Surabaya, ZonaJatim — Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur menghadirkan inovasi menarik dalam mengatasi persoalan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan warga. Kelompok 9 KKN UPN Veteran Jawa Timur mengolah limbah puntung rokok menjadi biopestisida ramah lingkungan melalui program PUNTUNG (Pusat Pembasmi Hama Tangguh) di Balai RW 08, Kelurahan Banyu Urip, Surabaya.
Program tersebut hadir sebagai respons terhadap persoalan limbah puntung rokok yang masih banyak ditemukan berserakan di lingkungan permukiman. Melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi, mahasiswa mengenalkan pemanfaatan limbah tersebut sebagai bahan biopestisida untuk membantu mengendalikan hama pada tanaman yang dibudidayakan warga.
Inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan. Program PUNTUNG juga diarahkan untuk mendukung aktivitas warga dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Mahasiswa KKN UPN Veteran Dorong Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok
Pelaksanaan program PUNTUNG mendapat sambutan positif dari perangkat Kelurahan Banyu Urip dan masyarakat RW 08. Kegiatan tersebut dinilai relevan dengan kondisi lingkungan setempat yang tengah aktif mengikuti perlombaan kampung pangan lokal bertajuk “Makan Ketan”.
Dalam program tersebut, warga didorong untuk memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah sebagai tempat menanam berbagai tanaman pangan. Kehadiran biopestisida hasil pemanfaatan limbah puntung rokok diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung bagi warga dalam merawat tanaman.
Kasi Kesra Kelurahan Banyu Urip, Ika, mengapresiasi langkah yang dilakukan Kelompok 9 KKN UPN Veteran Jawa Timur. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat ganda bagi masyarakat, yakni meningkatkan pengetahuan sekaligus memberikan contoh produk yang dapat dimanfaatkan warga.
“Program ini membawa dua manfaat sekaligus: memberikan ilmu dan memberikan sampel biopestisida. Di RW 08 ini warga sedang mengikuti lomba ‘Makan Ketan’ untuk memberdayakan pekarangan rumah demi ketahanan pangan. Ditunjang biopestisida hasil olahan puntung rokok ini, program ketahanan pangan warga makin mantap,” ujar Ika.
Ia menambahkan, limbah puntung rokok selama ini menjadi salah satu persoalan kebersihan yang sulit dihindari. Karena itu, pemanfaatan limbah tersebut melalui program PUNTUNG dinilai menjadi sebuah terobosan yang dapat memberikan nilai guna baru.
Sampah yang sebelumnya hanya menjadi limbah dan mengotori lingkungan kini dikenalkan sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan dalam program pengendalian hama tanaman. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengelola persoalan sampah di lingkungan sekitar.
Biopestisida dari Puntung Rokok Bantu Kendalikan Hama Tanaman
Program PUNTUNG juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pemanfaatan biopestisida untuk membantu mengendalikan hama tanaman. Larutan yang dihasilkan dari pengolahan limbah puntung rokok diperkenalkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk tanaman hortikultura milik warga.
Biopestisida tersebut ditujukan untuk membantu mengendalikan berbagai hama pengganggu tanaman, termasuk ulat, kutu daun, serta hama yang menyerang tanaman buah dan sayuran.
Bagi warga RW 08 yang memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam, keberadaan sarana pengendalian hama menjadi salah satu kebutuhan penting. Tanaman seperti cabai, tomat dan berbagai sayuran membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.
Ketua RT 08, Yono, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dibawa mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai program PUNTUNG memiliki manfaat langsung bagi warga yang selama ini memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.
“Program ini sangat penting untuk membasmi hama pada tanaman buah warga, seperti cabai dan tomat. Harapan saya program ini bisa terus berjalan dan sukses. Kalau bisa, semua RT dilatih hingga mampu memproduksi dan menjual produk ini sendiri agar ada pemasukan tambahan bagi warga,” ungkap Yono.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya dapat berhenti pada kegiatan sosialisasi. Jika mendapatkan pendampingan dan pengembangan lebih lanjut, inovasi pengolahan limbah puntung rokok berpotensi diarahkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Program PUNTUNG Berpotensi Jadi Peluang UMKM Kampung
Selain membantu mengurangi limbah di lingkungan permukiman, program PUNTUNG memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat. Warga dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan limbah sekaligus mengenal alternatif pemanfaatannya.
Ada sejumlah manfaat yang menjadi perhatian dalam program tersebut, mulai dari pengurangan limbah puntung rokok, efisiensi biaya pengendalian hama, dukungan terhadap tanaman pekarangan hingga peluang pengembangan produk berbasis masyarakat.
Jika dikembangkan secara berkelanjutan, program tersebut juga berpotensi mendukung kegiatan UMKM kampung. Warga dapat memperoleh pelatihan tambahan mengenai produksi, pengemasan, pemasaran dan pengelolaan usaha apabila produk tersebut nantinya memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk dikembangkan secara komersial.
Dengan demikian, inovasi mahasiswa KKN UPN Veteran tidak hanya membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat melihat limbah dari sudut pandang yang berbeda.
Ketua RW Apresiasi Inovasi Mahasiswa KKN UPN Veteran
Dukungan terhadap program PUNTUNG juga datang dari Ketua RW 08 Girilaya, Hadi Prayitno. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kelompok 9 KKN SDGs UPN Veteran Jawa Timur yang telah memberikan ilmu, masukan dan pendampingan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan limbah menjadi barang yang memiliki nilai guna merupakan kebutuhan yang dapat dirasakan masyarakat secara luas. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah sosialisasi selesai.
“Pemanfaatan limbah menjadi barang berguna seperti ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat, tidak hanya di RW 08. Kami sangat berterima kasih atas ilmu, masukan, serta pendampingan dari adik-adik mahasiswa UPN,” tutur Hadi Prayitno.
Harapan keberlanjutan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan program KKN. Transfer pengetahuan kepada masyarakat diharapkan dapat membuat inovasi yang diperkenalkan mahasiswa terus dimanfaatkan setelah masa kegiatan KKN berakhir.
Program PUNTUNG yang dijalankan Kelompok 9 KKN UPN Veteran Jawa Timur menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dapat dikembangkan melalui inovasi yang dekat dengan persoalan sehari-hari.
Pengelolaan limbah puntung rokok, pemanfaatan pekarangan, pengendalian hama tanaman dan penguatan ketahanan pangan menjadi beberapa isu yang dipadukan dalam satu program. Jika terus mendapatkan pendampingan, inovasi tersebut berpeluang memberikan manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi bagi warga RW 08 Kelurahan Banyu Urip, Surabaya.












