Bojonegoro, ZonaJatim – KKN-TK Unigoro Kelompok 10 resmi melaksanakan program pengabdian di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan tersebut ditandai dengan pembukaan KKN secara simbolis melalui prosesi pemotongan tumpeng sekaligus serah terima mahasiswa kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Trenggulunan di balai desa setempat, Rabu (15/7/2026).
Acara pembukaan dihadiri Kepala Desa Trenggulunan beserta jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Defi Tristio Putri, S.E., M.E.
Ketua KKN-TK Unigoro Kelompok 10, Muhammad Hikmal Ramadhan, memaparkan bahwa kelompoknya memiliki program unggulan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal desa. Sebanyak 29 mahasiswa akan bersinergi dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi desa mulai 14 Juli hingga 14 Agustus 2026.
“Terdapat 11 program kerja yang telah kami siapkan untuk mengabdi di Desa Trenggulunan. Mengusung tema besar Sustainable Forest, Sustainable Life, kami mendorong pemberdayaan desa berbasis potensi lokal dengan salah satu fokus utama kami, yakni pemetaan sumber mata air secara partisipatif berbasis geolistrik oleh warga dan peningkatan inovasi UMKM lokal,” paparnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-TK Unigoro Kelompok 10, Defi Tristio Putri, S.E., M.E., menambahkan bahwa Desa Trenggulunan memiliki berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan. Menurutnya, masyarakat desa dapat diberdayakan melalui penguatan UMKM lokal, konservasi kawasan hutan, serta pemetaan sumber mata air.
“Sehingga kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membawa inovasi, khususnya dalam pengembangan potensi desa dan menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Kepala Desa Trenggulunan, H. Rohman, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan KKN, menyambut baik kehadiran KKN-TK Unigoro Kelompok 10. Ia mengapresiasi semangat pengabdian para mahasiswa selama menjalankan kegiatan di desa tersebut. Selain itu, ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga kenyamanan, sopan santun, dan menjalin kerja sama yang baik selama kegiatan berlangsung.
“Penting untuk menjaga tata krama dan sopan santun serta kerja sama yang baik. Sangat besar harapannya program kerja yang adik-adik mahasiswa rancang dapat menjawab permasalahan yang ada di Desa Trenggulunan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat desa,” harapnya. (NJR)












