Zona Jatim
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
Home Properti

Daftar 10 Kabupaten dengan Akses Air Minum Layak Terendah di Jawa Timur 2025: Lamongan Paling Rendah

admin by admin
2 hours ago
Reading Time: 4 mins read
0
Kabupaten dengan Akses Air Minum Layak Terendah
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatAppQRCode

ZonaJatim.net – Akses air minum layak di Jawa Timur tahun 2025 masih menunjukkan ketimpangan antarwilayah, khususnya di tingkat kabupaten.

RELATED POSTS

Partisipasi Capai 99,5 Persen, TKA SD Jawa Timur 2026 Diikuti 408 Ribu Peserta

10 Wilayah dengan Status Kepemilikan Bangunan Milik Sendiri Terendah di Jawa Timur 2025: Kota Surabaya Paling Rendah

10 Trik Interior untuk Rumah Tipe 36 Agar Terasa Luas dan Mewah

Daftar 10 kabupaten dengan akses air minum layak terendah pada 2025 memperlihatkan bahwa faktor geografis, keterbatasan infrastruktur, hingga kondisi lingkungan menjadi penyebab utama belum meratanya layanan air bersih.

Berdasarkan data publikasi Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2026 (Tabel 4.3.9), masih terdapat sejumlah kabupaten yang mencatatkan persentase akses air minum layak di bawah rata-rata. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber air yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Daftar 10 Kabupaten dengan Akses Air Minum Layak Terendah

Berikut adalah daftar 10 kabupaten dengan akses air minum layak terendah di Jawa Timur tahun 2025 yang menjadi perhatian dalam penyediaan layanan air bersih.

1. Kabupaten Lamongan — 86,48 persen

Kabupaten Lamongan menjadi wilayah dengan akses air minum layak terendah di Jawa Timur, yakni hanya 86,48 persen. Artinya, lebih dari 13 persen rumah tangga masih menggunakan sumber air yang tidak layak.

Wilayah pesisir utara (pantura) seperti Paciran, Brondong, dan Solokuro menghadapi masalah intrusi air laut yang menyebabkan air tanah menjadi payau. Kondisi ini membuat sumur tidak dapat diandalkan sebagai sumber air minum. Di sisi lain, jaringan distribusi air bersih belum menjangkau seluruh wilayah, sehingga masyarakat harus membeli air atau menggunakan sumber alternatif yang berisiko.

2. Kabupaten Pacitan — 86,55 persen

Kabupaten Pacitan berada di posisi kedua dengan 86,55 persen. Meski mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini masih menghadapi tantangan besar. Karakteristik geografis berupa kawasan karst membuat air sulit tersimpan di dalam tanah.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Saat musim kemarau, banyak desa mengalami kekeringan dan bergantung pada distribusi air tangki. Sumber air seperti tadah hujan dan mata air alami yang belum terlindungi masih menjadi andalan masyarakat.

3. Kabupaten Trenggalek — 86,65 persen

Kabupaten Trenggalek mencatat angka 86,65 persen. Sama seperti Pacitan, wilayah ini memiliki banyak kawasan karst yang menyulitkan pembangunan sumber air permanen.

Daerah seperti Panggul dan Munjungan kerap mengalami keterbatasan air bersih, terutama saat musim kemarau panjang. Infrastruktur air bersih yang belum merata memperparah kondisi tersebut.

4. Kabupaten Bangkalan — 95,48 persen

Kabupaten Bangkalan di Pulau Madura mencatatkan akses sebesar 95,48 persen. Namun, angka ini justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena wilayah pesisir Bangkalan rentan terhadap intrusi air laut yang menurunkan kualitas air tanah. Selain itu, faktor musim kemarau juga dapat memengaruhi ketersediaan air bersih.

5. Kabupaten Situbondo — 95,16 persen

Kabupaten Situbondo memiliki akses air minum layak sebesar 95,16 persen. Wilayah pesisir yang panjang membuat beberapa daerah mengalami kesulitan air bersih, terutama saat kemarau.

Sungai yang mengering dan keterbatasan jaringan distribusi menjadi kendala utama dalam pemenuhan kebutuhan air minum layak.

6. Kabupaten Gresik — 95,76 persen

Kabupaten Gresik mencatatkan angka 95,76 persen. Meski dikenal sebagai kawasan industri yang berbatasan dengan Kota Surabaya, beberapa wilayah pesisir utara seperti Ujungpangkah dan Panceng masih menghadapi persoalan air payau. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan industri belum sepenuhnya diimbangi dengan pemerataan infrastruktur air bersih.

7. Kabupaten Sampang — 96,87 persen

Kabupaten Sampang menunjukkan peningkatan cukup signifikan hingga mencapai 96,87 persen. Perbaikan infrastruktur air bersih mulai berdampak positif, meski masih ada sebagian kecil masyarakat yang belum terlayani. Tantangan utama tetap berasal dari kondisi geografis dan keterbatasan distribusi.

8. Kabupaten Bojonegoro — 98,10 persen

Kabupaten Bojonegoro mencatatkan akses sebesar 98,10 persen. Sebagai daerah penghasil minyak dan gas, Bojonegoro memiliki potensi pendanaan yang besar. Namun, wilayah selatan yang berbukit masih menghadapi kendala distribusi air bersih, sehingga belum seluruh masyarakat menikmati akses yang sama.

9. Kabupaten Tuban — 99,32 persen

Kabupaten Tuban mencatatkan angka tinggi sebesar 99,32 persen. Meski demikian, beberapa wilayah pesisir masih memerlukan perhatian, terutama terkait kualitas air tanah. Infrastruktur yang relatif baik membuat Tuban lebih unggul dibanding wilayah pantura lainnya.

10. Kabupaten Sumenep — 99,26 persen

Kabupaten Sumenep menutup daftar dengan 99,26 persen. Sebagai wilayah kepulauan, Sumenep memiliki tantangan unik dalam distribusi air bersih, terutama di pulau-pulau kecil. Masyarakat di wilayah terpencil masih mengandalkan air hujan dan sumber lokal yang rentan terhadap perubahan musim.

Faktor Penyebab Rendahnya Akses Air Minum Layak

Tiga kabupaten dengan akses terendah—Lamongan, Pacitan, dan Trenggalek—memiliki kesamaan dalam hal kondisi geografis yang menantang. Lamongan menghadapi intrusi air laut di wilayah pesisir, sementara Pacitan dan Trenggalek didominasi kawasan karst yang sulit menyimpan air tanah.

Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan langkah strategis seperti pembangunan jaringan perpipaan yang lebih luas, pemanfaatan teknologi pengolahan air seperti reverse osmosis, serta perlindungan sumber air alami. Selain itu, pembangunan embung dan penampungan air hujan juga menjadi solusi penting di wilayah rawan kekeringan.

Ketimpangan akses air minum layak di Jawa Timur tahun 2025 masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. Meskipun sebagian wilayah telah mencapai hampir 100 persen, masih ada kabupaten yang tertinggal jauh di bawah angka tersebut.

Upaya pemerataan infrastruktur air bersih perlu dipercepat agar seluruh masyarakat dapat menikmati hak dasar atas air minum yang aman dan layak. Tanpa intervensi yang tepat, kesenjangan ini berpotensi terus berlanjut dan memengaruhi kualitas hidup masyarakat di wilayah terdampak.

Tags: akses air minumjawa timur dalam angka
ShareTweetSendScan
admin

admin

Related Posts

TKA SD Jawa Timur 2026
News

Partisipasi Capai 99,5 Persen, TKA SD Jawa Timur 2026 Diikuti 408 Ribu Peserta

April 21, 2026
kepemilikan bangunan milik sendiri di jawa timur
Properti

10 Wilayah dengan Status Kepemilikan Bangunan Milik Sendiri Terendah di Jawa Timur 2025: Kota Surabaya Paling Rendah

April 20, 2026
Rumah Tipe 36 Agar Terasa Luas
Arsitektur dan Interior

10 Trik Interior untuk Rumah Tipe 36 Agar Terasa Luas dan Mewah

April 20, 2026
Desain Dapur Minimalis
Arsitektur dan Interior

Perbandingan Desain Dapur Minimalis: Konsep Terbuka vs Dapur Kotor

April 20, 2026
Tren Warna Cat 2026
Arsitektur dan Interior

8 Pilihan Tren Warna Cat 2026, Warna Earth Tones Masih Jadi Favorit

April 20, 2026
Interior Gaya Japandi
Arsitektur dan Interior

Mengenal Interior Gaya Japandi: Perpaduan Estetika Timur dan Barat yang Abadi

April 20, 2026
Next Post
TKA SD Jawa Timur 2026

Partisipasi Capai 99,5 Persen, TKA SD Jawa Timur 2026 Diikuti 408 Ribu Peserta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Lomba Desa Terbaik dalam Perlindungan Pekerja Migran

Desa Bringinan Ponorogo Masuk 5 Besar Lomba Desa Terbaik dalam Perlindungan Pekerja Migran 2025

June 16, 2025
Seleksi CASN dan PPPK 2025

Seleksi CASN dan PPPK 2025 Ditiadakan, Pemerintah Fokus Selesaikan Rekrutmen Tahun Lalu

June 1, 2025
kepemilikan bangunan milik sendiri di jawa timur

10 Wilayah dengan Status Kepemilikan Bangunan Milik Sendiri Terendah di Jawa Timur 2025: Kota Surabaya Paling Rendah

April 20, 2026

Popular Stories

  • Rayon SPMB Kota Malang

    Daftar Lengkap Rayon SPMB Kota Malang Jalur Domisili SMA 2025 Berdasarkan Kelurahan dan Sekolah Tujuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Rayon di SPMB 2025? Panduan Lengkap Jalur Domisili di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Negara Penghasil Tembakau Terbesar di Dunia, Indonesia Nomor Empat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sejarah Porprov Jatim, Dari Inisiatif Gubernur hingga Ajang Bergengsi Dua Tahunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Kota Paling Banyak Hotel di Jawa Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Zona Jatim

© 2025 .

Zona Jatim Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Artikel

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga

© 2025 .