Sidoarjo, ZonaJatim – Rektor Baru IAI Al Khoziny, Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I., resmi memimpin Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny, Sidoarjo. Sosok yang akrab disapa Gus Aab ini menggantikan rektor sebelumnya, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A.
Penetapan tersebut menjadi babak baru bagi IAI Al Khoziny, sebuah perguruan tinggi Islam yang berlokasi di Jalan KH. Hamdani, Siwalan, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Gus Aab sendiri ini bukanlah nama baru di lingkungan Nahdlatul Ulama maupun dunia pendidikan Islam. Ia dikenal sebagai ulama sekaligus pendidik yang memiliki pengalaman panjang dalam dakwah, kepemimpinan organisasi, dan pengelolaan pesantren.
Profil KH. Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), Rektor Baru IAI Al Khoziny
Abdullah Syamsul Arifin lahir di Jember pada 2 Februari 1962. Ia merupakan putra pasangan KH. Abdullah Yaqien dan Hamidah Irsyad Hasyim.
Berasal dari keluarga pesantren, Gus Aab tumbuh dalam lingkungan yang kuat dengan tradisi keilmuan Islam. Ia merupakan anak dari delapan bersaudara yang terdiri atas empat laki-laki dan tiga perempuan.
Saat ini, Gus Aab juga mengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin yang berada di Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Di samping aktivitasnya sebagai pengasuh pesantren, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam kehidupan keluarga, Gus Aab menikah dengan Karimah Abdullah, putri Abdullah Schal asal Bangkalan, Madura. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai enam orang anak.
Perjalanan pendidikannya tidak hanya ditempuh di Indonesia. Gus Aab memperdalam ilmu agama di Universitas Umm Al-Qura, Makkah, Arab Saudi.
Selama berada di Tanah Suci, ia mengikuti halaqah para mudarris Masjidil Haram di bawah bimbingan sejumlah ulama terkemuka. Di antaranya yakni Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, Syekh Ismail Zain Al-Yamani, hingga Syekh Abdullah Dardum. Pengalaman belajar langsung kepada para ulama tersebut menjadi bekal penting dalam perjalanan dakwah dan pengabdiannya.
Di bidang organisasi, kiprah Gus Aab juga cukup menonjol. Pada 28 Juli 2019, ia terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember periode 2019–2024 dalam Konferensi Cabang yang digelar di Universitas Islam Jember (UIJ).
Kepercayaan terhadap kepemimpinannya kembali diberikan pada tingkat nasional. Saat ini, Gus Aab menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) masa khidmat 2022–2027, menggantikan KH. Agus Salim.
Bagi Gus Aab, dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah di atas mimbar. Menurutnya, dakwah harus dirancang dengan strategi yang jelas, memiliki tujuan yang terukur, serta dilaksanakan dengan penuh kesabaran, kelembutan, dan keteguhan hati agar mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Dengan pengalaman sebagai pengasuh pesantren, akademisi, serta pemimpin organisasi keagamaan di tingkat daerah maupun nasional, kepemimpinan Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin sebagai rektor baru IAI Al Khoziny diharapkan mampu membawa IAI Al Khoziny terus berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dalam pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.










