Sidoarjo, Zonajatim — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Al-Khoziny menghadirkan program edukasi kreatif bertajuk KOSAKATA (Kisah Orang Saleh dan Kisah Anbiya untuk Teladan Anak) bersama anak-anak di lingkungan Yayasan Pendidikan Baitul Muttaqin. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam menanamkan nilai-nilai Islami dan karakter positif kepada anak melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Sejak awal, anak-anak mengikuti doa bersama yang dilanjutkan dengan sesi ice breaking berupa gerakan, bernyanyi, dan permainan konsentrasi. Suasana tersebut membuat anak-anak lebih rileks sekaligus membangun semangat sebelum memasuki kegiatan utama.
Memasuki sesi inti, tim KKN mengajak anak-anak mengikuti nonton bareng (nobar) video animasi Islami yang mengangkat kisah para nabi dan keteladanan orang-orang saleh. Pemanfaatan media visual dipilih agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan mampu menarik perhatian anak-anak di tengah derasnya arus digitalisasi.
Usai menyaksikan video, anak-anak diajak berdiskusi melalui sesi pemantik dan tanya jawab. Tim KKN menggali pemahaman mereka mengenai nilai-nilai yang terdapat dalam kisah tersebut, seperti kejujuran, kesabaran, keberanian, ketaatan, dan sikap saling menyayangi.
Kegiatan semakin meriah ketika memasuki sesi kuis interaktif berhadiah. Anak-anak berlomba menjawab berbagai pertanyaan seputar kisah yang telah ditonton. Selain menjadi sarana evaluasi, kuis tersebut membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan mendorong keberanian anak untuk menyampaikan jawaban di depan teman-temannya.
Ketua Yayasan Pendidikan Baitul Muttaqin, Muhammad Hisyam Syafiqir Rahman, turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN serta para wali santri yang telah mendukung pelaksanaan program KOSAKATA.
Menurutnya, inovasi pembelajaran seperti ini penting untuk menghidupkan kembali tradisi literasi Islami di lingkungan pendidikan nonformal. Kolaborasi antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan orang tua diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Amir Hikam, selaku Penanggung Jawab (PJ) program kerja KOSAKATA, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Ia berharap metode berkisah dapat terus dilanjutkan oleh pengajar TPQ maupun orang tua sebagai salah satu cara membentuk karakter anak.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya mengenal kisah para nabi, tetapi juga menjadikan mereka sebagai teladan dan idola dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui KOSAKATA, mahasiswa KKN IAI Al-Khoziny berupaya menghadirkan pembelajaran Islami yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan karakter. Kisah para nabi dan orang saleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan kokoh secara spiritual.











