Malang, ZonaJatim – Santri Baru Ponpes An Nur 2 memulai perjalanan pendidikan di Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengikuti registrasi perdana di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo“, Ahad (5/7). Ribuan calon santri bersama orang tua memadati kompleks pesantren sejak pagi untuk menyelesaikan proses administrasi sekaligus mengikuti rangkaian penyambutan sebelum resmi menempuh pendidikan di lingkungan pondok.
Antusiasme para wali santri terlihat sejak registrasi dibuka sekitar pukul 08.15 WIB. Meski dihadiri ribuan peserta, seluruh proses berlangsung tertib berkat pengaturan alur pelayanan yang telah dipersiapkan panitia di berbagai titik.
Proses registrasi menjadi tahapan awal yang wajib dilalui sebelum para Santri Baru Ponpes An Nur 2 menempati kamar dan memulai aktivitas belajar. Panitia membagi pelayanan secara bertahap agar seluruh peserta dapat mengikuti setiap proses dengan nyaman dan efisien.
Panitia informasi, Ustaz Muhammad Khubi Anwarul Maulana, S.F.U., menjelaskan bahwa calon santri terlebih dahulu menyelesaikan administrasi di kantor pusat sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
“Pertama, calon santri menuju area kantor untuk melunasi administrasi. Setelah itu mereka mengambil kartu kamar dan perlengkapan santri, kemudian berziarah ke makam KH. Muhammad Badruddin Anwar. Selanjutnya, mereka sowan kepada Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., sebelum diantar menuju kamar masing-masih oleh panitia,” jelas Ustaz Khubi.
Di balik kelancaran registrasi, suasana haru juga menyelimuti halaman pesantren. Sejumlah orang tua tampak memeluk putra-putrinya sebelum berpamitan kembali ke rumah. Ada yang menitikkan air mata, sementara lainnya memilih tersenyum sambil memberikan doa dan nasihat agar anak-anak mereka tetap istiqamah dalam menuntut ilmu.
Keikhlasan Jadi Bekal Awal Santri Baru Ponpes An Nur 2
Dalam sambutannya di Pendopo Albadari, Pengasuh Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., menekankan pentingnya keikhlasan sebagai fondasi utama dalam proses menuntut ilmu. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kesungguhan santri, tetapi juga dukungan dan ketulusan hati dari orang tua.
Beliau mengutip kisah Nabi Musa AS sebagai teladan tentang keikhlasan orang tua dalam menyerahkan anak kepada jalan yang diridai Allah SWT.
“Para wali santri harus ikhlas melepas anaknya, sama seperti halnya ketika ibu Nabi Musa mengikhlaskan putranya dihanyutkan demi ketakwaan kepada Allah Swt.,” ujar beliau.
Ia menambahkan bahwa keikhlasan orang tua akan menjadi doa yang terus menyertai perjalanan putra-putrinya selama menimba ilmu di pesantren.
Usai menyelesaikan proses administrasi, para Santri Baru Ponpes An Nur 2 melaksanakan ziarah ke makam KH. Muhammad Badruddin Anwar sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri pesantren sekaligus mengenal sejarah perjuangan pondok. Setelah itu, mereka bersilaturahmi atau sowan kepada pengasuh sebelum diarahkan menuju kamar masing-masing.
Registrasi Santri Baru Ponpes An Nur Berjalan Lancar
Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB), Ustaz Fahmi Hidayatullah, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan jauh hari agar proses registrasi hari pertama dapat berlangsung tanpa hambatan.
“Alhamdulillah, seluruh proses registrasi hari pertama berjalan lancar. Panitia telah membagi pelayanan di setiap titik agar para wali santri maupun santri baru dapat mengikuti setiap tahapan dengan tertib dan nyaman,” ujar Ustaz Fahmi Hidayatullah.
Ia berharap para Santri Baru Ponpes An Nur 2 dapat segera beradaptasi dengan kehidupan di pesantren, mematuhi seluruh peraturan, serta mengikuti setiap kegiatan selama masa awal pembelajaran.
Harapan serupa juga disampaikan pihak pengasuhan. Mereka menegaskan bahwa kehidupan di pesantren tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan akhlak mulia.
“Semoga para santri baru segera kerasan, dimudahkan dalam proses mencari ilmu, diberikan kelancaran dalam mengikuti seluruh kegiatan, serta memperoleh keberkahan selama mondok. Harapan besar kami mereka menjadi generasi santri yang mampu mengembangkan ilmu, menjaga akhlak, serta mengharumkan nama Pondok Pesantren Wisata An-Nur II ‘Al-Murtadlo’,” ungkap perwakilan pengasuhan.
Registrasi perdana ini menjadi penanda dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Dengan dukungan orang tua, kesiapan panitia, dan semangat para Santri Baru Ponpes An Nur 2, pesantren berharap proses pendidikan tahun ini mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta memberikan kontribusi positif bagi agama dan masyarakat.











