MALANG, ZonaJatim – Program pengembangan bahasa Arab dan Inggris di Kelas Idaman X & XI SMA An-Nur tahun ajaran 2025–2026 memasuki babak akhir. Sebagai bentuk penguatan kemampuan berbahasa siswa, pengurus Kelas Idaman bersama EAC (English & Arabic Community) menggelar kegiatan “Fun English & Arabic with Native Speaker” pada Kamis, 30 April 2026 dengan tema “Berani Berbahasa Berani Mendunia”. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda unggulan yang selalu dinantikan para siswa setiap semesternya.
Pada semester ini, program pengembangan bahasa mengalami sistem rolling. Bahasa Inggris difokuskan untuk siswa putra, sedangkan bahasa Arab diperuntukkan bagi siswa putri. Sistem tersebut berbeda dengan semester sebelumnya yang menerapkan kebalikannya.
Melalui pola tersebut, pihak Pengurus Kelas Idaman berharap seluruh siswa mampu mengembangkan kemampuan bahasa asing secara seimbang dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menghadirkan empat native speaker dari berbagai negara. Untuk program bahasa Inggris hadir Rahimallah Barai asal Afghanistan dan Wais Alreeishi asal Libya. Sementara program bahasa Arab menghadirkan Baligh Belal Yahya Mohammed Al-Hajj asal Yaman dan Ahmad Naweed asal Afghanistan.
Kepala Program Kelas Idaman SMA An-Nur, Irsyadul Ibad, menyampaikan bahwa kegiatan native speaker merupakan agenda rutin setiap semester dalam program pengembangan bahasa Arab dan Inggris di Kelas Idaman. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana aplikatif bagi siswa untuk mempraktikkan keterampilan berbicara yang selama ini dipelajari di kelas.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Para native speaker yang hadir tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga memberikan motivasi kepada siswa agar berani berbicara tanpa takut salah dalam pengucapan maupun tata bahasa.
“Jadilah diri sendiri dan jangan malu untuk mencoba,” menjadi pesan utama yang terus disampaikan kepada para siswa.
Suasana kegiatan yang santai dan komunikatif membuat siswa merasa lebih nyaman dalam belajar bahasa asing. Pembawaan native speaker yang ramah dinilai mampu menghapus anggapan bahwa bahasa Arab dan Inggris adalah bahasa yang kaku dan sulit digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa pun diberikan kebebasan untuk mengekspresikan diri menggunakan dua bahasa tersebut tanpa rasa takut ataupun minder.
Irsyadul Ibad juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan frekuensi yang lebih banyak. Menurutnya, hal terpenting bukan hanya kemampuan teori, tetapi bagaimana siswa mampu mengembangkan kompetensi komunikasi mereka secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Pengembangan Bahasa Arab dan Inggris, Rudi Alfian Silalahi, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini hadir dengan konsep berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika biasanya dilaksanakan secara umum dan sederhana, kali ini kegiatan dikemas lebih interaktif di dalam ruangan melalui dua sesi utama, yakni seminar bersama native speaker dan talkshow yang dipandu oleh tutor program bahasa Kelas Idaman.

Pada sesi seminar, para native speaker mengangkat tema “Representing the Country” dengan memperkenalkan negara asal mereka kepada siswa. Mereka menjelaskan berbagai hal menarik mulai dari destinasi wisata, tokoh terkenal, budaya pendidikan, hingga kebiasaan belajar di negara masing-masing. Selain itu, para siswa juga dikenalkan pada berbagai jenis makanan khas, kondisi iklim, serta budaya masyarakat dari negara asal native speaker tersebut.
Kegiatan semakin menarik saat memasuki sesi tanya jawab. Setiap siswa diwajibkan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada native speaker menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa Inggris.
Melalui sesi ini, seluruh siswa mendapatkan kesempatan untuk tampil, melatih keberanian, sekaligus membangun rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
Salah satu siswa Kelas Idaman X.3, Reyhan Maulan Raditya, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. Ia merasa termotivasi setelah mendengar pesan dari native speaker bahwa kunci sukses menguasai bahasa Inggris adalah berani berbicara setiap hari tanpa takut salah.
Hal serupa juga disampaikan oleh siswi Kelas X.16, Nabila Amirah Sakhi, yang merasa senang dapat berdialog langsung dengan native speaker serta memperoleh banyak wawasan baru tentang budaya, makanan, dan tips belajar bahasa asing melalui lagu, film, dan buku. Mereka berharap kegiatan native speaker di SMA An-Nur dapat terus dilaksanakan dengan konsep yang semakin menarik di masa mendatang.




