Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
Home News

Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, Mahasiswa MMD UB Luncurkan Program SEJUTA di MI Nurul Huda

Rofi Nur Hayati by Rofi Nur Hayati
July 27, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sekolah ramah lingkungan
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatAppQRCode

Malang, ZonaJatim – Sekolah ramah lingkungan menjadi salah satu fokus yang terus didorong Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 9 melalui Program SEJUTA (Sekolah Juara Tabungan Sampah). Program tersebut resmi diluncurkan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda, Desa Bakalan, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (15/7/2026), sebagai upaya menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini.

RELATED POSTS

KKN-K UTM Desa Buluharjo Edukasi Tanaman Hias untuk Tanamkan Kepedulian Lingkungan di SDN Buluharjo 2

Digitalisasi UMKM Desa Pohgedang Makin Berkembang, Mahasiswa KKN 123 UINSA Daftarkan Pelaku Usaha ke Google Maps

Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom Digelar Mahasiswa UM BBM, Hadirkan Lomba Edukatif dan Penuh Keceriaan

Program SEJUTA merupakan inovasi yang dirancang untuk membangun kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan tersebut di lingkungan rumah dan masyarakat.

Puluhan siswa MI Nurul Huda tampak antusias mengikuti rangkaian sosialisasi yang dikemas secara interaktif. Mereka diajak mengenal berbagai jenis sampah sekaligus belajar membuang sampah pada tempat yang sesuai melalui permainan edukatif yang menyenangkan.

Program SEJUTA Dukung Terwujudnya Sekolah Ramah Lingkungan

Ketua MMD UB Kelompok 9, M. Dzakil Fikri, mahasiswa Program Studi Matematika Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM), menjelaskan bahwa MI Nurul Huda dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena sekolah menjadi tempat yang efektif untuk membangun karakter peduli lingkungan sejak dini.

Mewujudkan Sekolah ramah lingkungan

Menurutnya, perubahan perilaku akan lebih mudah dibentuk ketika dimulai dari anak-anak. Kebiasaan memilah sampah yang diterapkan di sekolah diharapkan dapat terbawa hingga ke rumah sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Desa Bakalan.

“Kami melihat bank sampah desa sebenarnya sudah memiliki fondasi yang cukup baik. Namun, pasokan sampah yang sudah dipilah dari masyarakat masih sangat minim karena kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya belum terbentuk. Karena itu kami memulai dari sekolah agar budaya tersebut tumbuh sejak usia dini,” ujar Dzakil.

Melalui pendekatan tersebut, Program SEJUTA diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sekolah ramah lingkungan yang mampu menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Malang.

Hadirkan Tiga Zona Tempat Sampah Edukatif

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program, MMD UB Kelompok 9 berkolaborasi dengan komunitas lingkungan Wiskomunalian Malang menghadirkan tiga unit tempat sampah edukatif dengan klasifikasi yang berbeda.

Ketiga tempat sampah tersebut terdiri atas zona sampah botol plastik, zona sampah kertas, dan zona sampah kaleng. Masing-masing dirancang dengan tampilan menarik agar mudah dikenali oleh siswa.

Seluruh tempat sampah ditempatkan di titik-titik strategis di lingkungan sekolah sehingga dapat digunakan setiap hari oleh seluruh warga sekolah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya sekolah ramah lingkungan yang mengedepankan budaya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Selain menyediakan sarana fisik, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai fungsi setiap tempat sampah serta jenis-jenis sampah yang dapat dimasukkan ke dalamnya.

Edukasi Interaktif Tingkatkan Kesadaran Siswa

Salah satu keunggulan Program SEJUTA adalah metode pembelajaran yang tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dikemas melalui permainan edukatif.

Para siswa diajak mengelompokkan berbagai jenis sampah ke dalam tempat sampah yang sesuai. Metode praktik langsung tersebut membuat anak-anak lebih mudah memahami perbedaan sampah plastik, kertas, maupun kaleng tanpa harus menghafalkan istilah yang rumit.

Sekolah ramah lingkungan Oleh mahasiswa UB

ADVERTISEMENT

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Para siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan dan berpartisipasi dalam setiap permainan yang disiapkan oleh mahasiswa.

Pendekatan edukatif seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten, sehingga budaya menjaga kebersihan sekolah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dosen Pembimbing Apresiasi Program Berkelanjutan

Dosen Pembimbing Lapang MMD UB, Amelia Ika Pratiwi, S.E., MSA., Ak., CSRS., dari Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program yang memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, Program SEJUTA tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang menyasar akar persoalan pengelolaan sampah di Desa Bakalan.

Ia menilai keterlibatan sekolah dasar sebagai mitra strategis merupakan langkah yang tepat karena pendidikan lingkungan sebaiknya dimulai sejak usia dini. Dengan demikian, kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Pendampingan Berlanjut untuk Membangun Budaya Peduli Lingkungan

Setelah peluncuran program, MMD UB Kelompok 9 akan melanjutkan kegiatan melalui tahap pendampingan pemilahan sampah di MI Nurul Huda.

Pendampingan tersebut bertujuan memastikan siswa mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah secara mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Sistem yang dibangun juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan bank sampah desa melalui pasokan sampah yang telah dipilah dari lingkungan sekolah.

Melalui Program SEJUTA, mahasiswa berharap MI Nurul Huda dapat menjadi contoh sekolah ramah lingkungan yang berhasil membangun budaya peduli sampah sejak dini. Dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan, kebiasaan menjaga lingkungan diharapkan tidak hanya berkembang di sekolah, tetapi juga menyebar ke keluarga dan masyarakat Desa Bakalan.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, komunitas lingkungan, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan pengelolaan sampah. Langkah sederhana berupa pemilahan sampah sejak dini diharapkan dapat memberikan dampak besar dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Tags: Mahasiswa MMD UB kelompok 9Sekolah ramah lingkunganUniversitas brawijaya malang
ShareTweetSendScan
Rofi Nur Hayati

Rofi Nur Hayati

Lulusan jurusan pendidikan guru yang suka menulis seputar dunia pendidikan, sekolah, kampus, dan informasi terkini lainnya

Related Posts

Universitas Trunojoyo Madura (UTM)
News

KKN-K UTM Desa Buluharjo Edukasi Tanaman Hias untuk Tanamkan Kepedulian Lingkungan di SDN Buluharjo 2

July 27, 2026
Digitalisasi UMKM
News

Digitalisasi UMKM Desa Pohgedang Makin Berkembang, Mahasiswa KKN 123 UINSA Daftarkan Pelaku Usaha ke Google Maps

July 27, 2026
Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom
News

Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom Digelar Mahasiswa UM BBM, Hadirkan Lomba Edukatif dan Penuh Keceriaan

July 27, 2026
IKA-PMII Kota Malang
News

Graha Arshaka Diresmikan, IKA-PMII Kota Malang Siapkan Ruang Kolaborasi Kader dan Masyarakat

July 27, 2026
Hari Anak Nasional
News

Hari Anak Nasional 2026: Pemkot Batu Perkuat Komitmen Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak

July 27, 2026
pupuk kompos KOMPASTA
News

Mahasiswa UTM dan UGM Ciptakan Pupuk Kompos KOMPASTA, Inovasi Limbah Organik untuk Dukung Pertanian Berkelanjutan

July 25, 2026
Next Post
Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom

Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom Digelar Mahasiswa UM BBM, Hadirkan Lomba Edukatif dan Penuh Keceriaan

Digitalisasi UMKM

Digitalisasi UMKM Desa Pohgedang Makin Berkembang, Mahasiswa KKN 123 UINSA Daftarkan Pelaku Usaha ke Google Maps

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

bensin dari kelapa sawit

Setelah B50, Prabowo Bidik Bensin dari Kelapa Sawit dan Etanol Berbahan Tanaman Lokal

July 13, 2026
Prevalensi Stunting Jawa Timur

Prevalensi Stunting Jawa Timur Turun Drastis, Terbaik Kedua Nasional Setelah Bali

May 31, 2025
Dosen ITN Malang

Dosen ITN Malang Raih Gelar Doktor Lewat Inovasi Beton Serat Bambu Tahan Impak

July 15, 2025

Popular Stories

  • Rayon SPMB Kota Malang

    Daftar Lengkap Rayon SPMB Kota Malang Jalur Domisili SMA 2025 Berdasarkan Kelurahan dan Sekolah Tujuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Rayon di SPMB 2025? Panduan Lengkap Jalur Domisili di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gema Selawat di Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim Sidoarjo, Rajut Cinta dan Kedamaian Lewat Seni Al-Banjari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KKN-TK Kelompok 14 Unigoro Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Bareng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa KKNTK Unigoro Kelompok 09 Gelar Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Desa Clebung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Zona Jatim

© 2026 .

Zona Jatim Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Artikel

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga

© 2026 .