Surabaya, ZonaJatim – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 UPN Veteran Jawa Timur membawa inovasi menarik bagi masyarakat. Mereka mengajak warga RW 5, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, untuk mengolah limbah. Langkah ini difokuskan pada pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai guna tinggi.
Kegiatan pengolahan limbah rumah tangga tersebut dilaksanakan secara meriah pada Senin (3/8/2026). Program ini secara khusus melibatkan warga setempat, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga. Mereka diajak untuk mengikuti praktik pembuatan inovasi tersebut secara langsung dari awal hingga akhir.
Pelatihan ini dilakukan sebagai upaya edukatif mengenalkan alternatif pengelolaan limbah yang tepat sasaran. Pasalnya, minyak bekas pakai tersebut masih sering dibuang begitu saja setelah digunakan untuk memasak. Mengutip dari berbagai jurnal lingkungan hidup, pembuangan limbah cair sembarangan ini sangat merugikan alam sekitar.
Pembuangan limbah ke selokan maupun tanah dapat mencemari lingkungan sekitar secara masif dan berkepanjangan. Hal tersebut berisiko menyumbat saluran air serta mencemari sumber air bersih masyarakat. Selain itu, tindakan ini juga mengganggu kehidupan makhluk perairan serta menimbulkan bau yang tidak sedap.
Ketua Kelompok 10 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan lilin semata. Mereka juga mengajak warga melihat potensi dari limbah rumah tangga sehari-hari yang sering diabaikan. Edukasi ini diharapkan mampu merubah pola pikir masyarakat ke arah yang lebih ramah lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa minyak jelantah tidak harus langsung dibuang. Dengan pengolahan sederhana, limbah ini masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna,” ujarnya.
Proses Inovatif Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi
Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi ternyata tidak membutuhkan peralatan yang terlalu rumit. Masyarakat dapat mempraktikkannya sendiri menggunakan perlengkapan dapur yang sudah tersedia di rumah. Melansir dari modul panduan mahasiswa KKN, prosesnya terbagi dalam beberapa tahap yang cukup sederhana.
Tahapan Penjernihan Minyak Bekas
Proses pembuatan selalu diawali dengan menjernihkan minyak jelantah yang telah disaring dari kotoran sisa makanan. Minyak kotor tersebut kemudian dipanaskan secara perlahan menggunakan api bertekanan kecil. Setelah itu, bahan cair tersebut dicampurkan dengan arang aktif serta bleaching earth.
Campuran ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk membantu mengurangi kotoran dan endapan yang tersisa. Setelah didiamkan beberapa saat, minyak yang telah berubah lebih jernih segera dipisahkan dari endapan. Minyak bersih inilah yang nantinya digunakan sebagai bahan utama pembuatan lilin.
Penjernihan ini sangat krusial untuk menghilangkan aroma tengik yang mengganggu dari sisa penggorengan. Apabila proses ini dilewatkan, hasil akhir produk tidak akan memiliki wangi yang maksimal. Oleh karena itu, para peserta sangat memperhatikan tahapan penjernihan ini dengan saksama.
Pencetakan dan Penambahan Aromaterapi
Minyak yang sudah jernih tersebut selanjutnya dicampurkan dengan bahan tambahan berupa parafin dan stearin. Campuran ini kemudian dipanaskan kembali hingga seluruh bahan tersebut meleleh dengan sempurna. Pemateri memastikan bahwa seluruh komponen tercampur merata tanpa ada satupun yang menggumpal.
Adonan lilin yang telah siap kemudian dituangkan ke dalam wadah atau cetakan khusus. Wadah tersebut tentunya sudah dipasangi sumbu di bagian tengahnya agar lilin dapat menyala dengan baik. Proses penuangan ini harus dilakukan dengan hati-hati mengingat suhu cairan yang cukup panas.
Peserta kemudian dapat menambahkan pewangi dan pewarna cair sesuai dengan selera masing-masing. Penambahan esensial ini adalah kunci utama dalam menyulap minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Setelah semua tahap peracikan selesai, lilin dibiarkan pada suhu ruang hingga mengeras sempurna.
Antusiasme Warga Putat Jaya Surabaya
Suasana kegiatan terlihat sangat interaktif ketika ibu-ibu warga mulai mengikuti tahapan praktik. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh instruksi yang sebelumnya diperagakan oleh para pemateri dari UPN. Sesi tanya jawab pun sering terjadi selama proses pengolahan berlangsung di balai warga.
Peserta sama sekali tidak hanya menyaksikan demonstrasi yang diberikan oleh para mahasiswa KKN. Mereka turut mencoba langsung proses pengolahan limbah kotor tersebut hingga menghasilkan produk lilin. Pengalaman hands-on ini membuat materi lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Salah satu warga perwakilan RW 5 mengaku sangat terkesan dengan pelatihan yang diberikan tersebut. Kegiatan ini dinilai sukses memberikan pengalaman baru dalam mengolah minyak bekas pakai yang tadinya dibuang.
“Biasanya minyak jelantah setelah dipakai ya dibuang. Ternyata bisa dibuat lilin seperti ini, jadi kami bisa tahu cara memanfaatkannya,” katanya.
Dampak Jangka Panjang bagi Lingkungan dan Ekonomi
Pengelolaan limbah secara mandiri memberikan dampak yang sangat positif. Lingkungan menjadi lebih bersih karena volume limbah cair yang dibuang sembarangan berkurang secara drastis. Selain itu, saluran air di kawasan padat penduduk juga terhindar dari tumpukan lemak.
Kegiatan tersebut sangat diharapkan dapat memberikan keterampilan praktis dan aplikatif kepada seluruh warga RW 5. Program ini juga mendorong secara langsung pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai produk bernilai jual. Warga bahkan bisa memasarkannya untuk menambah pemasukan ekonomi keluarga.
“Harapannya setelah kegiatan ini warga bisa mencoba kembali di rumah dan tidak langsung membuang minyak jelantah yang masih bisa dimanfaatkan,” ujar ketua kelompok.
Produk lilin yang dihasilkan terbukti memiliki daya bakar yang awet dan wangi yang sangat menenangkan. Ibu-ibu dapat memanfaatkannya sebagai pengharum ruangan alami dan ekonomis di rumah mereka masing-masing. Hal ini tentu dapat menghemat pengeluaran belanja bulanan untuk membeli pengharum ruangan komersial.
Kegiatan pelatihan yang sarat manfaat ini kemudian ditutup dengan sesi berfoto bersama. Momen kebersamaan antara peserta dan anggota KKN Kelompok 10 ini menjadi bentuk dokumentasi resmi kegiatan. Sesi ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga di Kelurahan Putat Jaya.











