Bojonegoro, ZonaJatim – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) Kelompok 09 Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan survei awal di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (29/05/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk melakukan pemetaan masalah serta menggali potensi yang dimiliki desa sebelum pelaksanaan program KKNTK.
Tujuan utama dari survei awal ini adalah untuk mengumpulkan data riil mengenai kondisi geografis, sosial, dan budaya masyarakat setempat.
Melalui observasi langsung dan wawancara dengan berbagai elemen desa, mahasiswa KKNTK Kelompok 09 Unigoro berharap dapat mengidentifikasi permasalahan krusial yang dihadapi warga sekaligus memetakan potensi wisata sejarah dan kearifan lokal yang belum terangkat ke permukaan.
Kedatangan mahasiswa disambut baik oleh Pemerintah Desa Clebung. Kepala Desa Clebung, Kasihanto, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan mahasiswa selama menjalankan KKNTK di desa tersebut.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa di Desa Clebung. Pemerintah desa siap membantu dan mendukung kegiatan yang nantinya dilaksanakan selama KKNTK,” ujar Kasihanto.

Usai berkoordinasi di kediaman kepala desa, mahasiswa langsung menemui Mbah Watimo selaku sesepuh desa setempat. Dari kunjungan lanjutan ini, mahasiswa mendapatkan informasi berharga mengenai asal-usul nama Desa Clebung yang sarat akan nilai sejarah lokal. Tokoh yang pertama kali membuka lahan (babat alas) di sana adalah Kanjeng Raden Bagus Lancing Kusumo.
“Dari cerita turun-temurun, saat berjuang membuka lahan di hutan lebat ini, beliau sempat menahan lapar dan dahaga karena keterbatasan pasokan makanan. Akhirnya, beliau memanfaatkan bambu muda atau rebung untuk dijadikan sayur, lalu dicampur dengan sambal pecel. Dari situlah muncul nama Desa Clebung, yang merupakan perpaduan dari kata pecel dan rebung,” jelas Mbah Watimo kepada mahasiswa.
Tak hanya menceritakan sejarahnya, Mbah Watimo juga mengajak mahasiswa untuk melihat langsung Sendang Raden Lancing Kusumo, sebuah situs keramat yang menjadi cikal bakal desa dan memiliki potensi besar untuk dijaga serta dikembangkan.
Petualangan survei Kelompok 09 semakin lengkap saat mereka menemui pengurus Karang Taruna desa setempat untuk berkoordinasi mengenai kolaborasi program kerja kepemudaan ke depan. Dalam kesempatan tersebut, pemuda Karang Taruna juga menginformasikan salah satu peninggalan ikonik di Desa Clebung, yaitu Jubung, sebuah situs bangunan tua yang dulunya digunakan sebagai tempat pembakaran batu kapur.
Melalui survei awal yang komprehensif ini, mahasiswa KKNTK Unigoro berharap bisa lebih memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat Desa Clebung. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat yang besar bagi kedua belah pihak.
Bagi mahasiswa, survei ini memberikan ruang belajar nyata dalam menerapkan ilmu di tengah masyarakat dan melatih kepekaan sosial.
Sementara bagi warga Desa Clebung, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan perspektif baru, membantu menyuarakan masalah mendesak seperti akses air bersih, serta membantu mempromosikan situs sejarah seperti Sendang Raden Lancing Kusumo dan Jubung agar lebih dikenal luas.
Data yang terkumpul dari survei ini akan menjadi modal utama dalam menyusun program kerja yang solutif, aplikatif, dan tepat sasaran selama masa pengabdian di Desa Clebung.










