Bojonegoro, ZonaJatim – Dalam upaya mendorong pertanian dan peternakan berkelanjutan, KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 02 menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar urin ternak bagi masyarakat Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang terlaksana pada Senin (20/7/2026) ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mengolah limbah peternakan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Tondomulo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar pelatihan yang diselenggarakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Desa Tondomulo memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan karena mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani dan peternak. Oleh karena itu, inovasi pemanfaatan limbah ternak diharapkan dapat menjadi solusi yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Penanggung jawab program, Dilla Yesita Sari, menjelaskan bahwa Desa Tondomulo memiliki populasi ternak yang cukup banyak, terutama sapi dan kambing. Namun, limbah berupa urin ternak masih belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan cara mengolah urin sapi menjadi pupuk organik cair sehingga limbah yang sebelumnya terbuang dapat memberikan nilai tambah bagi petani.
“Kami berharap masyarakat mengetahui bahwa urin ternak dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair serta memahami proses pembuatan hingga cara pengaplikasiannya di lahan pertanian, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri,” ujar Dilla.
Dalam sesi materi, narasumber menjelaskan bahwa urin ternak mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman sehingga sangat berpotensi dijadikan bahan baku pupuk organik cair. Pemanfaatan urin ternak sebenarnya telah dilakukan sejak lama, baik dengan penggunaan secara langsung maupun melalui proses fermentasi.
Pemateri juga menjelaskan bahwa urin ternak yang digunakan secara langsung tetap memiliki manfaat bagi tanaman. Namun, melalui proses fermentasi, kandungan di dalam urin menjadi lebih stabil, kualitas pupuk meningkat, serta unsur hara lebih mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, proses fermentasi juga membantu mengurangi aroma menyengat sehingga pupuk menjadi lebih nyaman digunakan di lahan pertanian.
Melalui kegiatan ini, KKN-TK Unigoro Kelompok 02 berharap masyarakat Desa Tondomulo mampu memanfaatkan limbah peternakan secara lebih optimal, mengurangi pencemaran lingkungan, serta menghasilkan pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.










