Surabaya, ZonaJatim – Perkembangan ekonomi kerakyatan di Surabaya terus menunjukkan tren positif berkat kolaborasi aktif masyarakat dan kalangan akademisi. Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 13 UPN “Veteran” Jawa Timur, mereka sukses menggelar program Sosialisasi Kewirausahaan komprehensif. Kegiatan inspiratif ini menyasar langsung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM Gunung Anyar Tambak.
Acara edukatif yang berlangsung pada Kamis (6/8/2026) tersebut bertempat strategis di balai pertemuan RW 01 setempat. Kelompok mahasiswa yang akrab disapa dengan julukan ‘Tamtreze’ ini hadir membawa misi pemberdayaan yang sangat kuat. Mereka berkomitmen tinggi untuk mengedukasi warga agar ekosistem bisnis lokal mampu bersaing di kancah yang lebih luas.

Sinergi Edukasi Bersama Dinas Terkait
Langkah cerdas diwujudkan oleh para mahasiswa dengan merangkul dinas pemerintahan daerah untuk menjadi pemateri utama. Mereka menggandeng langsung praktisi andal dari Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya. Kehadiran pihak dinas ini tentu memberikan bobot informasi yang sangat valid bagi kemajuan UMKM Gunung Anyar Tambak.
Pada sesi pertama, kedua narasumber secara bergantian mengupas tuntas konsep dasar kewirausahaan secara interaktif. Para peserta diajak memahami ragam peluang usaha yang sangat menjanjikan di bidang kuliner, fashion, kerajinan, hingga jasa. Sektor-sektor tersebut dinilai sangat relevan dan dapat dijalankan oleh siapa saja dengan memanfaatkan potensi sumber daya sekeliling.
Selain teori bisnis praktis, materi edukasi juga membahas secara tajam mengenai dasar hukum operasional skala mikro. Narasumber membeberkan kriteria klasifikasi UMKM yang dinilai berdasarkan besaran modal usaha dan akumulasi hasil penjualan tahunan. Penjelasan ini dinilai sangat krusial untuk menyusun program pemberdayaan warga, mulai dari level pemula hingga siap naik kelas.
Pentingnya Kesadaran Mengurus Izin Usaha
Dalam sesi pendalaman studi kasus, dinas terkait sangat menekankan pentingnya legalitas usaha bagi para perintis ekonomi kreatif. Dokumen legalitas ini berfungsi mumpuni sebagai perisai hukum sekaligus jaminan mutu di mata konsumen yang semakin kritis.
“Sayang kan kalau produk kita sudah viral, tapi belum punya legalitas. Nanti malah lebih mudah diambil orang lain,” ujarnya.
Pernyataan narasumber tersebut langsung menjadi pemicu semangat warga untuk segera mendaftarkan unit usaha mereka secara resmi. Melansir dari panduan layanan dinas, legalitas yang wajib dimiliki meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai fondasi awal. Setelah itu, pelaku usaha diimbau segera mengurus Sertifikasi Halal serta Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Tidak berhenti di perizinan dasar, penguatan aset merek dagang juga menjadi sorotan utama dalam forum diskusi tersebut. Sertifikasi Merek dan Izin Edar BPOM ditekankan sebagai syarat mutlak jika produk ingin didistribusikan ke jaringan ritel berskala besar. Rangkaian perizinan ini akan membuat kredibilitas ratusan produk UMKM Gunung Anyar Tambak semakin meningkat pesat di pasaran.
Mendorong Transformasi Digital Berbasis Peta dan QRIS
Agenda sosialisasi kewirausahaan ini rupanya dirancang dengan sangat komprehensif, tidak sekadar berfokus pada pemaparan materi lisan. Para peserta langsung mendapatkan fasilitas pendampingan intensif terkait sistem digitalisasi pemasaran. Mereka secara bertahap diajari cara membuat dan mengelola titik lokasi usaha yang akurat di dalam aplikasi navigasi Google Maps.
Keberadaan unit bisnis di peta digital ini telah terbukti ampuh memperluas jangkauan promosi ke konsumen di luar daerah. Titik lokasi yang jelas juga akan sangat memudahkan calon pembeli maupun mitra logistik dalam menemukan letak operasional warga. Ini merupakan sebuah strategi adaptasi teknologi esensial yang wajib dikuasai oleh setiap UMKM Gunung Anyar Tambak saat ini.
Harapan Besar bagi Ekosistem Ekonomi Lokal
Sebagai penutup rangkaian pendampingan, warga juga diajak merambah kemudahan sistem transaksi tanpa kontak yang sedang menjadi tren. Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur ini dengan telaten membantu masyarakat dalam proses pembuatan kode QRIS melalui pemanfaatan platform dompet digital DANA. Implementasi cerdas ini adalah wujud dorongan nyata terhadap percepatan digitalisasi sistem perputaran uang di level akar rumput.

Penggunaan QRIS dalam berdagang diyakini mampu meminimalisir risiko penerimaan uang palsu dan mempermudah pencatatan pembukuan harian. Melansir dari evaluasi kegiatan, respon warga terlihat sangat antusias saat mencoba memindai kode batang pembayaran mandiri tersebut. Mereka semakin menyadari bahwa kemudahan fitur transaksi digital akan sangat memanjakan pelanggan modern yang perlahan mulai meninggalkan uang tunai.
Secara garis besar, kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pemenuhan kewajiban akademis kampus semata. Edukasi bagi pelaku usaha di RW 01 mengenai vitalnya aspek hukum kini diharapkan benar-benar diaplikasikan dalam rutinitas produksi. Komitmen disiplin dari pemahaman inilah yang kelak akan memegang peran sebagai kunci keberlanjutan roda perekonomian mereka.
Adopsi ekosistem teknologi digital adalah syarat penentu bagi bisnis untuk bertumbuh hebat. Harapan dari Mahasiswa KKN ini dengan terdaftarnya usaha di platform peta digital dan tersedianya fasilitas QRIS, pedagang lokal sudah menggenggam amunisi bersaing. Sinergi apik ini memastikan UMKM Gunung Anyar Tambak benar-benar tangguh untuk segera naik kelas menembus pasar berskala nasional.










