Bojonegoro, ZonaJatim – Mahasiswa KKN UNUGIRI yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) PINTAR di Desa Beji, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, menggagas sebuah kegiatan keagamaan yang sarat makna melalui pembentukan rutinan Rothibul Haddad dengan sistem selapan pisan. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai mampu mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan khas Nahdlatul Ulama di tengah kehidupan masyarakat desa.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (30/7/2026) malam di salah satu mushola Desa Beji. Seusai pelaksanaan salat Maghrib berjamaah, mahasiswa bersama warga menggelar majelis Yasinan dan Tahlil yang diikuti oleh tokoh agama, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga para mahasiswi dari STAI Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah.
Suasana yang penuh kekhusyukan dan keakraban membuat kegiatan berlangsung dengan lancar. Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari pembacaan Surah Yasin, Tahlil, hingga sesi sosialisasi program kerja bidang Keaswajaan yang dipersiapkan oleh peserta KKN PINTAR UNUGIRI.
Mahasiswa KKN UNUGIRI Perkenalkan Program Rutinan Rothibul Haddad
Usai pembacaan Yasin dan Tahlil, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKN UNUGIRI Desa Beji. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan salah satu program unggulan di bidang Keaswajaan, yaitu pembentukan majelis pembacaan Rothibul Haddad secara rutin setiap selapan pisan atau setiap 35 hari sekali sesuai penanggalan Jawa.
Program tersebut tidak hanya dirancang sebagai bagian dari agenda pengabdian mahasiswa selama berada di Desa Beji. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus melestarikan amaliah Aswaja An-Nahdliyah secara berkelanjutan.
Rothibul Haddad sendiri merupakan rangkaian dzikir dan doa yang disusun oleh Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Di lingkungan Nahdlatul Ulama, amaliah ini dikenal sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang berisi doa, istighfar, dan dzikir untuk memohon perlindungan, ketenangan, serta keberkahan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa menyampaikan bahwa tujuan utama program tersebut adalah agar tradisi pembacaan Rothibul Haddad dapat terus hidup di tengah masyarakat meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
“Harapan kami, rutinan Rothibul Haddad ini dapat menjadi amaliah yang terus dilaksanakan secara istiqamah oleh masyarakat Desa Beji. Semoga setelah KKN selesai, kegiatan ini tetap berjalan dan menjadi bagian dari kehidupan keagamaan warga,” ujarnya di hadapan jamaah.
Antusiasme Warga Sambut Program KKN PINTAR UNUGIRI
Gagasan yang dibawa oleh Mahasiswa KKN UNUGIRI mendapat respons positif dari masyarakat Desa Beji. Warga yang hadir menyatakan dukungannya terhadap pembentukan majelis Rothibul Haddad sebagai kegiatan keagamaan rutin yang dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus meningkatkan semangat ibadah bersama.
Tokoh agama setempat juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Menurut mereka, keberadaan mahasiswa tidak hanya membawa program pembangunan fisik maupun edukasi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam menjaga nilai-nilai keagamaan yang telah lama berkembang di masyarakat.

Suasana kebersamaan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Di area jamaah laki-laki, para mahasiswa KKN berbincang akrab dengan warga seusai acara. Mereka saling bertukar pengalaman mengenai kehidupan desa, kegiatan keagamaan, hingga berbagai program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Sementara itu, di bagian jamaah perempuan, para mahasiswi Mahasiswa KKN UNUGIRI duduk berdampingan bersama mahasiswi STAI Al-Anwar Sarang dan ibu-ibu Desa Beji. Kehangatan komunikasi yang terjalin menjadi gambaran indah tentang pentingnya kolaborasi lintas kampus dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran mahasiswi dari STAI Al-Anwar Sarang juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sinergi antarmahasiswa dari dua perguruan tinggi ini menunjukkan bahwa semangat ukhuwah Islamiyah dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menjaga Tradisi Keaswajaan dan Memperkuat Silaturahmi
Program pembacaan Rothibul Haddad selapanan menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Mahasiswa KKN UNUGIRI dalam mendukung pelestarian tradisi Aswaja di Desa Beji. Selain memperkuat spiritualitas masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi ruang berkumpul yang mempererat hubungan antargenerasi.
Bagi masyarakat Desa Beji, kegiatan seperti Yasinan, Tahlil, dan pembacaan dzikir bersama bukan hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga media memperkuat persaudaraan antarwarga. Oleh karena itu, hadirnya program baru berupa rutinan Rothibul Haddad dinilai sangat relevan untuk melengkapi kegiatan keagamaan yang telah berjalan.
Program ini juga sejalan dengan semangat pengabdian masyarakat yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata UNUGIRI. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program akademik, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga nilai budaya, tradisi, dan kehidupan sosial keagamaan.
Melalui pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan, mahasiswa mampu membangun komunikasi yang baik dengan warga. Hal ini menjadi modal penting agar setiap program yang dirancang dapat diterima dan dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri.
Dengan dukungan penuh dari tokoh agama, perangkat desa, serta seluruh lapisan masyarakat, Mahasiswa KKN UNUGIRI optimistis bahwa rutinan Rothibul Haddad selapan pisan akan terus berlangsung sebagai warisan positif bagi Desa Beji. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi salah satu pencapaian selama program KKN PINTAR UNUGIRI, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan, ukhuwah Islamiyah, dan semangat gotong royong dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Melalui kolaborasi yang erat antara mahasiswa dan warga, Desa Beji kini memiliki langkah baru dalam memperkuat tradisi keagamaan. Inisiatif sederhana yang lahir dari semangat pengabdian ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program Mahasiswa KKN UNUGIRI di desa-desa lainnya.












