Malang, ZonaJatim – Kebakaran Bakso Adam dan warung makan Sawojajar menggemparkan warga Kota Malang pada Jumat (24/7) malam. Insiden yang terjadi di kompleks pujasera di Jalan Danau Ranau, tepat di belakang Superindo Sawojajar, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, menghanguskan tujuh kios usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, nilai kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta.
Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar ketika kepulan asap hitam disertai kobaran api terlihat muncul dari salah satu bangunan di area pujasera sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke kios-kios lain yang berdempetan sehingga membuat warga kesulitan melakukan upaya pemadaman secara mandiri.
Kondisi bangunan yang saling berhimpitan membuat kobaran api cepat menyebar ke sejumlah warung makan dan kios yang berada dalam satu kompleks. Warga memilih menjauh dari lokasi demi menghindari risiko kebakaran yang semakin membesar sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba.
Kebakaran Bakso Adam dan Warung Makan Sawojajar Dilaporkan Sekitar Pukul 21.35 WIB
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.35 WIB. Tidak berselang lama, lima unit mobil pemadam kebakaran beserta 15 personel langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Petugas menempuh perjalanan sekitar 4,7 kilometer sebelum tiba di lokasi pada pukul 21.43 WIB. Sesaat setelah tiba, tim segera melakukan langkah awal dengan mengisolasi area yang belum terdampak api agar kobaran tidak semakin meluas ke bangunan di sekitarnya.
“Tim datang ke lokasi kemudian melakukan bloking pada area yang belum terbakar agar api tidak merambat, dilanjutkan dengan pemadaman dan proses pendinginan,” ujar Pandu dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (25/7) dini hari.
Strategi tersebut dinilai efektif untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar kompleks pujasera.
Api Diduga Berasal dari Dapur Salah Satu Warung Makan
Berdasarkan dugaan sementara, sumber api berasal dari area dapur salah satu warung pecel lele yang berada di dalam kompleks pujasera. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari aparat kepolisian.
Kondisi dapur yang berada di tengah deretan kios membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan lainnya. Material bangunan yang mudah terbakar serta jarak antarkios yang sangat rapat mempercepat penyebaran api hanya dalam hitungan menit.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih mengumpulkan sejumlah keterangan dan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab utama kebakaran tersebut.
Sekitar 20 Ribu Liter Air Dihabiskan untuk Menjinakkan Kobaran Api
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan sumber daya secara maksimal. Sekitar 20 ribu liter air digunakan untuk memadamkan kobaran api yang melahap area seluas kurang lebih 470 meter persegi.
Operasi pemadaman berlangsung selama sekitar 76 menit. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Langkah pendinginan menjadi bagian penting dalam setiap operasi pemadaman, terutama pada bangunan yang memiliki banyak material mudah terbakar dan masih menyimpan bara api di sejumlah sudut bangunan.
Sejumlah Instansi Turut Membantu Penanganan Kebakaran
Penanganan kebakaran tidak hanya dilakukan oleh UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang. Sejumlah instansi dan relawan turut diterjunkan untuk membantu proses evakuasi maupun pengamanan lokasi.
Beberapa pihak yang terlibat antara lain Polresta Malang Kota, PLN, Babinsa, Relawan RJT, hingga relawan Es Teh Anget. Kehadiran berbagai unsur tersebut membantu mempercepat proses penanganan serta menjaga keamanan di sekitar lokasi kebakaran.
Selain membantu pemadaman, petugas juga memastikan aliran listrik di area terdampak dalam kondisi aman agar tidak memicu bahaya lanjutan.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp700 Juta, Tidak Ada Korban Jiwa
Meski menghanguskan tujuh kios UMKM, peristiwa kebakaran Bakso Adam dan warung makan Sawojajar dipastikan tidak menelan korban jiwa maupun korban luka.
Namun demikian, kerugian material akibat musibah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta. Nilai kerugian tersebut mencakup bangunan, peralatan usaha, perlengkapan memasak, hingga barang dagangan milik para pelaku usaha yang tidak sempat diselamatkan.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi para pemilik kios yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas usaha di kompleks pujasera tersebut. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk beroperasi.
Pihak berwenang kini masih melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran sekaligus menyelidiki penyebab pasti munculnya api. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab insiden sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan aspek keselamatan di kawasan pusat kuliner dan usaha masyarakat.
Musibah ini juga menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha kuliner agar rutin memeriksa instalasi listrik, peralatan memasak, serta menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat. Dengan penerapan standar keselamatan yang lebih baik, risiko kebakaran di kawasan usaha padat seperti pujasera diharapkan dapat diminimalkan pada masa mendatang.












