Surabaya, ZonaJatim – KKN UPN Veteran Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Bertempat di Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menghadirkan berbagai inovasi berbasis pengelolaan limbah dan pemanfaatan potensi lokal sebagai solusi nyata bagi masyarakat.
Program tersebut secara resmi diperkenalkan dalam kegiatan pembukaan KKN yang berlangsung pada Rabu (30/7). Kegiatan ini menjadi awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, sekaligus produktif melalui pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Mengusung tema pemeliharaan lingkungan, mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur menyusun sejumlah program kerja berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama warga. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap kegiatan yang dijalankan mampu menjawab persoalan nyata di lingkungan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kelurahan Banyu Urip.
Tiga program unggulan yang diperkenalkan adalah JELITA (Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Sabun Bernilai Ekonomi), HERBIS (Herbal Bisnis), dan PUNTUNG (Pusat Pembasmi Hama Tangguh). Ketiga program tersebut dirancang untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah maupun potensi sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.
KKN UPN Veteran Jawa Timur Hadirkan Tiga Program Unggulan
Program pertama, JELITA, menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa mengedukasi warga mengenai bahaya membuang minyak jelantah secara sembarangan ke saluran air maupun tanah.
Minyak bekas memasak diketahui dapat mencemari lingkungan serta menyebabkan penyumbatan saluran drainase apabila dibuang tanpa pengelolaan yang benar. Oleh karena itu, mahasiswa memperkenalkan cara mengolah minyak jelantah menjadi sabun yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Selain memberikan penyuluhan, mahasiswa juga mengadakan praktik langsung sehingga masyarakat dapat memahami proses pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang layak digunakan. Melalui kegiatan tersebut, warga diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memperoleh peluang usaha baru berbasis daur ulang limbah rumah tangga.
Program berikutnya adalah HERBIS atau Herbal Bisnis. Inovasi ini memanfaatkan belimbing wuluh yang banyak tumbuh di lingkungan Kelurahan Banyu Urip menjadi produk herbal bernilai tambah.
Selama ini, belimbing wuluh sering kali hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan atau bahkan dibiarkan terbuang ketika panen melimpah. Melalui program HERBIS, mahasiswa mendorong masyarakat untuk melihat potensi ekonomi dari tanaman lokal tersebut.
Pengolahan belimbing wuluh menjadi produk herbal diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lingkungan.
Sementara itu, program PUNTUNG menghadirkan solusi terhadap persoalan limbah puntung rokok yang selama ini sering ditemukan berserakan di berbagai sudut lingkungan.
Mahasiswa mengajak masyarakat memahami bahwa puntung rokok merupakan limbah yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Melalui edukasi dan praktik sederhana, limbah puntung rokok diolah menjadi pestisida organik yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan hama tanaman.
Inovasi tersebut menjadi contoh bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berguna apabila dikelola secara kreatif dan bertanggung jawab.
Pengelolaan Limbah Menjadi Edukasi Sekaligus Peluang Ekonomi
Selain mengedepankan aspek lingkungan, seluruh program yang dijalankan mahasiswa mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur juga memiliki tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Konsep ekonomi sirkular diterapkan melalui pemanfaatan kembali limbah rumah tangga maupun potensi tanaman lokal sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Program-program tersebut juga mendorong masyarakat agar tidak lagi memandang limbah sebagai sampah semata, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai apabila dikelola secara tepat.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan
Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak lepas dari sinergi antara mahasiswa, pemerintah Kelurahan Banyu Urip, serta masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.
Melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, hingga praktik langsung, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengelola minyak jelantah, memanfaatkan belimbing wuluh, serta mengolah limbah puntung rokok menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Tidak hanya memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa berharap berbagai inovasi yang diperkenalkan selama pelaksanaan KKN dapat terus diterapkan meskipun masa pengabdian telah berakhir. Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada kegiatan KKN semata, tetapi mampu menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Melalui KKN UPN Veteran Jawa Timur, mahasiswa menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar apabila dilaksanakan bersama masyarakat. Program JELITA, HERBIS, dan PUNTUNG menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah tidak hanya mampu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal.
Komitmen tersebut sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, KKN UPN Veteran Jawa Timur diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program pengabdian masyarakat di berbagai daerah lainnya.












