Sidoarjo, ZonaJatim – Pengurus Komisariat PMII Al-Khoziny bersama dua rayon di bawah naungannya, yakni Rayon Tarbiyah dan Rayon Syariah, resmi mengemban amanah baru setelah dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Ballroom PCNU Sidoarjo, Sabtu (7/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi titik awal perjalanan kepengurusan baru PMII Al-Khoziny. Usai prosesi pengukuhan, seluruh jajaran pengurus menyatakan komitmennya untuk menjadikan sinergitas sebagai landasan utama dalam menjalankan organisasi.
Langkah ini ditempuh demi mewujudkan PMII Al-Khoziny yang progresif, transformatif, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman maupun dinamika internal organisasi.
Pelantikan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial ataupun pergantian kepemimpinan semata. Momentum tersebut menjadi penegasan komitmen bersama dalam membangun organisasi yang lebih kuat dan berdampak.
Dalam pelantikan tersebut, PMII Al-Khoziny mengungkapkan akan fokus pada upaya membangun sinergitas internal yang solid serta kolaborasi yang strategis. Dengan bergerak bersama, maka diharapkan mampu membawa PMII Al-Khoziny menjadi organisasi yang tidak hanya maju, tapi juga membawa perubahan yang nyata.

Dalam sambutan perdananya setelah dilantik, Ketua Komisariat PMII Al-Khoziny, Achmad Muzammil, menekankan bahwa tantangan yang dihadapi mahasiswa dan kader saat ini semakin kompleks.
Karena itu, pola gerakan yang berjalan sendiri-sendiri dinilai sudah tidak lagi relevan untuk menjawab kebutuhan zaman.
“Maka dari itu kami ingin dari Kepengurusan PMII Al-Khoziny ikut memberi kontribusi secara maksimal. Sehingga bisa membangun fondasi yang kuat untuk menuju pencapaian besar mari kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Untuk merealisasikan visi tersebut, kepengurusan baru PMII Al-Khoziny mengusung tiga pilar utama gerakan sebagai arah perjuangan organisasi.
Pilar pertama adalah Progresif, yakni komitmen untuk terus berkembang dan berpikir selangkah lebih maju. Para kader didorong agar mampu meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan literasi digital, sains, dan berbagai kompetensi masa depan tanpa terjebak pada romantisme kejayaan masa lalu.
Pilar kedua adalah Transformatif. PMII Al-Khoziny bertekad menjadi agen perubahan yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial, keagamaan, maupun kemasyarakatan. Organisasi diharapkan mampu mengubah gagasan dan idealisme mahasiswa menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara pilar ketiga adalah Kebal. Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi, polarisasi ideologi, hingga perubahan budaya yang cepat, PMII Al-Khoziny berupaya mencetak kader yang militan dan memiliki ketahanan kuat. Ketahanan tersebut mencakup aspek spiritual, intelektual, dan mental agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai dampak negatif perkembangan zaman.
Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa bersama serta peneguhan komitmen kolektif seluruh pengurus yang baru dilantik. Dengan semangat baru yang telah terbangun, PMII Al-Khoziny bertekad menjadi pusat gerakan mahasiswa yang adaptif, memberi dampak nyata, serta tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan di masa depan.











