ZonaJatim – Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Negeri Malang berlangsung dengan pengawasan ketat. Di tengah temuan ribuan indikasi kecurangan secara nasional, pihak kampus memastikan seluruh proses ujian berjalan aman, transparan, dan adil bagi peserta.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., turun langsung melakukan monitoring fasilitas dan layanan ujian pada Selasa (21/4).
Peninjauan dimulai dari Laboratorium Fakultas Teknik (FT) lantai 2 dan 3 guna memastikan kesiapan sarana serta kelancaran pelaksanaan UTBK SNBT 2026.
“Kami melakukan pemantauan di setiap lokasi ujian dan memastikan tim pengawas bekerja dinamis namun tetap tegas,” ujar Hariyono.
Pengawasan ketat UTBK SNBT 2026 di UM ini menjadi semakin relevan setelah adanya temuan indikasi kecurangan secara nasional. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa sistem telah mendeteksi ribuan data mencurigakan sejak hari pertama ujian.
“Kita sudah mengidentifikasi ada 2.940 data anomali yang berpotensi untuk melakukan kecurangan di seluruh Pusat UTBK,” ujarnya dalam konferensi pers UTBK 2026, Selasa (21/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, UM memperkuat sistem pengamanan ujian. Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menegaskan bahwa berbagai langkah antisipatif telah diterapkan secara konsisten.
“Kami menggunakan metal detector, mematikan CCTV untuk mencegah perekaman soal, hingga menyediakan pakaian pengganti bagi peserta yang terindikasi mencurigakan,” tegasnya.
Langkah tersebut terbukti efektif. Dalam tiga tahun terakhir, pelaksanaan UTBK di UM tidak ditemukan laporan kecurangan. Evaluasi dari kasus sebelumnya juga terus dijadikan dasar untuk memperbaiki sistem pengawasan.
“Kami menjadikan kejadian sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Selain itu, pengawas ujian dibekali pembinaan dan diwajibkan menandatangani pakta integritas,” tambah Ibrahim.
Selain fokus pada keamanan, UTBK SNBT 2026 di UM juga mengedepankan aspek inklusivitas. Sebanyak 11 peserta berkebutuhan khusus difasilitasi dengan pendampingan dari Unit Mahasiswa Gempita, termasuk kemudahan akses menuju ruang ujian.
Komitmen ini sejalan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan.
Sebagai salah satu kampus favorit di tingkat nasional, UM terus menjadi tujuan utama calon mahasiswa. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, kuota penerimaan mencapai 4.555 mahasiswa dengan jumlah peminat hingga 45.792 orang.
Program studi dengan peminat tertinggi meliputi Manajemen Pemasaran (2.519 peminat), Akuntansi (2.479), Psikologi (2.172), Kesehatan Masyarakat (1.797), dan Manajemen (1.770).
Dengan pengawasan berlapis serta sistem yang terus diperbarui, pelaksanaan UTBK SNBT 2026 diharapkan mampu menjaga integritas seleksi sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta di tengah tantangan potensi kecurangan yang kian kompleks.










