Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
    • Arsitektur dan Interior
    • Perumahan
    • Serba-serbi Properti
    • Jual Beli Sewa Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
    • Arsitektur dan Interior
    • Perumahan
    • Serba-serbi Properti
    • Jual Beli Sewa Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
Home Ekonomi

Daya Saing Indonesia Merosot Tajam Dalam Ranking Global IMD 2026, Dibawah Malaysia Dan Vietnam

Udin by Udin
June 30, 2026
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Daya Saing Indonesia Merosot Tajam
0
SHARES
40
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatAppQRCode

ZonaJatim – Daya Saing Indonesia Merosot Tajam dalam laporan terbaru World Competitiveness Ranking (WCR) 2026 yang dirilis International Institute for Management Development (IMD). Indonesia kini berada di posisi ke-48 dunia, turun delapan tingkat dibanding tahun sebelumnya yang masih menempati urutan ke-40.

RELATED POSTS

Dari Jagung Jadi Beragam Olahan, KKN-TK Kelompok 19 Kenalkan Inovasi Pangan di Desa Turi

Penutupan Bendungan Lahor Resmi Batal! PJT 1 Berikan 2 Aturan Baru Pasca Aksi Protes Warga

UMK Jawa Timur Terbaru dan Resmi! Daftar Lengkap Upah Minimum 38 Kabupaten Dan Kota

Penurunan ini membuat posisi Indonesia semakin tertinggal dibanding sejumlah negara di Asia Tenggara. Malaysia berhasil menempati posisi ke-15 dunia, Vietnam berada di urutan ke-27, sedangkan Thailand ada di peringkat ke-30. Bahkan, Singapura kembali menjadi negara paling kompetitif di dunia versi IMD tahun ini.

Merosotnya peringkat tersebut sekaligus menjadi titik terendah Indonesia dalam lima tahun terakhir. Padahal pada 2024 lalu, Indonesia sempat melonjak hingga peringkat ke-27 dunia sebelum kembali mengalami tren penurunan selama dua tahun berturut-turut.

Laporan IMD menilai performa ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup solid. Pada indikator economic performance, Indonesia menempati posisi ke-24 dunia dengan skor 59,9. Namun, capaian tersebut belum mampu mengangkat daya saing secara keseluruhan karena masih terbebani lemahnya efisiensi bisnis, kualitas infrastruktur, serta efektivitas pemerintahan.

Dalam kategori efisiensi pemerintahan, Indonesia berada di posisi ke-38 dengan skor 55,1. Sementara efisiensi bisnis berada di urutan ke-50 dengan skor 40,9. Adapun infrastruktur menjadi sektor paling lemah karena hanya berada di peringkat ke-58 dengan skor 31,9.

Secara regional, Indonesia juga berada di posisi ke-14 dari 15 negara Asia Pasifik yang masuk dalam pemeringkatan IMD. Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan persaingan global yang semakin besar di tengah berbagai tantangan domestik yang belum terselesaikan.

IMD menyoroti beberapa faktor utama yang menjadi hambatan bagi daya saing nasional. Mulai dari ancaman konfrontasi ekonomi global terhadap ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi yang dinilai stagnan, penyesuaian alokasi anggaran pemerintah, hingga keterbatasan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia.

“Konfrontasi ekonomi global mengancam keamanan energi nasional; pertumbuhan ekonomi yang cukup stagnan; penyesuaian alokasi anggaran pemerintah; infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia yang tidak memadai; ketersediaan sumber pendanaan yang terbatas,” tulis IMD dalam laporannya, dikutip dari tempo.co.

Direktur IMD World Competitiveness Center, Arturo Bris, menegaskan bahwa ukuran ekonomi tidak lagi menjadi faktor utama dalam menentukan daya saing sebuah negara.

ADVERTISEMENT

“Banyak negara di peringkat atas bukan ekonomi paling maju, eksportir terbesar, atau pasar terbesar, melainkan negara yang paling konsisten menegakkan supremasi hukum,” kata Bris, dikutip dari infobanknews.com.

Ia juga menekankan bahwa kredibilitas institusi menjadi faktor yang jauh lebih penting dibanding sekadar banyaknya regulasi yang dimiliki suatu negara.

“Melainkan apakah aturan tersebut benar-benar dipercaya,” imbuhnya.

Menurut IMD, negara dengan institusi yang kuat dan terpercaya akan lebih mampu bertahan menghadapi ketidakpastian global serta fragmentasi perdagangan internasional yang semakin meningkat.

Dalam lima tahun terakhir, peringkat daya saing Indonesia tercatat bergerak fluktuatif. Indonesia berada di posisi 44 pada 2022, naik ke peringkat 34 pada 2023, melonjak ke posisi 27 pada 2024, lalu turun menjadi 40 pada 2025, dan kini kembali merosot ke posisi 48 pada 2026.

Penurunan tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia membutuhkan pembenahan mendasar, khususnya pada sektor infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, efisiensi birokrasi, dan penguatan institusi agar mampu bersaing dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Tags: Daya Saing Indonesia Merosot Tajamindonesia kalah dari vietnam dalam IMDpemerintah indonesiaRanking Global IMD 2026
ShareTweetSendScan
Udin

Udin

Related Posts

Inovasi Pangan di Desa Turi
Ekonomi

Dari Jagung Jadi Beragam Olahan, KKN-TK Kelompok 19 Kenalkan Inovasi Pangan di Desa Turi

August 13, 2026
Penutupan Bendungan Lahor resmi dibatalkan kemarin (1/8/2026).
Ekonomi

Penutupan Bendungan Lahor Resmi Batal! PJT 1 Berikan 2 Aturan Baru Pasca Aksi Protes Warga

August 2, 2026
UMK Jawa Timur
Ekonomi

UMK Jawa Timur Terbaru dan Resmi! Daftar Lengkap Upah Minimum 38 Kabupaten Dan Kota

July 29, 2026
kerajinan dari sampah plastik
Ekonomi

Transformasi Limbah melalui Kreasi dan Inovasi, KKN-TK Unigoro Kelompok 02 Gelar Pelatihan Kerajinan dari Sampah Plastik di Desa Tondomulo

July 21, 2026
Kelompok 17 KKN-TK Unigoro
Ekonomi

Konkret! Kelompok 17 KKN-TK Unigoro Gandeng Disbudpar dan “Omah Menyok” Racik Mi Jagung hingga Happycorn sebagai Bekal Turun ke Desa

July 18, 2026
UMKM di Desa Meduri
UMKM

Mahasiswa KKN-TK Universitas Bojonegoro Data UMKM di Desa Meduri, Siapkan Program Pendampingan Berbasis Kebutuhan

July 18, 2026
Next Post
Simpang Empat Patih Kota Batu

Simpang Empat Patih Kota Batu Dipoles, UMKM Diproyeksi Tumbuh

PLTS ITN Malang

PLTS ITN Malang Dikenalkan ke Kampung ProKlim Madyopuro, Warga Dibekali Kemandirian Energi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Edukasi pemilahan sampah di SDN Klempun

Edukasi Pemilahan Sampah di SDN Klempun, Mahasiswa KKN UNIGORO Kenalkan Komposter Galon Tumpuk

July 31, 2026
Tiket Unggul FC Malang

Tiket Unggul FC Malang untuk Series Malang Pro Futsal League 2025-2026 Resmi Dijual, Ada 3 Kategori

May 8, 2026
Pelatihan budidaya jamur janggel di Desa Bareng

Pelatihan Budidaya Jamur Janggel di Desa Bareng, Mahasiswa Unigoro Ubah Bonggol Jagung Jadi Peluang Usaha

July 21, 2026

Popular Stories

  • Rayon SPMB Kota Malang

    Daftar Lengkap Rayon SPMB Kota Malang Jalur Domisili SMA 2025 Berdasarkan Kelurahan dan Sekolah Tujuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Rayon di SPMB 2025? Panduan Lengkap Jalur Domisili di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lengkap! Jadwal Karnaval Malang Agustus 2026, Catat Lokasi dan Tanggalnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gema Selawat di Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim Sidoarjo, Rajut Cinta dan Kedamaian Lewat Seni Al-Banjari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengusung Pakis Green Action, Mahasiswa UPN Veteran Jatim Resmi Memulai Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Pakis Surabaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Zona Jatim

© 2026 .

Zona Jatim Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Artikel

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
    • Arsitektur dan Interior
    • Perumahan
    • Serba-serbi Properti
    • Jual Beli Sewa Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga

© 2026 .