SAMPANG, ZonaJatim – Deretan prestasi FLS3N 2026 MA Nurudz Dholam Sampang berhasil mencuri perhatian setelah para siswanya mampu bersaing dan meraih juara di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sampang. Kompetisi yang berlangsung pada 29–30 April 2026 ini diikuti oleh berbagai sekolah, termasuk SMA dan SMK unggulan di Kabupaten Sampang.
Dalam ajang bergengsi ini, siswa kelas XI mendominasi perolehan prestasi. Sahrul berhasil meraih juara 3 pada lomba kriya, sementara Laudia Uswatun Hasanah juga menyabet juara 3 di cabang menulis cerpen.
Prestasi juga ditorehkan Elivia Naila Rahmadania yang meraih juara 3 di bidang jurnalistik. Sementara itu, Waldi Syatir tampil lebih unggul dengan meraih juara 2 di cabang fotografi.
Tak hanya itu, capaian membanggakan juga datang dari Lisa Umami, siswi kelas X yang sukses meraih juara 1 lomba monolog. Atas prestasinya tersebut, ia akan mewakili Kabupaten Sampang ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
Wakil Kepala Kurikulum MA Nurudz Dholam, Moh Fitroh, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi hal istimewa mengingat FLS3N merupakan ajang yang umumnya diikuti oleh siswa SMA dan SMK.
“Sangat bersyukur, kami dari MA menang di lingkupnya Kemendikbud seperti FLS3N yang rata-rata pesertanya SMA SMK. Jadi sangat bersyukur sekali siswa kami mampu bersaing di ajang bergengsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah mengikutkan siswa dalam sembilan cabang lomba, baik yang digelar secara luring maupun daring. Untuk lomba luring meliputi monolog, baca puisi, dan kriya, sedangkan cabang daring meliputi menulis cerpen, jurnalistik, fotografi, film, hingga cipta puisi.
Persiapan yang dilakukan pun terbilang singkat. Menurutnya, informasi lomba diperoleh secara mandiri melalui media sosial, sehingga waktu latihan hanya sekitar satu minggu. Meski begitu, semangat siswa dan pendampingan intensif dari guru menjadi kunci keberhasilan.
“Sebelumnya lomba ini kami mencari info sendiri, jadi kami dapat informasi di Instagram lalu kami persiapan cuma sekitar 1 minggu, akhirnya kami mencoba dan ternyata lolos berkas. Bahkan sampai malam juga sama siswa-siswa,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa persaingan di tingkat Kabupaten Sampang cukup ketat karena diikuti oleh sekolah-sekolah unggulan. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi untuk menampilkan yang terbaik.
Sebagai bentuk dukungan, sekolah menyediakan pendampingan khusus sesuai kategori lomba. Selain itu, MA Nurudz Dholam juga membentuk komunitas berdasarkan minat siswa agar bakat mereka dapat berkembang secara optimal.
Sementara itu, Lisa Umami mengaku tidak menyangka bisa meraih juara 1 dalam lomba monolog. Ia menyebut perasaannya campur aduk antara bahagia dan haru.
“Yang pastinya saya sangat sangat senang kak karna itu adalah suatu kebanggaan bagi saya, tapi rasanya juga campur aduk kak antara senang, terharu dan tidak menyangka,” ungkapnya.
Menariknya, Lisa mengaku awalnya tidak memiliki minat di bidang monolog. Namun, dorongan dari para guru membuatnya mulai menekuni bidang tersebut.
“Awalnya saya memang tidak punya minat di monolog kak tapi karna dorongan dari guru-guru hebat di sekolah tumbuhlah minat itu,” katanya.
Ia juga menceritakan ketatnya persaingan saat lomba berlangsung. Rasa kurang percaya diri sempat muncul karena kualitas peserta yang tinggi, namun dukungan dari berbagai pihak membantunya melewati tantangan tersebut.
“Tentunya persaingannya sangat menegangkan kak, bahkan saat itu saya sempat tidak PD karna memang pesertanya itu hebat-hebat kak, namun berkat dorongan dan support dari guru, teman-teman dan orang tua Alhamdulillah saya bisa melewati itu,” tambahnya.
Peran guru, menurut Lisa, menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Ia mengapresiasi dedikasi para pembimbing yang tetap mendampingi dalam berbagai kondisi.
“Tentunya saya sangat dibimbing oleh guru-guru saya, beliau tidak menghiraukan walaupun sedang tidak enak badan, siang, malam, panas, hujan atau sedang sibuk sekalipun beliau tetap mendampingi dan membimbing saya. Beliau lah yang berperan paling besar atas kesuksesan saya sekarang ini,” tuturnya.
MA Nurudz Dholam yang berlokasi di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, sebelumnya juga telah mencatatkan berbagai prestasi membanggakan sepanjang 2025. Di antaranya juara 2 pencak silat solo kreatif pada HITA Festival, serta sejumlah gelar di kejuaraan pencak silat tingkat Jawa Timur.
Selain itu, sekolah ini juga meraih juara 1 PORSENI kategori cipta dan baca puisi, juara 4 KSM Kimia tingkat kabupaten, hingga juara 1 FLS3N kategori baca puisi 2025. Berbagai prestasi di bidang olahraga dan seni turut memperkuat reputasi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang aktif mengembangkan potensi siswa.
Ke depan, MA Nurudz Dholam terus berkomitmen untuk mewadahi minat dan bakat siswa melalui berbagai ajang kompetisi. Dalam waktu dekat, siswa juga akan mengikuti O2SN, OSN, hingga Porseni sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan.

Sebagai informasi, saat ini MA Nurudz Dholam juga tengah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Pendaftaran jalur prestasi dibuka pada 1–20 Mei 2026, sedangkan jalur reguler berlangsung pada 21 Mei hingga 8 Juni 2026. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman lynk.id/mand_kreatif, dengan informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor 081958967639.










