ZonaJatim – Panggung PlayStation State of Play 2026 resmi diguncang oleh pengumuman mengejutkan dari Santa Monica Studio. Sukses menutup Norse saga di seri sebelumnya, mereka kini meluncurkan proyek terbaru bertajuk God of War Laufey. Alih-alih melanjutkan perjalanan Kratos, game PS5 terbaru ini mengambil langkah berani dengan menjadikan Faye (Laufey), mendiang istri Kratos, sebagai tokoh utama.
Langkah radikal ini langsung memicu reaksi mixed dari komunitas global. Sebagian fans menyambutnya dengan antusiasme tinggi, sementara sebagian lainnya menyatakan skeptis karena hilangnya sosok maskulin Kratos yang selama ini menjadi ikon waralaba.
Menanggapi keraguan tersebut, Ariel Lawrence selaku sutradara God of War Laufey angkat bicara. Seperti yang dikutip dari laporan mendalam Gamespot, Lawrence menegaskan bahwa perubahan ini adalah tantangan kreatif yang sehat bagi tim.
“Setiap kali kami mencoba sesuatu yang baru, seseorang di dalam maupun di luar studio pasti akan bilang, ‘Oh, menurutku itu bukan ide yang bagus.’ Namun, hal itu justru menjadi tantangan personal bagi tim untuk terus bereksperimen dan mendobrak batas,” ungkap Lawrence dalam wawancara eksklusif tersebut. Ia menjamin bahwa meski Faye memiliki fisik dan gaya bertarung yang lebih lincah dibanding Kratos, tingkat kebrutalan dan aksi visioner khas seri ini tetap dipertahankan demi memuaskan insting para pemain.

Alur Cerita dan Latar Baru: Selamat Datang di “Everywhen”
Berdasarkan cuplikan gameplay berdurasi 20 menit yang dibagikan, cerita dimulai secara paralel dengan pembukaan God of War (2018). Saat Kratos dan Atreus membakar jasad Faye di dunia fana, Faye justru terbangun di sebuah dimensi asing yang belum pernah dijamah sebelumnya. Tempat misterius ini dikonfirmasi bernama Everywhen.
Melansir artikel lanjutan dari Gamespot, Everywhen digambarkan sebagai sebuah wilayah di luar alam fana yang menjadi muara dari segala energi magis dan tempat berkumpulnya para dewa setelah mereka mati. Konsep ini menjawab pertanyaan besar yang menggelitik benak fans selama 20 tahun terakhir: ke mana perginya para dewa yang telah dibantai oleh Kratos jika mereka tidak ada di underworld masing-masing?
Dengan latar dimensi lintas mitologi ini, Santa Monica Studio memberikan sinyal kuat bahwa dewa-dewa ikonik dari era Yunani yang telah tewas di tangan Kratos berpotensi bangkit dan kembali muncul. Ariel Lawrence bahkan memberi petunjuk emosional mengenai kemungkinan kembalinya Ares, sang Dewa Perang Yunani pertama yang dibunuh Kratos pada game originalnya tahun 2005 silam. Tidak hanya dewa masa lalu, dimensi Everywhen juga langsung memperkenalkan musuh baru dari mitologi lain, seperti duet dewa perang Begtse (Mongolia) dan Sekhmet (Mesir).
Senjata Eksotis dan Karakter Unik “Phranque Sang Jello Cube”
Faye dipastikan tidak akan dibekali Leviathan Axe miliknya dalam petualangan ini. Sebagaimana diwartakan oleh Engadget, Faye akan bertarung menggunakan sebuah bilah pedang indah nan eksotis yang dapat dilemparkan dan ditarik kembali secara magis. Desain mekanis senjata ini sekilas memberikan sensasi bernostalgia seperti menggunakan Blades of Chaos. Pedang tersebut juga dilengkapi dengan pita ajaib bernama Rue yang berfungsi menjaga agar senjata tersebut tidak direbut oleh musuh.
Namun, daya tarik utama yang paling mencuri perhatian jagat maya dan dinobatkan sebagai breakout character dalam ajang State of Play kali ini adalah kehadiran rekan perjalanan Faye yang sangat eksentrik. Masih mengutip laporan dari Engadget dan ulasan khusus dari Paul Tassi di Forbes, Faye akan ditemani oleh Phranque, sebuah makhluk berbentuk kubus jeli kosmik (cosmic gelatinous cube) yang bisa berbicara. Phranque bertindak sebagai pemandu yang mengenalkan Faye pada realita Everywhen sebagai tempat pelarian dan perebutan kekuasaan para dewa yang telah mati.
Kehadiran kubus jeli yang unik ini memicu gelombang diskusi masif di forum komunitas. Menurut analisis Forbes, kombinasi antara atmosfer magis yang kelam dengan elemen pendukung yang sedikit jenaka dinilai memberikan warna baru yang belum pernah ada dalam sejarah waralaba God of War.
Hingga saat ini, pihak PlayStation Studios belum mengumumkan tanggal rilis resmi untuk God of War Laufey. Kendati demikian, melihat progres pengembangan dan cuplikan perdana yang sudah sangat matang, para analis memprediksi game ini akan siap meluncur di konsol PlayStation 5 paling cepat pada tahun 2027 mendatang. Ditengah pro dan kontra, proyek ini membuktikan bahwa Santa Monica Studio tidak pernah takut untuk keluar dari zona nyaman demi memperluas lore mitologi mereka.




