BOJONEGORO, ZonaJatim – Edukasi pemilahan sampah di SDN Klempun menjadi salah satu program yang dijalankan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro (UNIGORO).
RELATED POSTS
Melalui kegiatan yang berlangsung di SDN Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (25/7/2026), para mahasiswa mengenalkan cara mengelola sampah organik menggunakan komposter galon tumpuk sebagai upaya membangun budaya sekolah yang ramah lingkungan.
Program tersebut diikuti siswa kelas V dan VI. Sebelum memasuki materi utama, mahasiswa mengajak peserta mengikuti berbagai permainan edukatif dan sesi ice breaking. Suasana belajar yang semula formal pun berubah lebih interaktif sehingga para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa menjelaskan pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik dan anorganik. Para siswa juga memperoleh pemahaman mengenai dampak penumpukan sampah terhadap lingkungan serta manfaat pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan di lingkungan sekolah maupun rumah.
Sebagai bentuk praktik, mahasiswa KKN memperagakan pembuatan komposter galon tumpuk yang dirancang dari empat galon bekas yang disusun secara vertikal. Bagian atas dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sampah organik, seperti sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun kantin sekolah. Sampah tersebut selanjutnya diolah menjadi kompos, sedangkan bagian bawah berfungsi menampung cairan hasil fermentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC).
Selama demonstrasi, mahasiswa memaparkan tahapan pembuatan komposter secara rinci, mulai dari proses melubangi galon, mencacah sampah organik, hingga menambahkan bioaktivator EM4 untuk mempercepat proses penguraian sekaligus mengurangi bau yang ditimbulkan selama proses fermentasi.
Meski belum dilibatkan dalam proses perakitan, para siswa tampak aktif memperhatikan setiap tahapan. Mereka juga mengajukan berbagai pertanyaan terkait cara penggunaan, perawatan, hingga manfaat komposter dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa komposter galon tumpuk merupakan salah satu solusi pengelolaan sampah organik yang sederhana, hemat biaya, tidak membutuhkan lahan luas, dan mudah diterapkan di sekolah maupun rumah tangga. Melalui metode ini, limbah organik tidak lagi berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Sebagai tindak lanjut program, Mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif Kelompok 16 Universitas Bojonegoro menyerahkan empat unit komposter galon tumpuk kepada SDN Klempun. Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi warga sekolah untuk membiasakan pemilahan sampah sekaligus mengolah limbah organik secara mandiri.
Melalui edukasi pemilahan sampah di SDN Klempun ini, mahasiswa berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini. Dengan demikian, kebiasaan mengelola sampah secara benar tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah.











