Bojonegoro, ZonaJatim – Pelaksanaan pembukaan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) kelompok 14 Universitas Bojonegoro di Desa Bareng, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (16/7/2026), menjadi momentum awal terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, ibu-ibu PKK, Karang Taruna, Kelompok Tani, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa melalui berbagai program pemberdayaan.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan limbah janggel jagung sebagai media budidaya jamur. Program tersebut dipilih karena menyesuaikan dengan potensi sumber daya alam Desa Bareng yang memiliki ketersediaan bahan baku melimpah.
Ketua Kelompok KKN-TK kelompok 14 Unigoro, M. Ilham Febriansah, menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga belajar secara langsung dari masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program akan tercapai apabila mendapat dukungan dan partisipasi warga.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung seluruh program kerja yang akan kami laksanakan. Selain belajar menerapkan ilmu, kami juga ingin belajar dari pengalaman masyarakat dan bersama-sama mewujudkan panen jamur janggel sebagai hasil nyata program ini,” ujar Ilham.
Ia juga menambahkan bahwa selama masa pengabdian, mahasiswa siap membantu berbagai kegiatan pemerintah desa, termasuk program rutin maupun kegiatan kemasyarakatan yang telah menjadi agenda tahunan.
Kepala Desa Bareng, Suprapto, mengapresiasi semangat mahasiswa yang akan mengabdi di desanya. Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa telah menjalin komunikasi dengan mahasiswa sebelum pelaksanaan KKN sehingga berbagai program dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Suprapto, mahasiswa juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan desa, terutama menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan segera dilaksanakan. Ia mengakui bahwa fasilitas yang tersedia bagi mahasiswa masih terbatas, namun berharap hal tersebut tidak mengurangi semangat pengabdian.
“Potensi budidaya jamur janggel sangat baik karena bahan bakunya tersedia melimpah di Desa Bareng. Harapannya, praktik yang dilakukan mahasiswa nantinya bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Suprapto.

Sementara itu, perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro, Joko Hadi Susilo, S.E., M.E., menjelaskan bahwa KKNTK Tahun 2026 diselenggarakan dengan menyesuaikan kebutuhan pembangunan daerah. Melalui program KKN lokal, mahasiswa diarahkan untuk memanfaatkan potensi desa sekaligus memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Joko menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu beradaptasi, membangun komunikasi yang baik, serta mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
“Mahasiswa dibekali materi dari universitas, tetapi proses belajar yang sesungguhnya berlangsung di tengah masyarakat. Karena itu, mereka harus mampu bersinergi, mandiri, dan memberikan kontribusi nyata selama pelaksanaan KKN,” ungkapnya.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, pelaksanaan KKN-TK Kelompok 14 Universitas Bojonegoro di Desa Bareng diharapkan mampu menghasilkan program-program yang berkelanjutan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendukung pengembangan potensi lokal yang dimiliki desa.












