Trenggalek, ZonaJatim – Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom sukses digelar oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang melaksanakan program Belajar Bersama Mahasiswa (UM BBM). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 24–25 Juli 2026, di Balai Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, menjadi momentum untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak mengembangkan kreativitas, sportivitas, dan semangat kebersamaan.
Festival tersebut diikuti oleh santri dari TPQ Sunan Kudus dan TPQ Al Hidayah, Desa Karanganom. Melalui berbagai perlombaan yang disiapkan panitia, mahasiswa UM BBM ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antara dunia pendidikan, masyarakat, dan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Beragam perlombaan digelar dalam Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom, mulai dari lomba mewarnai, lomba adzan, estafet air, lompat karung, piramida cup, hingga makan kerupuk. Setiap perlombaan tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih keberanian, kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri para peserta.
Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Mereka mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat, sementara para guru TPQ, orang tua, dan masyarakat setempat turut memberikan dukungan serta semangat kepada peserta. Suasana penuh tawa dan keceriaan mewarnai jalannya festival, menjadikan peringatan Hari Anak Nasional terasa lebih bermakna bagi seluruh warga.
Mahasiswa UM BBM yang menjadi panitia pelaksana bekerja sama dengan ustaz dan ustazah TPQ serta perangkat desa dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan sosial tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
Selain menjadi ajang hiburan, Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom juga membawa nilai edukatif. Melalui lomba-lomba yang diselenggarakan, anak-anak diajak untuk belajar menghargai proses, menjunjung tinggi sportivitas, serta membangun rasa percaya diri sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan UM BBM. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga berupaya menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga desa, khususnya anak-anak.

Mahasiswa UM berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Melalui festival ini, mereka ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa, lembaga pendidikan keagamaan, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Karanganom ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dukungan yang diberikan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan program yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui Festival Hari Anak Nasional di Desa Karanganom, mahasiswa UM BBM berharap semangat belajar, kreativitas, kebersamaan, dan kepedulian terhadap anak-anak dapat terus tumbuh. Festival ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang ramah anak sekaligus memperingati Hari Anak Nasional dengan cara yang edukatif, menyenangkan, dan penuh makna.












