Sidoarjo, ZonaJatim — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Al-Khoziny melakukan sowan dan silaturahmi kepada Ketua Yayasan, Syafiq Hisyam Abbas, di Desa Banjarpanji.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa KKN sekaligus menjalin koordinasi terkait kebutuhan pendidikan keagamaan dan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian.
Koordinator Desa (Kordes) KKN, Kevin Maula, bersama anggota KKN berdiskusi mengenai kondisi pembelajaran di lingkungan yayasan. Dalam kesempatan tersebut, Pak Syafiq menyampaikan bahwa kebutuhan pendampingan saat ini lebih difokuskan pada kegiatan Madrasah Diniyah (Madin), sementara tenaga pengajar untuk TPQ dinilai sudah mencukupi.
Menurutnya, Madrasah Diniyah memiliki peran penting dalam membekali santri dengan pemahaman agama yang lebih mendalam. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu santri ketika melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren sehingga tidak harus memulai pembelajaran dari tingkat dasar.
Selain melakukan koordinasi, mahasiswa KKN juga memaparkan sejumlah program kerja yang direncanakan, di antaranya program pembelajaran kosakata dan Poskota (Poster Edukasi Sholat dan Wudhu) sebagai media edukatif untuk mendukung pembelajaran keagamaan santri.
Rencana program tersebut mendapat sambutan positif dari pihak yayasan. Bahkan, yayasan memberikan dukungan berupa pemanfaatan fasilitas TPQ sebagai lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan KKN, seperti pentas seni keagamaan, perlombaan edukatif, pembinaan santri, dan kegiatan lainnya.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN IAI Al-Khoziny di Desa Banjarpanji. Semoga program-program yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi santri maupun masyarakat. Kami juga siap mendukung kegiatan yang dapat membantu perkembangan pendidikan dan pembinaan keagamaan di lingkungan yayasan,” ujar Pak Syafiq.
Sementara itu, Kordes KKN Kevin Maula menyampaikan bahwa kegiatan sowan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara mahasiswa KKN dan yayasan agar program yang dijalankan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi santri dan lingkungan sekitar.












