Malang, ZonaJatim – Mahasiswa UB yang tergabung dalam program FISIP Bakti Desa (FBD) 2026 Universitas Brawijaya (UB) meluncurkan inovasi KataMantren (Katalog Karya Kemantren) untuk memperluas jangkauan pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Peluncuran inovasi berbasis cetak dan digital ini ditandai dengan penyerahan simbolis kepada kepada perwakilan UMKM Desa Kemantren, Ibu Yanti, dan Penanggung Jawab Kepala Desa sementara, Ibu Lilik Tri Setiawati, S.TP., M.M,, pada acara penutupan FBD di Jalan Kolonel Sugiono RT 03 RW 03, Sabtu (25/7/2026).
Pemetaan Potensi Lewat Observasi Lapangan
Sebelum merancang katalog tersebut, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi dan wawancara mendalam selama tiga hari. Tim menemui pengurus UMKM lokal, termasuk Hendro Joyo dan Bu Wid sebagai anggota penggerak, guna memetakan potensi ekonomi sekaligus mengidentifikasi hambatan utama yang dihadapi para pelaku usaha.
Hasil pendataan menunjukkan bahwa mayoritas UMKM Desa Kemantren masih terkendala keterbatasan jangkauan promosi. Padahal, desa ini menyimpan potensi ekonomi yang besar melalui ragam produk unggulan di sektor kuliner, konveksi, hingga kerajinan tangan.
Muat Profil 20 UMKM Lengkap dengan Akses Peta Digital
Menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa menginisiasi KataMantren sebagai wadah resmi untuk mempromosikan dan mendokumentasikan produk lokal. Katalog setebal 26 halaman ini memuat profil lengkap dari 20 pelaku UMKM di Desa Kemantren.
Di dalam katalog, setiap usaha dilengkapi dengan informasi detail yang memuat: Nama usaha dan nama pemilik, logo serta foto produk unggulan, kategori produk dan kisaran harga, informasi kontak dan tautan alamat lokasi usaha, serta tautan akun media sosial hingga toko marketplace
KataMantren Bisa Diakses Secara Cetak Maupun Online di Heyzine
Guna menjangkau pasar yang lebih luas, KataMantren tidak hanya hadir dalam bentuk fisik, tetapi juga dapat diakses secara online melalui platform Heyzine.com. Integrasi digital ini memudahkan calon konsumen dari luar daerah untuk menjelajahi produk-produk khas Desa Kemantren kapan saja.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim KKN menyerahkan empat eksemplar katalog fisik kepada pihak pemerintah desa dan pengelola UMKM. Langkah ini diharapkan memastikan media promosi tersebut tetap dapat dimanfaatkan secara optimal meski program pengabdian mahasiswa telah usai.
Kolaborasi antara mahasiswa UB, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi UMKM Desa Kemantren untuk semakin mandiri, dikenal luas, dan naik kelas di era digital.











