ZonaJatim – Sebagai bagian dari program Fisip Bakti Desa (FBD) 2026, tim dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan membaca buku cerita interaktif sebelum tidur bagi ibu-ibu di Desa Kemantren yang memiliki balita.
Kegiatan pendampingan literasi awal yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026) ini diusung oleh Abdul Wahid dan Ika Rizki Yustisia dengan menggandeng komunitas ibu-ibu membaca setempat.
Pelatihan tersebut memfokuskan pada teknik penyampaian cerita yang efektif dan menyenangkan melalui tiga pilar utama, yaitu pengondisian pembuka (opening), penyampaian narasi, serta aktivitas penutup berbasis bermain (closure & play).
Pada sesi praktis, para peserta diajak langsung melakukan roleplay membacakan kalimat dari buku cerita yang dibagikan, lengkap dengan latihan variasi intonasi suara, mimik wajah, hingga gerakan tubuh pendukung.
Dalam pemaparannya, Abdul Wahid menegaskan bahwa bercerita sebelum tidur merupakan bentuk komitmen bersama antara orang tua dan anak untuk merangsang kognitif, bahasa, serta imajinasi balita.
”Rutinitas bercerita sebelum tidur tidak hanya mengenalkan anak pada literasi sejak dini, tapi juga menjaga imajinasi anak pada usia emas. Imajinasi adalah modal dasar manusia berfikir, dan aktivitas ibu bercerita ini merupakan langkah efektif untuk terus menjaga dan menumbuhkan imajinasi anak”, Ujar Wahid.
Para ibu juga diingatkan untuk merespons pertanyaan dan imajinasi anak secara bijak tanpa menyalahkan, serta menghindari pendekatan yang keras agar tidak menimbulkan trauma pada fase usia emas 1–5 tahun.
Bagi orang tua yang memiliki keterbatasan akses buku fisik, pelatihan ini turut mengenalkan pemanfaatan e-book melalui ipusnas hingga pengaplikasian kecerdasan buatan (AI) untuk membantu merancang cerita secara kreatif.
Melalui pembagian buku cerita secara gratis dan pembekalan teknik bercerita ini, program FBD 2026 berharap dapat membangun budaya literasi sejak dini di lingkungan keluarga.
Pengalaman membacakan cerita yang hangat di masa kecil diyakini menjadi fondasi kuat untuk membentuk anak yang cerdas, berkarakter, serta memiliki ketertarikan tinggi terhadap literasi hingga jenjang pendidikan tinggi.










