Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
Home News Malang

Peringatan Hari Tari Sedunia di Polowijen, Spirit “Njowo” Hidupkan Tradisi Topeng Malang

Rofi Nur Hayati by Rofi Nur Hayati
April 30, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di Polowijen
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatAppQRCode

MALANG, ZonaJatim – Peringatan Hari Tari Sedunia di Polowijen Kota Malang menjadi panggung ekspresi budaya yang sarat makna pada Rabu, 29 April 2026.

RELATED POSTS

Lengkap! Jadwal Karnaval Malang Agustus 2026, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Resmi! SDIT Bina Karakter Luhur Kota Batu Diresmikan, Wali Kota Nurochman Tegaskan Pentingnya Pendidikan Karakter

Gastronomi Kota Batu Makin Kuat, Wali Kota Nurochman Optimistis Raih Predikat Kota Kreatif Indonesia

Momentum Hari Tari Sedunia ini dimanfaatkan para pelaku seni untuk menampilkan ragam tarian tradisional sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal yang kian berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Budaya Polowijen tersebut mengusung tema “Kampung Budaya Polowijen Njowo”. Acara yang berlangsung di Pawon Kampung Budaya Polowijen ini tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal seni tari tradisional, khususnya topeng Malang.

ADVERTISEMENT

Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang, menegaskan bahwa nilai “Njowo” menjadi fondasi utama dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut berkaitan dengan kesadaran akan jati diri dan pemahaman hidup yang selaras dengan nilai-nilai budaya Jawa.

“Makna ‘Njowo’ (atau njawani) secara mendalam bermakna sadar, paham, dan mengerti akan jati diri serta hakikat hidup. Ungkapan ini merujuk pada perilaku yang berbudi pekerti luhur, beretika, bijaksana, dan selaras dengan alam serta sesama manusia (memiliki tata krama),” ujarnya.

Menurutnya, filosofi tersebut sejalan dengan nilai yang terkandung dalam tari topeng, khususnya Tari Topeng Grebeg Jowo yang menjadi fokus pembelajaran tahun ini.

Sebanyak 25 penari atau catrik turut ambil bagian dalam pergelaran tersebut. Mereka menampilkan berbagai tarian tradisional, seperti Tari Beskalan Putri Malang, Tari Sekarsari, dan Tari Beksan Malang untuk kategori tari putri. Sementara itu, Tari Ragil Kuning yang menjadi ciri khas Kampung Budaya Polowijen tampil sebagai penutup acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

Dominasi Tari Topeng Malang semakin memperkuat nuansa tradisi dalam peringatan ini. Penonton disuguhkan beragam tarian seperti Tari Topeng Grebeg Sabrang dan Grebeg Jowo, Tari Topeng Bapang, Tari Topeng Gunungsari, hingga Tari Topeng Patih Kembar. Selain itu, pertunjukan juga diramaikan dengan Tari Dolan Jaran, Tari Bujang Ganong, dan Tari Gandrung Salam Kerong.

Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Mamik Dwi Purwaningsih, penyiar senior Saluran Budaya Pro 4 RRI Malang. Ia menilai Kampung Budaya Polowijen memiliki kekhasan sebagai ruang pelestarian tari tradisional dan topeng di Malang.

Menurutnya, keberadaan sanggar seperti ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, terutama dengan melibatkan anak-anak dalam seni pertunjukan.

Ia juga berharap peringatan Hari Tari Sedunia di masa mendatang dapat difasilitasi pemerintah dalam skala lebih luas. Dengan demikian, berbagai sanggar tari dapat tampil bersama dalam satu panggung, baik secara kolaboratif maupun bergantian, sehingga memperkuat ekosistem seni sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya.

Selain itu, keterlibatan perguruan tinggi dinilai dapat mendorong pengembangan seni tari yang lebih luas dan kreatif. Sebagai kota pendidikan, Malang memiliki potensi menghadirkan pertunjukan tari dari berbagai daerah bahkan mancanegara, seiring keberagaman latar belakang mahasiswa yang ada.

Tags: hari tari seduniakampung budaya polowijenpolowijen
ShareTweetSendScan
Rofi Nur Hayati

Rofi Nur Hayati

Lulusan jurusan pendidikan guru yang suka menulis seputar dunia pendidikan, sekolah, kampus, dan informasi terkini lainnya

Related Posts

jadwal karnaval malang
News

Lengkap! Jadwal Karnaval Malang Agustus 2026, Catat Lokasi dan Tanggalnya

August 3, 2026
SDIT Bina Karakter Luhur Kota Batu
News

Resmi! SDIT Bina Karakter Luhur Kota Batu Diresmikan, Wali Kota Nurochman Tegaskan Pentingnya Pendidikan Karakter

August 3, 2026
Gastronomi
News

Gastronomi Kota Batu Makin Kuat, Wali Kota Nurochman Optimistis Raih Predikat Kota Kreatif Indonesia

August 3, 2026
Penutupan Bendungan Lahor resmi dibatalkan kemarin (1/8/2026).
Ekonomi

Penutupan Bendungan Lahor Resmi Batal! PJT 1 Berikan 2 Aturan Baru Pasca Aksi Protes Warga

August 2, 2026
Pemutihan Pajak Jatim 2026
News

Kabar Baik! Pemutihan Pajak Jatim 2026 Berlaku Mulai Hari Ini, Cek Semua Fasilitas dan Ketentuannya

August 1, 2026
Kekeringan di Desa Trenggulunan
News

Hadapi Kekeringan di Desa Trenggulunan, KKN-TK 10 UNIGORO Gandeng BPBD Gelar Sosialisasi Mitigasi

August 1, 2026
Next Post
Tim futsal SMPN 1 Sidoarjo

Tampil Konsisten! Tim Futsal SMPN 1 Sidoarjo Raih Runner-Up SMATARDA CUP 2026

Tim bulutangkis MA An-Nur Bululawang

Tampil Gemilang, Tim Bulutangkis MA An-Nur Bululawang Sabet 4 Medali di O2SN Kabupaten Malang 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

KKN-TK Kelompok 17 Unigoro

Wujudkan Eco-Collaborative Village, KKN-TK Kelompok 17 Unigoro 2026 Resmi Mengabdi di Desa Napis

July 18, 2026
kepemilikan bangunan milik sendiri di jawa timur

10 Wilayah dengan Status Kepemilikan Bangunan Milik Sendiri Terendah di Jawa Timur 2025: Kota Surabaya Paling Rendah

April 21, 2026
Mahasiswa KKN UNUGIRI

Bangun Kebersamaan, Mahasiswa KKN UNUGIRI Gagas Rutinan Rothibul Haddad Selapan Pisan Bersama Warga Desa Beji

August 1, 2026

Popular Stories

  • Rayon SPMB Kota Malang

    Daftar Lengkap Rayon SPMB Kota Malang Jalur Domisili SMA 2025 Berdasarkan Kelurahan dan Sekolah Tujuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Rayon di SPMB 2025? Panduan Lengkap Jalur Domisili di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gema Selawat di Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim Sidoarjo, Rajut Cinta dan Kedamaian Lewat Seni Al-Banjari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengusung Pakis Green Action, Mahasiswa UPN Veteran Jatim Resmi Memulai Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Pakis Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KKN-TK Kelompok 14 Unigoro Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Bareng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Zona Jatim

© 2026 .

Zona Jatim Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Artikel

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga

© 2026 .