Bojonegoro, ZonaJatim – Sebanyak 28 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (Unigoro) Kelompok 17 resmi melaksanakan kegiatan pembukaan KKN di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Eco-Collaborative Village: Transformasi Desa Napis Menuju Masyarakat Berkelanjutan melalui Edukasi, Inovasi, dan Kolaborasi”, yang akan menjadi landasan bagi seluruh rangkaian program kerja selama masa pengabdian berlangsung.
Kegiatan pembukaan yang berlangsung di Balai Desa Napis tersebut disambut antusias oleh warga dan tamu undangan. Suasana penuh semangat tampak sejak awal acara, menandai dukungan kuat masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa KKN-TK di desa mereka.
Acara turut dihadiri oleh Kepala Desa Napis beserta perangkat desa, Sekretaris Desa, para kepala dusun, unsur Destana (Desa Tangguh Bencana), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Karang Taruna, kader Posyandu, PKK, serta seluruh mahasiswa KKN-TK Kelompok 17 Unigoro.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Napis, Mulyono, menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Desa Napis. Ia berharap program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro di Desa Napis. Semoga seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan nantinya dapat terus dilanjutkan,” ujar Mulyono.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Kelompok 17 turut memperkenalkan diri kepada jajaran pemerintah desa dan perwakilan masyarakat yang hadir. Mereka juga memaparkan gambaran umum program kerja unggulan yang akan dijalankan selama masa KKN, sejalan dengan semangat tema Eco-Collaborative Village yang menitikberatkan pada edukasi lingkungan, inovasi berbasis potensi lokal, dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan lancar dan hangat, menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk saling mengenal serta membangun koordinasi dengan berbagai pihak di Desa Napis. Antusiasme yang ditunjukkan warga dan tamu undangan menjadi modal sosial penting bagi kelancaran program-program yang akan melibatkan masyarakat secara langsung ke depannya.
Usai seremoni pembukaan, mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro Kelompok 17 akan segera memulai pelaksanaan berbagai program kerja yang telah disusun. Melalui sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat, seluruh program yang mengusung semangat keberlanjutan tersebut diharapkan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi Desa Napis.












