SIDOARJO – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Institut Agama Islam (IAI) Al-Khoziny Buduran menggelar Al-Khoziny Bersholawat, Kamis malam (17/9/2026) di Kampus 1 IAI Al-Khoziny. Acara ini dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny sekaligus Pengasuh IAI Al-Khoziny, K.H.R. Abdus Salam Mujib; Ketua Yayasan Al-Khoziny, K.H.R. Ali Syakari Mujib; Rektor IAI Al-Khoziny, Dr. K.H. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I.; segenap keluarga ndalem Pondok Pesantren Al-Khoziny; serta seluruh dosen dan pimpinan IAI Al-Khoziny. Turut hadir pula Ketua PCNU Sidoarjo, K.H. Zainal Abidin; Kapolsek; serta para ulama, kiai, dan habaib.
Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan selawat bersama IXANY Grup. Selanjutnya, selawat bersama Syarifah Veve Zulfikar berlangsung meriah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny, K.H.R. Abdus Salam Mujib; pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sayyid Zulfikar Asy-Syaibani; kemudian pembacaan maulid dan selawat bersama yang dipimpin oleh Sayyid Zulfikar Asy-Syaibani diiringi Grup Al-Banjari IXANY; serta tausiyah oleh Rektor IAI Al-Khoziny, Dr. K.H. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I.
Dalam sambutannya, K.H.R. Abdus Salam Mujib sangat mengapresiasi terlaksananya acara Maulid Nabi ini. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan tempat dan berpesan, “Kita harus bersyukur dan bergembira dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW.”
Sementara itu, Rektor IAI Al-Khoziny, Dr. K.H. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I., dalam tausiyahnya membahas tentang cinta emosional dan cinta rasional kepada Rasulullah SAW. Ia menjelaskan bahwa cinta emosional basisnya adalah rasa dan perangkatnya adalah kalbu. Jika cinta emosional ini dibangkitkan, bertambahlah kerinduan kita kepada Rasulullah dan kesiapan kita menjadikan Rasulullah sebagai teladan. Beliau juga menjelaskan bahwa cinta tidak cukup dengan cinta emosional saja, melainkan harus dikuatkan oleh cinta rasional yang dasarnya adalah ilmu, basisnya rasionalitas, dan perangkatnya adalah akal. “Maka, untuk cinta rasional modalnya tidak cukup dengan semangat, melainkan harus bermodal ilmu,” jelasnya. Menurutnya, keduanya harus berjalan beriringan agar mahabah kepada Rasulullah sempurna, tidak hanya emosional, tetapi juga rasional.
Suasana di halaman kampus tampak khidmat dan meriah. Ratusan santri, santriwati, mahasiswa, mahasiswi, dan warga setempat yang kompak mengenakan busana putih memenuhi halaman hingga ke luar area. Syarifah Veve Zulfikar yang mengenakan abaya hitam tampil di depan jemaah, sementara banyak peserta mengabadikan momen tersebut. Lampu hias yang menggantung di atas halaman menambah syahdu suasana malam. Salah satu peserta, Muhammad Solihin, santri sekaligus mahasiswa Al-Khoziny, mengaku senang bisa mengikuti acara tersebut. “Ya, pastinya senang, bahagia, karena jarang-jarang ada acara besar seperti ini,” ujarnya.

Mahasiswi lainnya, Cahya Ardia Putri yang akrab disapa Ica dari Prodi PIAUD asal Sidodadi, Candi, juga mengaku antusias. Ia datang sejak pukul 17.00 WIB demi mengikuti acara tersebut. “Sangat senang,” katanya. Ia pun berharap, “Harapannya, Al-Khoziny maju terus.”
Selain rangkaian selawat, di area kampus juga digelar bazar UMKM yang menyediakan berbagai makanan, minuman, dan produk lainnya. Salah satu penjual sosis bakar dan kebab, Iwan asal Bangkalan, Madura, mengaku dagangannya mengalami peningkatan. Ia menambahkan bahwa suasana acara sangat meriah karena banyak jemaah yang datang. “Meriah banget. Alhamdulillah, banyak yang datang.” Ia pun berharap acara seperti ini terus digelar dan kita semua senantiasa diberikan kesehatan.
Ketua BEM IAI Al-Khoziny, Rochmad Bagus Romodhon, yang juga menjadi salah satu panitia menyampaikan bahwa kegiatan Al-Khoziny Bersholawat ini digagas sebagai langkah awal untuk menghidupkan dan membumikan tradisi berselawat di lingkungan kampus IAI Al-Khoziny, sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW di kalangan mahasiswa, dosen, santri, dan masyarakat luas. Ia menyebutkan acara tersebut dihadiri sekitar 1.000 orang yang terdiri atas santri, mahasiswa, dan masyarakat sekitar. Rochmad berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai sebuah acara seremonial. “Setelah terlaksananya Al-Khoziny Bersholawat, saya berharap kegiatan ini tidak berhenti hanya sebagai sebuah acara, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar IAI Al-Khoziny,” tuturnya.










