Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
  • News
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga
Home News

Kaji Penyusutan Lahan Pertanian di Kota Batu, Dosen ITN Malang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4.00

Syams Shobahizzaman by Syams Shobahizzaman
July 16, 2026
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Penyusutan Lahan Pertanian Kota Batu
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatAppQRCode

Kota Batu, ZonaJatim – Penyusutan lahan pertanian Kota Batu menjadi perhatian serius dalam disertasi yang mengantarkan dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Dr. Mohammad Reza, S.T., MURP., meraih gelar doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Berkat penelitian tersebut, ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota sekaligus wisudawan terbaik Program Pascasarjana Universitas Bosowa, Makassar.

RELATED POSTS

Uji Emisi Kendaraan Bermotor Lamongan Digelar Saat Jumat ASRI, Bupati YES Dorong Pengurangan Polusi

Mahasiswa Farmasi UIN Malang Juara LKTI Nasional Berkat Inovasi Supplementary Prescribing Berbasis Digital

KKN-TK Kelompok 14 Unigoro Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Bareng

Reza menyelesaikan pendidikan doktoralnya hanya dalam waktu dua tahun tujuh bulan. Penelitiannya berangkat dari keprihatinan terhadap masifnya alih fungsi lahan pertanian di Kota Batu yang dipicu berkembangnya sektor pariwisata dan properti dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya, perubahan tata guna lahan yang tidak diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan telah meningkatkan risiko bencana di wilayah tersebut.

“Ketika pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan tidak berjalan seimbang, konsekuensi besarnya adalah bencana. Dalam 10 tahun terakhir, Kota Batu menghadapi tantangan kebencanaan seperti longsor dan banjir yang menimbulkan kerugian material akibat perubahan tata guna lahan di beberapa kawasan. Ke depan, penguatan konsistensi menjaga tata guna lahan serta ketegasan dalam memetakan zona non-pembangunan menjadi kunci utama yang perlu disinergikan bersama,” ungkapnya saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang beberapa waktu lalu.

Dalam disertasi berjudul Model Komodifikasi Lahan Pertanian di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Reza mengkaji fenomena komodifikasi lahan, yakni kondisi ketika lahan pertanian lebih dipandang sebagai komoditas ekonomi sehingga mudah dialihfungsikan.

 

Melalui pendekatan Cellular Automata–Artificial Neural Network (CA–ANN), ia menemukan adanya pertumbuhan kawasan permukiman yang cukup signifikan di Kota Batu. Ironisnya, sebagian perluasan kawasan tersebut mulai memasuki wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana.

ADVERTISEMENT

Penelitian itu juga mengungkap dampak sosial yang dirasakan petani lokal. Berkurangnya lahan produktif di kawasan bawah akibat berkembangnya sektor perdagangan dan jasa membuat sebagian petani beralih menggarap lahan di kawasan hutan lindung dengan sistem tumpang sari. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko longsor, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Tak hanya itu, melalui metode Social Network Analysis (SNA), Reza menemukan adanya ketimpangan relasi kekuasaan dalam penguasaan lahan. Posisi petani lokal dinilai semakin lemah karena sebagian besar kepemilikan tanah telah beralih kepada investor dari luar daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tuntutan meningkatkan pertumbuhan sektor jasa demi mendorong pendapatan daerah dan membuka lapangan kerja.

Karena itu, ia menilai diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlangsungan sektor pertanian.

“Pemerintah pusat saat ini sebenarnya sangat fokus pada ketahanan pangan dan swasembada berkelanjutan. Jika alih fungsi lahan seperti Batu ini tidak segera dihentikan, jangan kaget kalau ke depan ketergantungan pangan kita ke luar negeri akan semakin tinggi,” ujarnya.

Sebagai solusi, Reza menyusun tiga skenario kebijakan menggunakan System Dynamics Modeling, yaitu skenario optimistis yang menitikberatkan pada perlindungan lingkungan dan pengendalian pembangunan, skenario moderat yang mengakomodasi pembangunan secara seimbang, serta skenario pesimistis yang hanya berorientasi pada pembangunan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan maupun ketahanan pangan.

Ia juga merekomendasikan reformulasi kebijakan tata ruang yang lebih adaptif agar pengembangan sektor wisata tetap berjalan tanpa mengorbankan lahan pertanian. Beberapa usulan yang diajukan antara lain pemberian insentif bagi petani yang tetap mempertahankan lahannya, kemudahan pajak, kepastian distribusi pupuk dan bibit unggul, penyediaan teknologi pertanian, hingga pemanfaatan lahan tidur melalui konsep vertical farming serta optimalisasi lahan kritis non-lindung bersama Perhutani.

Reza berharap hasil penelitian berbasis pemodelan digital tersebut dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, khususnya di Malang Raya, dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang lebih bijaksana dan berkelanjutan. Ke depan, ia berencana melanjutkan penelitian mengenai relasi kekuasaan dan kepentingan ekonomi dalam pembangunan kawasan strategis agar ekspansi vila maupun hotel tidak lagi mengancam kawasan resapan air serta lahan pertanian produktif.

“Bagi rekan-rekan dosen dan mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan studi lanjut, tetaplah konsisten, jeli melihat akar masalah di lapangan, dan mengawinkan metodologi riset secara valid agar mampu melahirkan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tags: alih fungsi lahan Kota Batudisertasi Mohammad Reza ITN Malangdoktor PWK ITN MalangPenyusutan lahan pertanian Kota Batu
ShareTweetSendScan
Syams Shobahizzaman

Syams Shobahizzaman

Related Posts

Uji Emisi Kendaraan Bermotor Lamongan
News

Uji Emisi Kendaraan Bermotor Lamongan Digelar Saat Jumat ASRI, Bupati YES Dorong Pengurangan Polusi

July 17, 2026
• Mahasiswa Farmasi UIN Malang Juara LKTI Nasional
News

Mahasiswa Farmasi UIN Malang Juara LKTI Nasional Berkat Inovasi Supplementary Prescribing Berbasis Digital

July 17, 2026
KKN-TK Kelompok 14 Unigoro
News

KKN-TK Kelompok 14 Unigoro Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Bareng

July 16, 2026
UM jadi tuan rumah NLKH
News

UM Jadi Tuan Rumah NLKH, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi Indonesia dan Belanda

July 16, 2026
ITN Malang dan Pemkab Raja Ampat
News

ITN Malang dan Pemkab Raja Ampat Rancang Kota Baru Wawiyai untuk Dongkrak Pariwisata Raja Ampat

July 16, 2026
KKN-TK Unigoro Kelompok 20
News

KKN-TK Unigoro Kelompok 20 Survei Sendang Putri Meduri, Siapkan Program Penanaman Bibit Pohon

July 16, 2026
Next Post
Jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026

Jadwal Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Lengkap, Simak Rangkaian Acara BEC Week hingga Grand Carnival

KKN-TK Unigoro Kelompok 20

KKN-TK Unigoro Kelompok 20 Survei Sendang Putri Meduri, Siapkan Program Penanaman Bibit Pohon

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Sebagian Pedagang Hewan Kurban di Kota Malang Keluhkan Sepi Pembeli

June 3, 2025
kepemilikan bangunan milik sendiri di jawa timur

10 Wilayah dengan Status Kepemilikan Bangunan Milik Sendiri Terendah di Jawa Timur 2025: Kota Surabaya Paling Rendah

April 21, 2026
SIMU COURT

FH UMM Luncurkan SIMU COURT, Aplikasi Simulasi Persidangan Digital Pertama di Indonesia

May 31, 2025

Popular Stories

  • Rayon SPMB Kota Malang

    Daftar Lengkap Rayon SPMB Kota Malang Jalur Domisili SMA 2025 Berdasarkan Kelurahan dan Sekolah Tujuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Rayon di SPMB 2025? Panduan Lengkap Jalur Domisili di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gema Selawat di Fesban ASMR Voll 2 Remaja Musholla Al-Mustaqim Sidoarjo, Rajut Cinta dan Kedamaian Lewat Seni Al-Banjari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KKN-TK Kelompok 14 Unigoro Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Bareng

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penuh Dedikasi, Gus Ilyas Amanatul Ummah Mojokerto Raih Penghargaan Innovator Pendidikan Indonesia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Zona Jatim

© 2026 .

Zona Jatim Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak dan Alamat
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Artikel

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
    • Nasional
    • Surabaya
    • Malang Raya
    • Banyuwangi
  • Edukasi
  • Properti
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Travel
  • Olahraga

© 2026 .