Malang, ZonaJatim – Mahasiswa UM BBM dari Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan belajar mengaji bagi mualaf dan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Program pengabdian ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan keagamaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat selama pelaksanaan Program Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja penunjang yang dirancang untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperkuat pemahaman dasar keislaman, serta menumbuhkan semangat belajar agama bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan pendampingan akademik, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang hangat, penuh kekeluargaan, dan menyenangkan.
Mahasiswa UM BBM Dampingi Pembelajaran Al-Qur’an di Dua Lokasi
Pendampingan dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni TPQ Darul Qur’an dan Musholla Al-Ma’ruf yang menjadi pusat pembinaan bagi para mualaf di Desa Arjosari.
Di TPQ Darul Qur’an, kegiatan berlangsung setiap hari Senin hingga Kamis mulai pukul 14.00 sampai 16.00 WIB. Sebanyak 24 santri yang berasal dari siswa kelas 1 hingga kelas 6 sekolah dasar mengikuti pembelajaran secara rutin dengan penuh antusias.

Sementara itu, pembinaan bagi mualaf dilaksanakan setiap malam Senin atau Minggu ba’da Magrib di Musholla Al-Ma’ruf. Sekitar 15 peserta yang terdiri atas bapak dan ibu mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses memperdalam pemahaman agama Islam, khususnya dalam membaca Al-Qur’an dan mempelajari dasar-dasar fiqih.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang memperlihatkan kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kualitas pendidikan agama di lingkungan desa.
Metode Sorogan Tingkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an
Dalam setiap sesi pembelajaran, mahasiswa menerapkan metode sorogan sebagai pendekatan utama. Metode ini memungkinkan setiap peserta membaca Al-Qur’an atau Iqra’ secara bergiliran di hadapan pendamping sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan personal.
Melalui metode tersebut, mahasiswa dapat memberikan koreksi secara langsung terhadap makhraj huruf, pelafalan, penerapan ilmu tajwid, hingga kelancaran membaca Al-Qur’an sesuai kemampuan masing-masing peserta.
Pendekatan individual ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk lebih percaya diri ketika membaca Al-Qur’an karena setiap kesalahan dapat diperbaiki secara bertahap tanpa merasa sungkan.
Khusus bagi kelompok mualaf, mahasiswa juga menyampaikan materi dasar fiqih yang berkaitan dengan tata cara ibadah sehari-hari. Materi tersebut diharapkan mampu menjadi bekal awal bagi para mualaf dalam menjalankan ajaran Islam secara lebih baik.
Semangat Belajar Santri dan Mualaf Menjadi Motivasi Mahasiswa
Suasana belajar berlangsung penuh semangat sejak awal kegiatan dimulai. Para santri TPQ tampak antusias menunggu giliran membaca Al-Qur’an. Mereka juga aktif mengulangi bacaan yang telah dikoreksi sehingga proses pembelajaran berlangsung interaktif.
Hal serupa terlihat dari para mualaf yang mengikuti setiap materi dengan serius. Mereka tidak ragu mengajukan pertanyaan ketika menemukan bacaan ataupun materi fiqih yang belum dipahami.
Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan peserta menciptakan hubungan yang akrab sehingga suasana belajar terasa nyaman dan penuh kekeluargaan. Kedekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pendampingan berjalan secara efektif.
Meski kemampuan membaca setiap peserta berbeda-beda, mahasiswa tetap memberikan bimbingan secara sabar, bertahap, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pendekatan ini membuat seluruh peserta memperoleh kesempatan belajar secara maksimal.
Ikhtibar Kompetensi Santri Jadi Penutup Program
Sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, mahasiswa bersama pengurus TPQ menyelenggarakan Ikhtibar Kompetensi Santri yang dikemas dalam berbagai perlombaan edukatif.
Kegiatan tersebut bertujuan mengukur perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus meningkatkan motivasi belajar para santri.
Beberapa perlombaan yang digelar meliputi uji kemampuan membaca Al-Qur’an dan Iqra’ sesuai jenjang peserta, lomba menulis huruf hijaiyah, serta estafet huruf hijaiyah yang dipadukan dengan permainan bongkar pasang huruf.
Seluruh santri mengikuti setiap perlombaan dengan penuh semangat. Selain menjadi sarana evaluasi, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri peserta.
Melalui konsep pembelajaran yang kreatif, mahasiswa berharap anak-anak semakin termotivasi untuk terus mempelajari Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat
Program pendampingan yang dilaksanakan Mahasiswa UM BBM ini menjadi bukti bahwa kegiatan Belajar Bersama Masyarakat tidak hanya berfokus pada penyelesaian program kerja, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para santri TPQ maupun mualaf, baik dari aspek kelancaran membaca, ketepatan makhraj huruf, maupun penerapan ilmu tajwid.
Di sisi lain, program ini turut memperkuat hubungan antara mahasiswa, pengurus TPQ, tokoh masyarakat, dan warga Desa Arjosari. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pendidikan keagamaan di desa.
Melalui kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa, masyarakat, dan pengelola TPQ, program Mahasiswa UM BBM di Desa Arjosari diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an, kegiatan ini juga memperkuat nilai kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta membangun karakter generasi muda yang religius. Inisiatif ini menjadi contoh bahwa program pengabdian masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata ketika dijalankan dengan dedikasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.












