Malang, ZonaJatim – – Kerja Sama UM dan Kyung In Women University resmi terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor Lantai 8 Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Senin (20/7). Kolaborasi internasional ini membuka kesempatan bagi mahasiswa UM mengikuti program student exchange di Korea Selatan dengan dukungan beasiswa penuh selama satu semester.
Penandatanganan kerja sama tersebut difasilitasi oleh PT LeeJang Consultant Education dan menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional UM. Selain program pertukaran mahasiswa, Kerja Sama UM dan Kyung In Women University juga mencakup pengembangan kolaborasi akademik, mobilitas dosen, penelitian, hingga penguatan sistem penjaminan mutu pendidikan.
Acara penandatanganan dihadiri Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Direktur UPT Kantor Urusan Internasional UM Dr. Sari Karmina, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dr. Ari Sapto, M.Hum., Director PT LeeJang Consultant Education Lee Kyeong Youn, International Affairs Deputy Director Kim Jun Il, Global Education Chief Lee Seun Jun, serta General Manager PT LeeJang Consultant Education Sherly Jang.
Direktur UPT Kantor Urusan Internasional UM, Dr. Sari Karmina, mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut bermula dari tawaran program pertukaran mahasiswa yang akan berlangsung pada September hingga Desember 2026 di Kyung In Women University, Korea Selatan.
“Awalnya kami mendapat tawaran untuk mengirim sekitar 13 hingga 15 mahasiswa belajar selama satu semester di Korea Selatan, terutama pada bidang pariwisata. Namun setelah berdiskusi, kesempatan tersebut juga terbuka bagi mahasiswa dari bidang lain, seperti manajemen dan program studi lainnya yang tersedia di Kyung In Women University,” ujarnya.
Melalui Kerja Sama UM dan Kyung In Women University, mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti perkuliahan di Korea Selatan tanpa dibebani biaya pendidikan maupun akomodasi. Program ini didukung penuh oleh Pemerintah Korea Selatan melalui skema beasiswa yang juga mencakup bantuan biaya hidup selama masa studi.
Mahasiswa hanya perlu mempersiapkan biaya tiket perjalanan dan pengurusan visa. Kesempatan tersebut dinilai menjadi salah satu program internasional yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa UM.
“Program ini sangat menarik karena mahasiswa hanya perlu menyiapkan tiket dan biaya visa. Seluruh biaya kuliah, akomodasi, hingga dukungan biaya hidup telah difasilitasi. Tawaran seperti ini sangat jarang kami temui sehingga UM merasa sangat beruntung memperoleh kesempatan tersebut,” kata Sari.
Tidak hanya menghadirkan peluang pertukaran mahasiswa, Kerja Sama UM dan Kyung In Women University juga diarahkan untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Kedua perguruan tinggi sepakat mengembangkan program mobilitas dosen (lecturer mobility), peningkatan kualitas penjaminan mutu (quality assurance), serta memperkuat kerja sama akademik dan penelitian.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar bertaraf internasional bagi mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dalam menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semakin luasnya jejaring internasional, lulusan UM juga diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat global.
Melalui Kerja Sama UM dan Kyung In Women University, Universitas Negeri Malang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan dunia. Program ini menjadi bagian dari upaya UM untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman belajar lintas budaya, meningkatkan kompetensi akademik, sekaligus membangun kolaborasi strategis dengan berbagai institusi pendidikan internasional.
Selain memberikan manfaat bagi sivitas akademika, kerja sama tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui perluasan akses pendidikan internasional berbasis beasiswa, SDG 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kompetensi lulusan, serta SDG 17 yang menekankan pentingnya kemitraan strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi di tingkat global.












