BOJONEGORO, ZonaJatim – Usai resmi mengabdi, mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro (Unigoro) gerak cepat dengan melakukan pendataan UMKM di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu,(15/7/2026). Hal ini dilakukan sebagai langkah awal menyusun program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Pendataan dilakukan dengan mengunjungi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di berbagai sektor. Di antaranya usaha produksi tempe, nasi jagung, keripik rambak, keripik singkong, hingga kerajinan kayu yang menjadi potensi ekonomi masyarakat Desa Meduri.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan para pelaku usaha. Informasi yang dihimpun meliputi jenis usaha, proses produksi, strategi pemasaran, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

Selain menggali data, mahasiswa juga mengamati secara langsung aktivitas produksi serta mendokumentasikan kondisi masing-masing UMKM. Hasil observasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun program kerja KKN yang lebih tepat sasaran.
Suasana pendataan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para pelaku UMKM menyambut baik kehadiran mahasiswa serta berbagi pengalaman mengenai perjalanan usaha yang telah mereka jalankan, termasuk tantangan yang masih dihadapi dalam memperluas pasar.
Salah seorang pelaku UMKM Desa Meduri berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu meningkatkan kemampuan pemasaran produknya.
“Terus terang, selama ini saya masih menjalankan usaha apa adanya. Kalau soal pemasaran, saya masih belum begitu paham harus mulai dari mana supaya produk ini bisa dikenal lebih banyak orang. Mugi-mugi dengan adanya mahasiswa KKN yang nanti mendampingi kami, kami bisa belajar cara memasarkan produk dengan lebih baik, sehingga usaha kecil seperti ini bisa terus berkembang dan semakin banyak pembelinya,” ujarnya.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa pendataan UMKM merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan program pendampingan. Melalui pemetaan tersebut, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung potensi lokal sekaligus hambatan yang dihadapi para pelaku usaha sehingga solusi yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Meduri untuk memperoleh data pelaku UMKM yang ada di desa tersebut. Selanjutnya, tim melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi usaha untuk melakukan wawancara, observasi proses produksi, dokumentasi, serta pencatatan potensi dan tantangan masing-masing usaha. Setelah seluruh data terkumpul, mahasiswa menggelar diskusi internal guna menyusun program pendampingan selama masa KKN.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KKN-TK Kelompok 20 Universitas Bojonegoro Tahun 2026 dengan pendampingan Kepala Desa Meduri beserta perangkat desa. Para pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha juga terlibat aktif sebagai mitra dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui pendataan UMKM Desa Meduri tersebut, diharapkan lahir berbagai program pendampingan yang mampu meningkatkan daya saing UMKM. Pengembangan produk, perbaikan kualitas kemasan, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital menjadi fokus yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Meduri secara berkelanjutan.












