ZonaJatim – Langkah tidak biasa diambil oleh produsen semikonduktor raksasa, AMD, di pertengahan tahun 2026 ini. Demi menjawab kebutuhan pasar akan perangkat komputer dengan harga yang lebih terjangkau, AMD secara diam-diam memperbarui portofolio produknya dengan menghidupkan kembali lini arsitektur lawas mereka melalui peluncuran tiga buah unit prosesor baru.
Melansir dari laporan PCWorld, AMD secara resmi mengonfirmasi kehadiran tiga prosesor mobile dan desktop berbasis arsitektur Zen+ (arsitektur rilisan 2019) dan Zen 2 (rilisan 2020). Ketiga prosesor tersebut difokuskan untuk memenuhi permintaan spesifik dari para produsen laptop atau Original Equipment Manufacturer (OEM) di segmen entry-level (value segment). Langkah ini diambil di tengah melonjaknya harga komponen PC modern, di mana tidak semua lini konsumen mampu menjangkau teknologi mutakhir seperti seri Ryzen AI 400.
Detail Spesifikasi Tiga Prosesor “Baru” AMD Berbasis Zen+ dan Zen 2
Mengutip dari database teknis VideoCardz, ketiga prosesor yang kembali dirilis ini memiliki segmentasi serta konfigurasi core yang sangat spesifik untuk menekan biaya produksi platform.
1. AMD Ryzen 3 3100U (Arsitektur Zen+ / Picasso)
Prosesor ini dirancang untuk segmen laptop murah dengan fabrikasi 12nm. Menariknya, di tahun 2026 ini AMD merilis prosesor yang hanya dibekali dengan 2 Cores dan 2 Threads. Spesifikasi lainnya meliputi base clock 1.9 GHz dengan boost mencapai 3.2 GHz, L3 Cache sebesar 4 MB, serta dukungan memori DDR4-2400. Chip ini menggunakan soket FP5 dengan default TDP yang sangat hemat daya, yakni 15W (bisa dikonfigurasi antara 12W hingga 35W). Untuk urusan grafis, tersemat iGPU terintegrasi Radeon Vega 8 dengan 8 core GPU berkecepatan 1200 MHz.
2. AMD Ryzen 5 3501U (Arsitektur Zen+ / Picasso)
Masih dalam keluarga arsitektur yang sama dengan fabrikasi 12nm, seri Ryzen 5 3501U menawarkan performa yang sedikit lebih bertenaga untuk komputasi harian laptop nilai ekonomis. Prosesor ini mengusung konfigurasi 4 Cores dan 8 Threads dengan base clock sebesar 2.1 GHz dan boost clock hingga 3.7 GHz. Sama seperti kembarannya, prosesor ini membawa L3 cache sebesar 4 MB, dukungan RAM DDR4-2400, soket FP5, nilai default TDP sebesar 15W, serta performa grafis terintegrasi dari Radeon Vega 8.
3. AMD Ryzen 7 4700LE (Arsitektur Zen 2 / Renoir)
Berbeda dengan dua seri sebelumnya yang ditujukan untuk perangkat portabel, Ryzen 7 4700LE hadir sebagai prosesor desktop yang bersifat OEM-only (hanya tersedia pada PC rakitan pabrikan). Berbasis arsitektur Zen 2 dengan proses fabrikasi TSMC 7nm FinFET, chip ini dibekali konfigurasi tangguh 8 Cores dan 16 Threads. Prosesor dengan soket AM4 ini memiliki kecepatan dasar (base clock) sebesar 3.6 GHz dan mampu mendongkrak performanya lewat boost clock hingga 4.2 GHz, disokong oleh L3 Cache sebesar 8 MB dengan default TDP di angka 65W. Uniknya, merujuk informasi resmi spesifikasi produk, Ryzen 7 4700LE ini tidak dilengkapi dengan kartu grafis terintegrasi (iGPU), sehingga sistem PC wajib menyertakan kartu grafis diskret (GPU eksternal).
Dampak Pasar dan Kompatibilitas Sistem
Menyikapi fenomena ini, seperti yang diulas oleh TechPowerUp, kembalinya arsitektur jadul ini memicu perdebatan hangat di kalangan antusias hardware. Beberapa pihak menilai konfigurasi seperti 2-core/2-thread pada Ryzen 3 3100U berpotensi memicu tantangan efisiensi jangka panjang pada sistem operasi modern. Namun, di sisi lain, penggunaan arsitektur matang ini dinilai sangat efektif untuk memangkas harga jual akhir laptop komersial maupun perangkat Mini-PC entry-level.
Meskipun menggunakan basis arsitektur rilisan beberapa tahun lalu, AMD memastikan bahwa ketiga SKU prosesor tersebut tetap mempertahankan sertifikasi kompatibilitas penuh dengan sistem operasi Windows 11. Hingga saat ini, pihak AMD belum mengungkap detail harga resmi mengingat ketersediaannya yang didistribusikan secara terbatas (limited volumes) langsung menuju jalur OEM per kuartal kedua (Q2) tahun 2026.











