ZonaJatim – Kabar gembira sekaligus mengejutkan datang dari panggung megah Xbox Games Showcase 2026. SEGA secara resmi mengonfirmasi kehadiran proyek teranyar dari waralaba legendaris mereka lewat pengumuman Remake Crazy Taxi World Tour. Game arcade balapan liar yang sempat menemani masa kecil generasi 90-an di mesin dingdong dan konsol Dreamcast ini siap terlahir kembali pada tahun 2027 dengan skala yang jauh lebih masif dan ambisius.
Kembalinya petualangan supir taksi paling nekat di dunia ini langsung memicu gelombang euforia di kalangan komunitas gamer global. Namun, di balik riuhnya sambutan hangat terhadap cuplikan gameplay perdananya, SEGA langsung tersandung badai diskusi panas terkait transparansi teknologi yang mereka gunakan selama proses pengembangan.

Sentuhan Modernitas dalam Paket Nostalgia Klasik
Berdasarkan laporan preview mendalam dari media game Polygon, Remake Crazy Taxi World Tour dipastikan akan mempertahankan DNA utamanya: aksi mengemudi ugal-ugalan demi mengejar arloji, lompatan fantastis di udara, serta seluncuran drift yang menantang hukum fisika. Karakter ikonik berambut hijau, Axel, kembali menjadi sorotan utama. Menariknya, ia tidak lagi sekadar mengantar penumpang dari titik A ke titik B di satu kota bergaya San Francisco.
Melansir laporan dari Engadget, pemain akan dibawa masuk ke dalam World Tour Campaign, sebuah mode cerita yang membawa Axel menjelajahi lima kota besar di seluruh belahan dunia. Misinya? Mengejar komplotan pencuri bermasker misterius internasional yang telah nekat membawa kabur taksi kuning kesayangannya.
Seperti yang dihimpun oleh 80.lv, SEGA menyuntikkan berbagai fitur modern agar game ini relevan dengan industri modern era 2020-an:
-
Mode Eksplorasi Luas: Selain mengantar penumpang reguler, pemain bisa mengambil pekerjaan sampingan unik, seperti mini-game memancing hingga tantangan mengantar pizza tanpa boleh tumpah dari mobil kap terbuka.
-
Kustomisasi Tanpa Batas: Kebebasan penuh bagi para pemain untuk membuka berbagai jenis kendaraan baru dan merombak tampilan taksi mereka agar terlihat beda dari yang lain.
-
Multiplayer Madness: Dukungan penuh untuk fitur multipemain, baik secara lokal maupun kompetisi daring (online) lintas platform guna membuktikan siapa pengemudi paling gila di papan peringkat global.
ADVERTISEMENT
Nostalgia pun semakin kental berkat keputusan SEGA yang tetap mempertahankan lagu latar legendaris dari band punk rock The Offspring. Begitu petikan intro gitar ikonis dan teriakan “Ya ya ya ya ya!” dari lagu All I Want berkumandang di sepanjang trailer, memori indah era kejayaan arcade langsung terasa sangat hidup.
Kejutan di Balik Layar: Transparansi Penggunaan Generative AI
Di balik segala puja-puji visualnya yang menyegarkan, sebuah kejutan besar muncul sesaat setelah laman Steam untuk Remake Crazy Taxi World Tour resmi mengudara. Menurut laporan dari Game Informer, SEGA menyertakan label AI Generated Content Disclosure yang secara gamblang mengakui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan generatif selama proses produksi gim ini.
Mengutip langsung dari pengumuman SEGA yang dimuat oleh Game Informer, pihak studio memberikan klarifikasi resmi mengenai kebijakan tersebut:
“Di SEGA Corporation, kami memanfaatkan AI generatif sebagai alat pendukung bagi para developer, dengan tujuan menghadirkan konten yang lebih baik kepada pengguna sekaligus memungkinan tim pengembang untuk lebih fokus pada tugas-tugas kreatif. Kami telah menggunakan alat pendukung AI generatif tersebut selama pengembangan Crazy Taxi: World Tour. Tidak ada AI yang digunakan untuk referensi para pengisi suara atau penampil di dalam gim ini,” tulis SEGA dalam pernyataan resminya.
Pernyataan ini langsung memicu perdebatan sengit di berbagai platform media sosial seperti Reddit dan X (Twitter). Langkah SEGA mengonfirmasi hal ini menjadikannya salah satu studio besar (AAA) pertama yang secara blak-blakan membuka dapur produksinya terkait AI kepada publik.
Bagi sebagian pihak, langkah SEGA dipandang sebagai efisiensi teknologi yang wajar guna mempercepat pembuatan aset latar belakang (background assets) dalam skala peta dunia yang sangat luas. Namun, bagi sebagian gamer dan pelaku industri kreatif, penggunaan AI generatif tetap menjadi isu sensitif terkait orisinalitas karya seni digital serta dampak lingkungan dari komputasi AI tersebut.
Meskipun memicu kontroversi di balik layarnya, proyek ini membuktikan bahwa strategi Legacy Revival milik SEGA berjalan sangat serius. Gim ini dijadwalkan meluncur pada 2027 mendatang untuk platform PC (Steam), PlayStation 5, Xbox Series X/S, serta konsol generasi terbaru Nintendo. Ditopang oleh gameplay yang solid dan pesona nostalgia yang kuat, perjalanan keliling dunia Axel tampaknya akan tetap menjadi salah satu rilisan yang paling diantisipasi dalam beberapa tahun ke depan.










