Malang, ZonaJatim – UIN Malang kembali mengukir torehan prestasi membanggakan di panggung kompetisi keagamaan tingkat nasional. Tiga mahasiswa dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Malang sukses menyabet juara Terbaik 3 dalam cabang Musabaqah Fahmil Qur’an pada ajang Gebyar Brawijaya Qurani Nasional (GBQN) 2026. Tiga sosok berbakat yang mengharumkan nama UIN Malang tersebut adalah Ahmad Faiz Irva Auliya, Ridwan Maulana dan Lidia Aprianti.
Perhelatan bergengsi yang berlangsung ketat pada 24–27 September 2026 ini diikuti oleh 32 tim dari berbagai daerah. Langkah ksatria delegasi UIN Malang diawali dari babak penyisihan pada Jumat (25/9), hingga akhirnya melaju mulus melewati tensi tinggi babak semifinal dan final pada Ahad (27/9).
Dibalik senyum kemenangan di podium, tersimpan perjuangan intensif selama dua bulan. Ketiganya menggembleng diri secara mandiri melalui metode saling menyimak serta mendalami pemahaman materi Al-Qur’an secara kohesif demi menguatkan hafalan tim.
Menariknya, pencapaian ini menjadi pembuktian manis atas ikhtiar pantang menyerah. Sebelum berdiri gagah sebagai juara, delegasi UIN Malang sempat berkali-kali menelan pil pahit kegagalan di ajang sebelumnya, bahkan tak jarang dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak. Namun, cemoohan tersebut justru ditransformasikan menjadi bahan bakar motivasi untuk terus berbenah.
“Sebelum sampai pada titik ini, kami sebenarnya sudah beberapa kali mengikuti perlombaan dan mengalami kekalahan. Bahkan, sempat ada beberapa pihak yang meragukan kemampuan kami. Namun, kami berusaha menjadikan hal tersebut sebagai motivasi kami untuk terus belajar dan memperbaiki diri, bukan untuk menyerah,” ujar mereka saat diwawancarai.
Rangkaian perjuangan panjang, cucuran keringat, dan doa yang konsisten itu akhirnya terbayar tuntas saat nama mereka diumumkan sebagai pemenang. Ketiganya tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas capaian yang diraih.
“Tentunya kami sangat bersyukur, bahagia sekali karena usaha kami membuahkan hasil. Alhamdulillah, qadarullah, Allah memberikan kesempatan kepada kami untuk meraih Terbaik 3. Bagi kami, ini bukan hanya tentang hasil lomba, tetapi juga menjadi bukti bahwa setiap usaha dan doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh insyaAllah tidak akan sia-sia,” tambah mereka penuh haru.
Keberhasilan ini menjadi batu loncatan berharga bagi para mahasiswa UIN Malang tersebut untuk terus mengasah kapasitas diri di bidang Al-Qur’an, sekaligus membuktikan bahwa kegagalan di masa lalu adalah bagian tak terpisahkan dari proses menuju tangga juara.











