BOJONEGORO, ZonaJatim.com – Kekeringan di Desa Trenggulunan menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 10 Universitas Bojonegoro (UNIGORO).
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mereka menggelar sosialisasi mitigasi krisis air sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, tersebut diikuti perangkat desa dan warga setempat. Sosialisasi difokuskan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah menghadapi potensi kekeringan yang setiap tahun menjadi ancaman di wilayah tersebut.
BPBD Kabupaten Bojonegoro menghadirkan Ahmad Nur Faisal dan Arif Hendrianto sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan konsep dasar kebencanaan, berbagai potensi bencana di Kabupaten Bojonegoro, serta pentingnya mitigasi sebagai langkah awal untuk mengurangi risiko bencana. Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah penanganan kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai strategi mitigasi krisis air, mulai dari meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, hingga memahami langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Edukasi tersebut diharapkan mampu membangun budaya sadar bencana sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi krisis air.
“Mitigasi merupakan tanggung jawab bersama. Semakin dini masyarakat memahami potensi bencana dan cara menghadapinya, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan,” ujar Ahmad Nur Faisal.
Koordinator Departemen Lingkungan dan Kebencanaan KKN-TK Kelompok 10, Gondo Lifenya Kusuma Dewi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi kekeringan di Desa Trenggulunan. Menurutnya, selain bantuan air bersih, masyarakat juga membutuhkan edukasi agar lebih siap menghadapi potensi krisis air pada masa mendatang.
“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi ini sehingga lebih siap menghadapi potensi kekeringan dan mampu mengurangi risiko krisis air di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara KKN-TK Kelompok 10 Universitas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Bojonegoro, dan Pemerintah Desa Trenggulunan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana terus meningkat.
Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, warga diharapkan mampu meminimalkan dampak kekeringan di Desa Trenggulunan sekaligus mewujudkan desa yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.












