Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
Home Ekonomi

Rupiah Ngeri-Ngeri Sedap Tembus Rp 18.000: Tarik-Menarik Antara Ekonomi Indonesia dan Kebijakan Populis

Sebuah Opini terhadap Kondisi Ekonomi Indonesia

Ardy Septian Putra by Ardy Septian Putra
June 6, 2026
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Rupiah Ngeri-Ngeri Sedap Tembus Rp 18.000: Tarik-Menarik Antara Ekonomi Indonesia dan Kebijakan Populis

Ilustrasi Generated by Copilot AI

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatAppQRCode

ZonaJatim – Lanskap makroekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi ujian yang sangat berat. Kombinasi antara ketidakpastian (uncertainty) global dan arah kebijakan domestik yang dinilai terlalu intervensionis kini memicu sentimen negatif di pasar keuangan. Melansir laporan dari media ekonomi internasional The Straits Times, gelombang aksi jual aset-aset domestik atau tren “Sell Indonesia” dilaporkan mulai menyapu meja-meja perdagangan global. Para pengelola dana asing mulai merespons negatif seiring dengan semakin kuatnya cengkeraman politik Presiden Prabowo Subianto dalam mengendalikan arah kebijakan ekonomi negara.

RELATED POSTS

Dukung Cashless Campus, Food Court Baseball UNESA Utamakan Pembayaran QRIS

Siswa MANU Gondanglegi Kunjungi Edukatif Sentra Batik Sukun, Eksplorasi Nilai Seni dan Bisnis Batik

UMKM Bordir Khas Malang ZAMA Wakili Indonesia di World Expo Osaka 2025, Angkat Budaya dan Bordir ke Panggung Dunia

Badai Eksogen: Faktor Global Penyebab Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS

Indikator paling nyata dari kecemasan pasar ini tercermin pada nilai tukar rupiah yang terus tertekan. Berdasarkan laporan dari France 24 dan Al Jazeera, mata uang Garuda mencatatkan sejarah baru setelah resmi melemah melewati level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.

Tekanan eksternal memang tidak bisa diabaikan. Lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menahan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama secara otomatis menyedot likuiditas dari negara-negara berkembang.

Namun, media Asia Times memberikan warning keras bahwa jatuhnya nilai tukar rupiah tidak boleh hanya dilimpahkan pada keperkasaan dolar AS semata. Realitasnya, fundamen ekonomi domestik yang mulai rapuh serta respons kebijakan moneter-fiskal yang dinilai kurang tepat turut andil menjadi pemicu utama hilangnya kepercayaan pasar secara masif. Hubungan antara stabilitas ekonomi Indonesia dan kebijakan populis kini tengah menjadi sorotan tajam.

Ilustrasi Generated by Copilot AI, menggambarkan enam infografis mengenai kondisi Ekonomi Indonesia.

Dilema Fiskal: Dampak Nyata Kebijakan Populis di Era Baru

Sejak transisi kepemimpinan nasional ke tangan Presiden Prabowo Subianto, arah pengelolaan keuangan negara dinilai mengalami pergeseran paradigma. Mengutip ulasan Asia Times, kepergian Sri Mulyani Indrawati dari pos Menteri Keuangan pada tahun lalu diakui menjadi titik balik psikologis bagi para investor global. Tanpa kehadiran sosok jangkar fiskal yang memiliki kredibilitas tinggi di mata internasional, arah kebijakan anggaran belanja negara dianggap mulai keluar dari jalur disiplin yang ketat.

Risiko Pembengkakan Defisit Anggaran Akibat Program Strategis

Pasar keuangan menyoroti keputusan pemerintah yang langsung mengesahkan berbagai program populis skala besar, mulai dari program makan siang gratis nasional hingga rencana pembentukan super holding investasi Sovereign Wealth Fund (SWF) bernama Danantara. Meskipun program-program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, Asia Times mencatat bahwa para pelaku pasar justru mencemaskan potensi pembengkakan defisit anggaran yang tidak terkendali.

Intervensi Regulasi: Sinyal Bahaya Terkikisnya Independensi Bank Indonesia

Langkah politik domestik yang paling memicu kekhawatiran adalah keputusan parlemen yang memperluas mandat Bank Indonesia (BI) lewat revisi undang-undang terbaru. Di bawah aturan baru ini, BI tidak lagi sekadar fokus menjaga stabilitas nilai tukar, melainkan turut dibebani tanggung jawab langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan la

si legislatif semacam ini mengirimkan sinyal bahaya mengenai terkikisnya independensi bank sentral. Di tengah ketidakpastian global, pasar membutuhkan jaminan bahwa otoritas moneter dapat mengambil keputusan secara objektif tanpa tekanan politik jangka pendek.

Ketidakpastian Regulasi Sektor Riil: Hilangnya Kepercayaan Investor Asing

Dampak dari ketidakpastian regulasi ini tidak lagi terbatas pada sektor keuangan, melainkan sudah merembet ke sektor riil, khususnya hilirisasi mineral yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan investigasi eksklusif dari Reuters, Kamar Dagang China di Indonesia baru-baru ini mengirimkan surat keluhan setebal lima halaman secara langsung kepada Presiden Prabowo.

Surat tersebut berisi keberatan atas pemangkasan kuota produksi bijih nikel domestik secara drastis hingga di atas 70% di beberapa tambang utama. Selain itu, kenaikan royalti dan perubahan aturan harga patokan mineral dinilai telah membengkakkan biaya operasional perusahaan hingga mencapai 200%.

Investor China Mulai Lirik Negara Lain Akibat Inkonsistensi Aturan Nikel

Akibat kebijakan regulasi yang sering berubah di tengah jalan ini, Reuters mengungkapkan bahwa para investor asal China—yang menjadi arsitek utama di balik ledakan (boom) investasi nikel nasional—kini mulai berburu alternatif investasi di negara lain demi menyelamatkan margin profitabilitas mereka. Kasus ini menjadi bukti nyata bagaimana inkonsistensi hukum domestik dapat menakuti modal asing yang sebenarnya sudah berkomitmen jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Warning Pasar Modal: Kejatuhan IHSG dan Risiko Downgrade MSCI

Ketika kebijakan populis tidak lagi berjalan selaras dengan realitas pasar, dampaknya langsung tereskalasi ke lantai bursa. Data dari The Straits Times menunjukkan potret yang kurang menggembirakan: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot hingga 36% dari level tertinggi tahunannya, menempatkannya sebagai salah satu indeks dengan kinerja terburuk di dunia.

Kondisi ini diperparah oleh peringatan dari lembaga pemeringkat indeks global seperti MSCI, yang menyatakan adanya risiko penurunan status (downgrade) pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market akibat lemahnya pengawasan regulasi dan masalah struktural.

Kesimpulan: Menakar Masa Depan Stabilitas Makroekonomi Nasional

Pemerintah berargumen bahwa berbagai kebijakan agresif dan populis ini diperlukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi agar Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). Namun, pasar keuangan dan investasi selalu bergerak atas dasar prediktabilitas dan kepastian hukum.

Jika pemerintah terus memaksakan agenda politik populis tanpa diimbangi oleh komitmen terhadap disiplin anggaran, penguatan independensi bank sentral, serta kepastian regulasi di sektor riil, maka pelemahan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan berlanjut. Pada akhirnya, jika stabilitas ekonomi makro terganggu, masyarakat luas yang akan menanggung dampaknya melalui lonjakan inflasi dan kenaikan harga barang pokok di dalam negeri.

Tags: ChinaEkonomiIndonesiaPopulisRupiah
ShareTweetSendScan
Ardy Septian Putra

Ardy Septian Putra

Penulis SEO berbasis riset seputar tren teknologi, game, otomotif, dan ekonomi

Related Posts

Food Court Baseball UNESA
Ekonomi

Dukung Cashless Campus, Food Court Baseball UNESA Utamakan Pembayaran QRIS

May 21, 2026
MA NU Gondanglegi ke Sentra Batik Sukun
News

Siswa MANU Gondanglegi Kunjungi Edukatif Sentra Batik Sukun, Eksplorasi Nilai Seni dan Bisnis Batik

April 29, 2026
UMKM bordir khas Malang ZAMA
Malang

UMKM Bordir Khas Malang ZAMA Wakili Indonesia di World Expo Osaka 2025, Angkat Budaya dan Bordir ke Panggung Dunia

July 15, 2025
Sekartaji Bank Indonesia Malang
Ekonomi

BI Malang Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Lewat Sekartaji

June 17, 2025
Imbauan Mendagri Soal Rapat di Hotel
Nasional

PHRI Ragukan Efektivitas Imbauan Mendagri Soal Rapat di Hotel: “Jangan Sekadar Omon-omon”

June 11, 2025
karyawan hotel banyak kena PHK
Nasional

Karyawan Hotel Banyak Kena PHK, Mendagri Tito Minta Pemda Kembali Gelar Rapat di Hotel

June 11, 2025
Next Post
Hari Lingkungan Hidup 2026

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, UM Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis TPS 3R

Seleksi Akademi Arema FC 2026

Seleksi Akademi Arema FC 2026 Dibuka, Kesempatan Talenta Muda Malang Wujudkan Mimpi Jadi Pesepak Bola Profesional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Penyelewengan BBM Subsidi di Malang

Menguak Pola Berulang Penyelewengan BBM Subsidi di Malang sejak 2023 hingga-2026

April 23, 2026
Rupiah Ngeri-Ngeri Sedap Tembus Rp 18.000: Tarik-Menarik Antara Ekonomi Indonesia dan Kebijakan Populis

Rupiah Ngeri-Ngeri Sedap Tembus Rp 18.000: Tarik-Menarik Antara Ekonomi Indonesia dan Kebijakan Populis

June 6, 2026
Revolusioner! Jajaran Gadget Nvidia RTX Spark Resmi Diperkenalkan

Revolusioner! Jajaran Gadget Nvidia RTX Spark Resmi Diperkenalkan

June 4, 2026

Popular Stories

  • Rayon SPMB Kota Malang

    Daftar Lengkap Rayon SPMB Kota Malang Jalur Domisili SMA 2025 Berdasarkan Kelurahan dan Sekolah Tujuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Rayon di SPMB 2025? Panduan Lengkap Jalur Domisili di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gema Selawat di Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim Sidoarjo, Rajut Cinta dan Kedamaian Lewat Seni Al-Banjari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penuh Dedikasi, Gus Ilyas Amanatul Ummah Mojokerto Raih Penghargaan Innovator Pendidikan Indonesia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buktikan Madrasah Mampu Bersaing, MA Nurudz Dholam Sampang Borong 5 Piala di FLS3N 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Zona Jatim

© 2026 .

Zona Jatim Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Artikel

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga

© 2026 .