk Aedes aegypti, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Kegiatan diawali dengan apel koordinasi yang dipimpin oleh Aswar Sobirin dari Puskesmas Jemur Wonosari. Apel diikuti kader KSH yang bertugas di RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 08, bersama mahasiswa KKN UINSA sebelum diterjunkan ke wilayah masing-masing.
Usai apel, peserta dibagi sesuai area tugas. Mahasiswa KKN UINSA bergabung bersama tim KSH di RT 03 RW 08 untuk melaksanakan Pemeriksaan Jentik Nyamuk Jemur Wonosari secara langsung dari rumah ke rumah.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa berbagai tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk, mulai dari bak mandi, ember, vas bunga, hingga wadah penampungan air lainnya. Selain melakukan pemeriksaan, mahasiswa dan kader juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan rutin melakukan PSN sebagai langkah pencegahan DBD.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena selain membantu mendeteksi keberadaan jentik nyamuk sejak dini, warga juga memperoleh pemahaman mengenai cara sederhana mencegah penyebaran penyakit yang dapat dilakukan dari lingkungan rumah masing-masing.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan prinsip 3M Plus—menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta berbagai upaya pencegahan tambahan—masih menjadi strategi paling efektif untuk menekan perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa pengendalian vektor dan pengurangan tempat berkembang biaknya nyamuk merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko penularan demam berdarah.
Melalui Pemeriksaan Jentik Nyamuk Jemur Wonosari, mahasiswa KKN UINSA berharap sinergi dengan Kader Surabaya Hebat dapat terus berlanjut selama masa pengabdian di wilayah tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dinilai menjadi modal penting dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan permukiman.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, kegiatan Pemeriksaan Jentik Nyamuk Jemur Wonosari diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga untuk rutin memantau tempat penampungan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan bersama-sama mencegah penyebaran demam berdarah. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten diyakini dapat memberikan dampak besar dalam melindungi kesehatan masyarakat.












