SAMPANG, ZonaJatim – Kabar membanggakan kembali datang dari MA Nurudz Dholam. Sebanyak lima siswa sekolah yang berada di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang itu berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dan diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Madura.
Kelima siswa tersebut yakni Safira yang diterima di Politeknik Negeri Madura jurusan Teknik Listrik Industri Diploma Tiga, Moch Dani di kampus yang sama jurusan Teknik Bangunan Kapal Diploma Tiga, Ismail di jurusan Teknik Rekayasa Otomasi Sarjana Terapan, Moch Yusuf Setiawan Senaga di jurusan Teknik Listrik Industri Diploma Tiga, serta Latifah yang lolos di Universitas Trunojoyo Madura jurusan Pendidikan Informatika.
Kepala MA Nurudz Dholam, Hafifah, S.Pd., mengaku bangga atas capaian para siswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dengan sekolah lain dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
“Sekolah sangat bangga terhadap siswa yang lolos SNBT, karena dengan lolos SNBT berarti siswa kami mampu bersaing dengan siswa-siswa dari sekolah lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah memberikan pendampingan penuh kepada siswa sejak proses pendaftaran hingga pelaksanaan tes UTBK-SNBT. Bahkan, sekolah turut mengawal proses daftar ulang agar siswa benar-benar bisa masuk ke perguruan tinggi impian mereka.
“Kami melakukan pendampingan dan pengawalan mulai pendaftaran sampai pelaksanaan tes SNBT. Bahkan daftar ulangnya kami kawal terus hingga benar-benar selesai. Kami ingin memastikan seluruh siswa memiliki kesempatan terbaik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Menurut Hafifah, pembinaan kepada siswa sudah dimulai sejak awal mereka masuk sekolah. Pihak madrasah melakukan pemetaan minat, bakat, serta cita-cita siswa agar dapat diarahkan sesuai potensinya.
“Mulai dari siswa mendaftar ke MA Nurudz Dholam, kami sudah mewawancarai terkait minat, bakat, serta cita-cita mereka. Kemudian siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi kami dampingi agar belajar lebih giat lagi supaya bisa diterima di kampus tujuan,” katanya.

Sementara itu, salah satu siswa yang lolos SNBT, Latifah, mengaku bersyukur dapat diterima di jurusan Pendidikan Informatika Universitas Trunojoyo Madura, yang memang menjadi pilihan pertamanya.
“Saat mendaftar SNBT, pilihan pertama saya adalah S1 Pendidikan Informatika di Universitas Trunojoyo Madura dan pilihan kedua S1 Teknik Elektro di kampus yang sama. Alhamdulillah saya diterima di pilihan pertama,” tuturnya.
Latifah mengungkapkan alasannya memilih jurusan tersebut karena memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi dan ingin mengejar mimpi bekerja di luar negeri.
“Saya ingin membuktikan bahwa lulusan dalam negeri mampu bersaing di kancah internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan teknologi,” katanya.
Perjalanan Latifah menuju kelulusan SNBT tidaklah mudah. Ia mengaku harus menghadapi berbagai keraguan, termasuk persoalan ekonomi dan pandangan negatif dari lingkungan sekitar.
“Banyak orang yang meremehkan impian saya hanya karena saya seorang perempuan. Mereka menganggap perempuan tidak perlu bermimpi tinggi dan tidak memiliki hak sukses di bidang teknologi,” ungkapnya.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus belajar lebih keras.
“Setiap cemoohan saya jadikan bahan bakar untuk belajar lebih giat lagi. Persiapan SNBT bagi saya bukan sekadar belajar materi ujian, tetapi perjuangan besar untuk membuktikan bahwa perempuan dari latar belakang sederhana pun berhak memiliki mimpi tinggi,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan besar dari pihak sekolah selama proses persiapan hingga pelaksanaan UTBK-SNBT.
“Guru-guru sangat totalitas mendampingi saya. Mereka membantu seluruh proses administrasi, mendampingi persiapan UTBK, bahkan sekolah ikut membantu biaya transportasi untuk berangkat ujian. Bagi saya, sekolah bukan cuma tempat belajar, tetapi sudah seperti keluarga yang memperjuangkan masa depan saya,” ujarnya.
Latifah mengaku pengalaman bersekolah di MA Nurudz Dholam memberikan perubahan besar dalam hidupnya.
“Di sekolah inilah saya berhasil menemukan jati diri dan menjadi apa yang saya mau. Tempat ini menjadi wadah penyembuhan bagi saya, mengubah saya yang dulunya introvert menjadi lebih berani tampil,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Hafifah berpesan agar para siswa yang lolos SNBT tetap semangat menjalani pendidikan di perguruan tinggi dan menjaga nama baik almamater.
“Lolos SNBT bukan akhir dari segalanya, tetapi awal perjuangan menuju langkah berikutnya. Tetaplah semangat belajar dan berprestasi di mana pun kalian berada. Kami bangga dengan kalian,” pungkasnya.











