Surabaya, ZonaJatim — Mahasiswa KKN UPN Veteran Kelompok 13 memberikan edukasi bahaya mikroplastik dan pemilahan sampah kepada siswa kelas 3 SD Dahlanuddin, Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Surabaya. Kegiatan edukasi lingkungan ini menjadi upaya inspiratif untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sampah dan kebersihan lingkungan sejak usia dini.
Sebanyak 20 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dari awal hingga akhir. Program kerja mengajar tersebut dikemas melalui penyampaian materi, fun quiz, mini games, hingga praktik kreatif. Cara ini dilakukan agar siswa tidak hanya memahami materi mengenai sampah, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN UPN Veteran Ajarkan Bahaya Mikroplastik dan Pemilahan Sampah
Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN UPN Veteran mengajak siswa mengenal pengertian sampah serta berbagai jenis sampah yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan mikroplastik dan bahaya yang dapat ditimbulkannya terhadap lingkungan.
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang dapat berasal dari berbagai sumber sampah plastik. Keberadaannya menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian. Karena itu, pengenalan mengenai bahaya mikroplastik kepada anak-anak menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Para siswa juga diajak memahami bahwa kebiasaan menggunakan plastik secara berlebihan dapat meningkatkan jumlah sampah yang dihasilkan. Untuk itu, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas mikroplastik, materi utama lainnya adalah pemilahan sampah. Siswa diperkenalkan dengan beberapa jenis sampah berdasarkan kategorinya. Dalam kegiatan tersebut, mereka belajar membedakan sampah organik, anorganik, serta B3 atau bahan berbahaya dan beracun.
Edukasi pemilahan sampah dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan pendekatan interaktif. Siswa diberikan contoh berbagai benda yang sering mereka jumpai sehari-hari. Dengan demikian, materi tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebiasaan siswa di rumah maupun di sekolah.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan fun quiz. Berbagai pertanyaan diberikan kepada siswa mengenai jenis sampah, pengelolaan sampah, bahaya mikroplastik, serta cara menjaga kebersihan lingkungan.
Suasana semakin meriah ketika para siswa berlomba memberikan jawaban. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan dapat membuat materi edukasi lingkungan lebih mudah diterima oleh anak-anak.
Kegiatan edukasi tersebut juga menghadirkan perwakilan Bank Sampah Pelita, salah satu bank sampah lokal di wilayah setempat. Perwakilan Bank Sampah Pelita memberikan penguatan materi sekaligus menyampaikan kesimpulan mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kehadiran bank sampah dalam kegiatan tersebut memberikan gambaran kepada siswa bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah dapat dipilah, digunakan kembali, atau dikelola melalui kegiatan bank sampah.
Setelah fun quiz, siswa mengikuti mini games pemilahan sampah. Dalam permainan ini, mahasiswa menyediakan sejumlah gambar berbagai jenis sampah. Para siswa kemudian diminta mengelompokkan gambar tersebut ke dalam wadah yang sesuai dengan kategorinya.
Sampah organik, anorganik, dan B3 harus ditempatkan sesuai jenisnya. Aktivitas tersebut menjadi praktik langsung bagi siswa untuk menguji pemahaman yang sebelumnya telah diberikan melalui materi.
Mini games pemilahan sampah juga melatih siswa agar lebih teliti dalam mengenali jenis sampah. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika siswa membuang sampah di rumah maupun di sekolah.
Tidak hanya belajar memilah sampah, siswa juga diajak mempraktikkan konsep penggunaan kembali barang bekas. Dalam sesi kreatif, peserta membuat kolase menggunakan sisa-sisa sampah plastik.
Kegiatan membuat kolase menjadi salah satu bagian yang menarik bagi siswa. Mereka dapat menuangkan kreativitas sekaligus memahami bahwa beberapa jenis sampah plastik masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa KKN UPN Veteran berupaya memperkenalkan konsep sederhana mengenai penggunaan kembali sampah. Edukasi semacam ini penting untuk membangun kebiasaan mengurangi sampah sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian kegiatan edukasi lingkungan kemudian ditutup dengan pembagian snack kepada para peserta. Acara dilanjutkan dengan sesi penutupan dan foto bersama siswa, pemateri, serta pihak sekolah sebagai dokumentasi kegiatan.
Kegiatan mahasiswa KKN UPN Veteran tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa SD Dahlanuddin. Pengetahuan mengenai bahaya mikroplastik, pemilahan sampah, dan pengurangan penggunaan plastik diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung.
Para siswa juga diharapkan mampu membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, hingga memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Melalui edukasi bahaya mikroplastik dan pengelolaan sampah dengan metode yang menyenangkan, siswa SD Dahlanuddin didorong menjadi agen perubahan sejak dini. Langkah kecil yang dilakukan anak-anak diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan di sekitar mereka.
Bagi mahasiswa KKN UPN Veteran, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi yang relevan dengan persoalan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, siswa, dan Bank Sampah Pelita menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.












