Banyuwangi, ZonaJatim – Jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026 resmi diumumkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Event budaya berskala internasional yang telah memasuki penyelenggaraan ke-13 ini akan digelar pada 18 Juli 2026 dengan mengangkat tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”. Selain parade utama, wisatawan juga dapat menikmati berbagai agenda dalam rangkaian BEC Week yang berlangsung mulai 16 hingga 19 Juli 2026.
Mengusung kisah heroik Perang Bayu, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tahun ini akan menampilkan parade kostum etnik yang terinspirasi dari perjuangan masyarakat Blambangan melawan kolonial Belanda pada abad ke-18. Tema tersebut divisualisasikan melalui lima subtema yang menggambarkan perjalanan sejarah sekaligus menjadi penghormatan terhadap semangat juang masyarakat Blambangan.

Parade utama Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB dengan titik awal di kawasan Taman Blambangan. Ratusan peserta akan menampilkan kostum-kostum artistik sambil menempuh rute sekitar dua kilometer di jalan protokol Kota Banyuwangi.
Tahun ini, kemeriahan BEC juga akan dimeriahkan kehadiran Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta Putri dan Puteri Indonesia Aceh 2025 Mutiara Hasanah sebagai guest talent.
Jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dan Rangkaian BEC Week
Tidak hanya menghadirkan parade budaya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung melalui BEC Week yang digelar selama empat hari.
Rangkaian acara diawali dengan Sekarkijang Creative Fest (SCF) di Gedung Seni Budaya (Gesibu). Festival tersebut menghadirkan pameran produk unggulan UMKM dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Lumajang. Pengunjung dapat menemukan beragam produk wastra, kerajinan tangan, makanan, serta minuman khas daerah.
Selama festival berlangsung juga digelar berbagai kegiatan, seperti lomba desain motif batik Sekarkijang, kompetisi menyanyi, lomba inovasi Green Campaign, workshop creative painting, Kids Fashion Show, donor darah, hingga pasar murah.
“Bahkan juga digelar Pasar Murah yang didukung BI. Silakan mengunjungi stand-stand kreasi dan kuliner dari 5 kabupaten sekitar Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (12/7/2026).
Menurut Ipuk, wisatawan yang datang menyaksikan parade BEC juga masih dapat menikmati atraksi budaya lainnya pada malam hari.
“Malamnya, usai menonton BEC para wisatawan bisa menikmati atraksi budaya “Barong Battle” di Agro Wisata Tamansuruh. Atraksi yang tak kalah menariknya,” kata Ipuk, dikutip dari laman Pemkab Banyuwangi.
Jadwal Lengkap Banyuwangi Ethno Carnival 2026
Berikut rangkaian kegiatan Jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026 yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan:
- 17 Juli 2026
- Sekarkijang Creative Fest (SCF)
- Mulai pukul 13.00 WIB
- 18 Juli 2026
- Grand Carnival Banyuwangi Ethno Carnival
- Tema: Perang Bayu: The Great War of Blambangan
- Lokasi: Taman Blambangan
- Mulai pukul 13.00 WIB
- 19 Juli 2026
- SCF Waqf Run 5K
- Halal Chef Competition
- Talkshow Beyond Halal
- Edukasi Perlindungan Konsumen
- Lomba Mewarnai
- BEC Award 2026 dan Konser Musik
- Mulai pukul 19.00 WIB di Gedung Seni Budaya (Gesibu)
BI Jember Dukung UMKM Lewat Banyuwangi Ethno Carnival
Ipuk menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Jember yang selama ini terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di Banyuwangi melalui berbagai program kolaborasi.
“Terima kasih pada BI Jember yang terus mendukung Banyuwangi di berbagai aspek, khususnya konsisten memfasilitasi UMKM Banyuwangi lewat berbagai program,” ujar Ipuk.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad, menjelaskan kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi telah berlangsung cukup lama. Salah satu bentuk dukungannya ialah memanfaatkan Banyuwangi Ethno Carnival sebagai wadah promosi bagi pelaku UMKM agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
“Salah satunya melalui event BEC, kami manfaatkan untuk memfasilitasi UMKM bertemu dengan market potensial. Selain itu kami juga ingin ikut memeriahkan event yang sudah bertaraf internasional ini,” ujarnya. (*)












