Surabaya, ZonaJatim – Mahasiswa Universitas Airlangga kembali menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui Program Unggulan dan Demonstrasi Gizi (PUDING) dalam rangka Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8. Program ini menjadi salah satu upaya mendukung gerakan cegah stunting dengan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang serta demonstrasi pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) kepada masyarakat di Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai RW 03 Kelurahan Rangkah dan berkolaborasi dengan dapur stunting DASHAT yang secara rutin dilaksanakan pada minggu ketiga setiap bulan. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.
Program PUDING dirancang sebagai media edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya para orang tua balita. Melalui pendekatan yang interaktif dan praktis, mahasiswa berharap informasi mengenai pencegahan stunting dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa Universitas Airlangga Edukasi Orang Tua tentang Pentingnya Gizi Seimbang
Sasaran utama kegiatan ini adalah orang tua balita, terutama ibu yang memiliki anak berusia 0 hingga 59 bulan. Selain itu, kegiatan juga melibatkan Kader Surabaya Hebat (KSH) sebagai pendamping sekaligus fasilitator agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh berbagai informasi mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan bergizi sebagai langkah efektif dalam pencegahan stunting.
Keterlibatan kader kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan informasi yang diberikan dapat terus disampaikan kepada masyarakat setelah kegiatan KKN-BBK berakhir. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan pada saat pelaksanaan, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang.
Edukasi Langsung dari Akademisi Universitas Airlangga
Sesi edukasi menghadirkan Prof. Myrtati Dyah Artaria, M.A., Ph.D., dari Departemen Antropologi Universitas Airlangga sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Prof. Myrtati menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan berkaitan erat dengan kualitas kesehatan, perkembangan otak, hingga produktivitas generasi masa depan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.
Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pola makan anak, pemilihan bahan makanan bergizi, hingga cara menyusun menu MPASI yang sesuai dengan kebutuhan balita.
Kesempatan berdialog secara langsung dengan narasumber memberikan nilai tambah bagi masyarakat karena mereka memperoleh penjelasan berdasarkan kajian ilmiah yang mudah dipahami.
Demonstrasi MPASI Puding Pisang Jadi Daya Tarik Program PUDING
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan MPASI berupa puding pisang yang dipandu oleh perwakilan mahasiswa.
Menu tersebut dipilih karena menggunakan bahan yang sederhana, mudah ditemukan, memiliki kandungan gizi yang baik, dan proses pembuatannya relatif mudah dipraktikkan di rumah.
Melalui demonstrasi ini, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa penyediaan makanan bergizi bagi balita tidak selalu membutuhkan biaya besar maupun bahan yang sulit diperoleh. Dengan kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal, keluarga dapat menyediakan menu sehat yang mendukung tumbuh kembang anak.
Selain demonstrasi memasak, peserta juga memperoleh booklet berisi kumpulan resep MPASI lengkap dengan informasi kandungan gizi pada setiap menu. Buku saku tersebut diharapkan menjadi panduan praktis bagi para orang tua dalam menyusun menu harian balita.
KKN Mahasiswa Universitas Airlangga Kolaborasi Bersama Kader Surabaya Hebat Perkuat Program Cegah Stunting
Koordinator Kader Surabaya Hebat (KSH) Kelurahan Rangkah, Linda, mengapresiasi pelaksanaan program yang digagas mahasiswa KKN-BBK Universitas Airlangga.
Menurutnya, demonstrasi memasak dan pembagian booklet sangat membantu para ibu dalam memahami cara membuat MPASI yang sehat dan bergizi.
Ia berharap para peserta dapat mempraktikkan resep-resep tersebut di rumah sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh keluarga.

Kolaborasi antara Mahasiswa UNAIR, kader kesehatan, serta masyarakat juga menjadi contoh bagaimana berbagai pihak dapat bekerja sama dalam menghadapi persoalan stunting yang masih menjadi perhatian nasional.
Program PUDING menjadi salah satu bukti nyata bahwa KKN BBK Universitas Airlangga tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial dan kesehatan di masyarakat.
Melalui edukasi, demonstrasi, dan pendampingan secara langsung, mahasiswa berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai investasi kesehatan generasi mendatang.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang mendorong mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam menyelesaikan berbagai tantangan di lingkungan sekitar.
Selain mendukung program pemerintah dalam gerakan cegah stunting, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, kader kesehatan, dan masyarakat, Program PUDING diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi berbagai daerah lainnya dalam membangun budaya hidup sehat serta meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sejak usia dini.
Melalui inovasi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat, Mahasiswa Universitas Airlangga membuktikan bahwa peran mahasiswa tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan masyarakat. Program ini menjadi langkah positif dalam memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia secara berkelanjutan.












