ZonaJatim.net – Pelaksanaan TKA SD Jawa Timur 2026 resmi dimulai pada 20 April dan berlangsung hingga 30 April 2026 secara serentak di seluruh satuan pendidikan. Dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat partisipasi siswa tetap tinggi dan stabil, menunjukkan konsistensi dukungan terhadap evaluasi akademik di tingkat sekolah dasar.
Dinas Pendidikan Jawa Timur mencatat, sebanyak 408.901 siswa atau 99,5 persen mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SD tahun ini. Angka tersebut relatif sejalan dengan capaian tahun 2025 yang juga menunjukkan tingkat partisipasi tinggi dari total calon peserta.
Pelaksanaan tahun ini dirancang lebih fleksibel dengan pembagian empat gelombang sesuai kesiapan sekolah. Selain itu, terdapat satu gelombang tambahan khusus bagi peserta program kesetaraan Paket A, sehingga memperluas akses bagi seluruh peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menekankan pentingnya koordinasi lintas daerah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan TKA tahun ini. Ia menyebut tim provinsi turut terlibat dalam proses pemantauan mulai dari tahap persiapan hingga evaluasi.
“Pelaksanaan TKA jenjang SD kami dorong tetap fleksibel tanpa mengurangi kualitas standar,” ujar Aries, dikutip dari RRI.
Ia juga menyoroti tingginya tingkat partisipasi siswa sebagai indikator keberhasilan kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua. “Capaian ini menunjukkan komitmen kuat sekolah guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan,” imbuh Aries, dikutip dari RRI.
Perbandingan Data TKA SD Jawa Timur 2026 dan 2025
Jika dibandingkan dengan data tahun 2025 yang bersumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah peserta TKA SD tidak mengalami perubahan signifikan. Pada 2025, total calon peserta jenjang SD tercatat sebanyak 410.959 siswa, dengan realisasi mengikuti sebanyak 408.901 siswa atau sekitar 99,5 persen.
Sementara pada 2026, jumlah peserta yang mengikuti tetap berada di angka yang sama, yakni 408.901 siswa. Hal ini menunjukkan stabilitas partisipasi, meskipun dinamika jumlah calon peserta bisa mengalami perubahan setiap tahunnya.
Dari sisi satuan pendidikan, partisipasi juga menunjukkan konsistensi tinggi. Pada 2025, sebanyak 18.748 sekolah atau 99,18 persen telah berpartisipasi dalam TKA SD. Angka tersebut masih terjaga pada pelaksanaan tahun 2026, yang menunjukkan kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan evaluasi akademik secara merata.
Namun demikian, masih terdapat sebagian kecil siswa yang tidak mengikuti TKA. Pada 2026, tercatat sebanyak 2.058 siswa atau sekitar 0,5 persen tidak mengikuti ujian. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 2.806 siswa tidak mengikuti dari total seluruh jenjang pendidikan.
Pelaksanaan Lebih Fleksibel di 2026
Salah satu perbedaan utama dalam TKA SD Jawa Timur 2026 dibandingkan tahun sebelumnya adalah sistem pelaksanaan yang lebih fleksibel. Pembagian gelombang memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menyesuaikan jadwal dengan kesiapan infrastruktur dan peserta didik.
Kebijakan ini dinilai mampu menjaga kualitas pelaksanaan sekaligus mengurangi potensi kendala teknis di lapangan. Selain itu, keberadaan gelombang khusus untuk peserta Paket A menjadi langkah inklusif dalam memastikan seluruh kelompok peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas melalui pemantauan berbasis posko.
“Kami memastikan pelaksanaan TKA berlangsung tertib transparan dan akuntabel melalui pemantauan posko. Hasilnya akan menjadi dasar kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran di Jawa Timur,” kata Aries, dikutip dari RRI.










