Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
    • Arsitektur dan Interior
    • Perumahan
    • Serba-serbi Properti
    • Jual Beli Sewa Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
    • Arsitektur dan Interior
    • Perumahan
    • Serba-serbi Properti
    • Jual Beli Sewa Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
Home News

Mahasiswa UTM dan UGM Ciptakan Pupuk Kompos KOMPASTA, Inovasi Limbah Organik untuk Dukung Pertanian Berkelanjutan

Maimun Zaini by Maimun Zaini
July 25, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
pupuk kompos KOMPASTA
0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatAppQRCode

Magetan, ZonaJatim – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kolaboratif (KKN-K) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan inovasi pupuk kompos KOMPASTA sebagai solusi pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Program ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung penerapan pertanian berkelanjutan di masyarakat.

RELATED POSTS

Seminar Hari Santri 2026 di Unikama: Kupas 4 Rahasia Keajaiban Rezeki dan Spiritualitas Kampus

Cek Bansos Kemensos 2026: Panduan Praktis Cek Penerima PKH, BPNT, dan 4 Syaratnya

Jadwal Kapal Ketapang Gilimanuk 2026: Rute, Tarif Resmi Ferizy, dan 5 Aturan Penting

Program KOMPASTA atau Kompos untuk Tanaman Sayur dikembangkan melalui kolaborasi mahasiswa lintas perguruan tinggi di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UTM, Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si., dan DPL UGM, Purwanta, S.Kp., M.Kes. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan dan kebutuhan pertanian ramah lingkungan.

Persiapan Formulasi Pupuk Kompos KOMPASTA

Sebelum proses produksi dimulai, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dan konsultasi untuk menyusun formulasi pupuk organik yang tepat. Dari pihak UTM, diskusi diwakili oleh Nazzil, Adinda Sekar, dan Nimas Safina, sementara dari UGM diwakili oleh Terrel dan Ratna.

Melalui diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai masukan terkait komposisi bahan baku, proses fermentasi, hingga standar kualitas pupuk organik agar hasil akhirnya mampu memberikan manfaat maksimal bagi budidaya tanaman sayuran.

Tahapan perencanaan ini menjadi bagian penting agar pupuk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, mudah diaplikasikan oleh petani, serta mampu meningkatkan produktivitas tanaman.

Mengolah Limbah Organik Menjadi Pupuk Berkualitas

Dalam program KOMPASTA, mahasiswa mengembangkan dua jenis produk pupuk kompos yang memiliki fungsi berbeda.

Produk pertama adalah pupuk kompos khusus tanaman sayur, yang diformulasikan menggunakan kompos setengah matang. Bahan tersebut kemudian difermentasi kembali menggunakan aktivator EM4 dan Mikroorganisme Lokal (MOL), lalu dicampurkan dengan kotoran ayam petelur serta serbuk gergaji.

Foto Kegiatan Mahasiswa UTM dan UGM Ciptakan Pupuk Kompos KOMPASTA
Foto Kegiatan Mahasiswa UTM dan UGM Ciptakan Pupuk Kompos KOMPASTA

Perpaduan bahan tersebut dipilih untuk menghasilkan pupuk organik yang kaya unsur hara sehingga mampu mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman sayur, seperti tomat dan pakcoy.

Sementara itu, produk kedua berupa pupuk kompos sebagai media tumbuh. Jenis kompos ini dirancang untuk memperbaiki struktur media tanam, meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air, sekaligus menambah kandungan bahan organik yang dibutuhkan tanaman selama masa pertumbuhan.

Dengan adanya dua jenis produk tersebut, masyarakat memiliki pilihan pupuk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan budidaya tanaman.

Proses Produksi Dilakukan Bertahap

Pembuatan pupuk kompos KOMPASTA dilakukan melalui beberapa tahapan agar kualitas produk tetap terjaga.

Proses diawali dengan pemilihan bahan baku yang sesuai, kemudian seluruh bahan dicampur berdasarkan formulasi yang telah disusun. Selanjutnya dilakukan proses fermentasi hingga kompos mencapai tingkat kematangan optimal.

Setelah fermentasi selesai, kompos diayak untuk menghasilkan tekstur yang lebih halus sebelum memasuki tahap pengemasan. Pengemasan dilakukan dengan memperhatikan kualitas produk sehingga pupuk siap digunakan maupun dipasarkan kepada masyarakat.

Tahapan produksi yang sistematis ini diharapkan mampu menghasilkan pupuk organik yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing di pasaran.

Pupuk Kompos Dukung Pertanian Berkelanjutan

Program KOMPASTA lahir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengelolaan limbah organik yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui inovasi ini, limbah seperti kotoran ayam petelur dan serbuk gergaji yang sebelumnya kurang bernilai dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Selain membantu mengurangi volume limbah, penggunaan pupuk kompos juga mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan karena mampu meningkatkan kandungan bahan organik tanah tanpa bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia.

Berdasarkan berbagai penelitian di bidang pertanian, penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan dapat membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, serta menjaga kesuburan lahan dalam jangka panjang. Hal ini menjadikan pupuk kompos sebagai salah satu alternatif penting dalam mendukung sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

Diharapkan Memiliki Nilai Ekonomi bagi Masyarakat

Koordinator Program KOMPASTA menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dengan mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai jual, masyarakat diharapkan dapat memperoleh tambahan pendapatan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah organik.

Inovasi ini juga diharapkan mampu mendorong munculnya usaha kecil berbasis pupuk organik yang memanfaatkan potensi limbah di lingkungan sekitar.

Menjadi Contoh Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Melalui program pupuk kompos KOMPASTA, mahasiswa UTM dan UGM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengelola limbah organik secara bijak. Program ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa limbah rumah tangga maupun limbah peternakan dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Selain menghasilkan pupuk berkualitas untuk budidaya tanaman sayur, inovasi ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu melahirkan solusi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Tags: pupuk kompos KOMPASTAUniversitas Gadjah Mada (UGM)Universitas Trunojoyo Madura (UTM)
ShareTweetSendScan
Maimun Zaini

Maimun Zaini

Aktif di organisasi kepemudaan dan hobi menulis seputar olahraga, baik berita pertandingan, edukasi, maupun tren terbaru.

Related Posts

Seminar Hari Santri 2026 di Unikama
Kampus

Seminar Hari Santri 2026 di Unikama: Kupas 4 Rahasia Keajaiban Rezeki dan Spiritualitas Kampus

October 22, 2026
Masyarakat memeriksa data penerima bantuan sosial melalui layanan cek bansos kemensos
Nasional

Cek Bansos Kemensos 2026: Panduan Praktis Cek Penerima PKH, BPNT, dan 4 Syaratnya

October 22, 2026
Kapal feri penyeberangan ASDP melintasi Selat Bali sesuai jadwal kapal ketapang gilimanuk
Banyuwangi

Jadwal Kapal Ketapang Gilimanuk 2026: Rute, Tarif Resmi Ferizy, dan 5 Aturan Penting

October 22, 2026
Student Mobility Universitas Negeri Malang
Pendidikan

10 Mahasiswa Ikuti Progam Student Mobility Universitas Negeri Malang ke Malaysia

October 22, 2026
SD Insan Amanah
News

Belajar Angle Kreatif dalam Fotografi, Fotografer Senior Ajak Siswa SD Insan Amanah Ubah Visual Menarik

October 20, 2026
FIKSI 2026
News

Jatim Raih Juara Umum FIKSI 2026, Sabet 18 Medali Tingkat Nasional

October 20, 2026
Next Post
Cuplikan dari Youtube DryxioGTA menunjukkan hasil Mod GTA

Absurd! Mod GTA Ini Ciptakan Portal Menakjubkan Antar 3 Game Klasik

Hari Anak Nasional

Hari Anak Nasional 2026: Pemkot Batu Perkuat Komitmen Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

KKN IAI Al-Khoziny

Membuka Jalan Silaturahmi: Sowan Mahasiswa KKN IAI Al-Khoziny kepada Pengasuh Yayasan TPQ As-Shiddiqiyah Desa Sentul

August 3, 2026
koalisi organisasi masyarakat sipil soroti revisi UU HAM

Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Draf Revisi UU HAM, Nilai Masih Banyak Persoalan Krusial

June 26, 2026
MAPABA Raya IV

Bangun Fondasi Kader Berlandaskan Aswaja, PMII Al Khoziny Gelar MAPABA Raya IV

October 8, 2026

Popular Stories

  • Rayon SPMB Kota Malang

    Daftar Lengkap Rayon SPMB Kota Malang Jalur Domisili SMA 2025 Berdasarkan Kelurahan dan Sekolah Tujuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lengkap! Jadwal Karnaval Malang Agustus 2026, Catat Lokasi dan Tanggalnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Rayon di SPMB 2025? Panduan Lengkap Jalur Domisili di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gema Selawat di Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim Sidoarjo, Rajut Cinta dan Kedamaian Lewat Seni Al-Banjari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengusung Pakis Green Action, Mahasiswa UPN Veteran Jatim Resmi Memulai Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Pakis Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Zona Jatim

© 2026 .

Zona Jatim Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Kirim Artikel

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
    • Arsitektur dan Interior
    • Perumahan
    • Serba-serbi Properti
    • Jual Beli Sewa Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga

© 2026 .