MALANG, ZonaJatim – Skrining TBC gratis di Kota Malang dilaksanakan sepanjang April hingga September 2026 dengan menyasar 57 kelurahan dan melibatkan sekitar 200 warga di setiap titik.
RELATED POSTS
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menyebutkan bahwa kegiatan ini digelar secara maraton dan menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Malang.
Hingga akhir April, pelaksanaan telah mencapai titik ke-11, sekaligus memperkuat strategi penemuan kasus aktif (active case finding) untuk memutus rantai penularan TBC di masyarakat.
Program ini hadir sebagai respons atas tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia yang masih menempati peringkat kedua dunia. Meski demikian, TBC sebenarnya dapat disembuhkan sepenuhnya jika terdeteksi lebih awal dan pasien menjalani pengobatan secara rutin hingga tuntas.
Oleh karena itu, skrining dini menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, skrining dilakukan menggunakan teknologi Mobile X-Ray yang memudahkan akses layanan bagi warga.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Malang dan Stop TB Partnership Indonesia (STPI), dengan tujuan memperluas jangkauan deteksi dini serta mempercepat penanganan kasus TBC di berbagai wilayah.
Sasaran Utama Skrining Tuberkulosis Gratis di Kota Malang
Program Skrining Sistematis TBC (SS-TB) Dinkes Kota Malang ini difokuskan pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar TBC. Berikut sasaran utamanya:
- Kontak serumah atau kontak erat dengan pasien TBC
- Pasien Diabetes Melitus (DM)
- Pasien HIV
- Anak usia ≥3 tahun dengan kondisi gizi kurang
- Masyarakat dengan gejala TBC seperti batuk lama, penurunan berat badan, dan gejala lainnya
Selain itu, TBC diketahui banyak menyerang kelompok usia produktif, baik laki-laki maupun perempuan, serta anak-anak. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah krusial untuk mencegah penularan lebih luas.
Gunakan Teknologi AI dan Tes Lanjutan untuk Diagnosis Akurat
Salah satu inovasi dalam program ini adalah penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam membaca hasil foto rontgen paru. Teknologi ini memungkinkan proses skrining menjadi lebih cepat dan akurat.

Setelah dilakukan rontgen menggunakan Mobile X-Ray, hasilnya akan dianalisis oleh AI. Jika terdeteksi adanya indikasi TBC, pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan berupa Tes Cepat Molekuler (TCM) melalui sampel dahak.
“Setelah difoto dan dibaca oleh AI, kita cocokkan dengan pemeriksaan dahak melalui TCM. Dari situ baru bisa dikategorikan apakah seseorang terdiagnosis TBC atau tidak,” jelas dr. Husnul.
Pengobatan Gratis Hingga Sembuh
Bagi warga yang terdiagnosis TBC, pemerintah memastikan layanan pengobatan tersedia secara gratis melalui puskesmas setempat. Pasien diwajibkan menjalani pengobatan minimal selama enam bulan secara rutin dan terkontrol.
Program ini mengusung pendekatan TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh), yang menekankan pentingnya deteksi dini, pengobatan tepat, serta kepatuhan pasien hingga sembuh total.
“Target kita adalah TOSS, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh. Pengobatannya di Puskesmas sampai tuntas. Kami berharap dengan penemuan kasus secara aktif seperti ini, rantai penularan TBC bisa segera diputus,” tegasnya.
Cara Mengakses Layanan Skrining TBC Gratis Kota Malang
Masyarakat yang ingin mengikuti skrining dapat mengakses layanan melalui beberapa jalur berikut:
- Dinas Kesehatan Kota Malang
- Puskesmas di wilayah masing-masing
- Kader Posyandu
Selain itu, informasi jadwal juga tersedia melalui kanal resmi, termasuk QR Code yang disediakan oleh Dinas Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kontak yang telah disediakan, yaitu Rizqya G K, S.KM melalui WhatsApp di nomor 0812-1961-6257.
Jadwal Lengkap Skrining TBC di Kota Malang 2026 per Puskesmas
Berikut jadwal Skrining Sistematis TBC (SS-TB) Mobile X-Ray di berbagai puskesmas di Kota Malang periode April–September 2026:
1. Puskesmas Kedungkandang
- April: 13 (Kotalama)
- Mei: 8 (Buring)
- Juni: 2 (Kedungkandang)
- Juli: 2 (Wonokoyo), 24 (Kota Lama)
- Agustus: 11 (Buring)
- September: 2 (Kota Lama)
2. Puskesmas Gribig
- April: 21 (Sawojajar)
- Mei: 19 (Madyopuro)
- Juni: 13 (Lesanpuro)
- Juli: 3 (Cemorokandang), 29 (Sawojajar)
- Agustus: 21 (Madyopuro)
- September: 14 (Lesanpuro)
3. Puskesmas Arjowinangun
- April: 29 (Bumiayu)
- Mei: 26 (Mergosono)
- Juni: 24 (Arjowinangun)
- Juli: 22 (Tlogowaru)
- Agustus: 20 (Bumiayu)
- September: 18 (Mergosono)
4. Puskesmas Janti
- April: 16 (Bandungrejosari)
- Mei: 19 (Tanjungrejo)
- Juni: 3 (Sukun), 17 (Bandungrejosari), 30 (Tanjungrejo)
- Juli: 20 (Sukun)
- Agustus: 6 (Bandungrejosari), 22 (Tanjungrejo)
- September: 3 (Bandungrejosari), 23 (Tanjungrejo)
5. Puskesmas Ciptomulyo
- April: 22 (Gadang)
- Mei: 20 (Ciptomulyo)
- Juni: 18 (Bakalan Krajan)
- Juli: 13 (Kebonsari)
- Agustus: 19 (Gadang)
- September: 17 (Ciptomulyo)
6. Puskesmas Mulyorejo
- April: 30 (Karang Besuki)
- Mei: 21 (Bandulan)
- Juni: 9 (Mulyorejo)
- Juli: 1 (Pisang Candi), 23 (Karang Besuki)
- Agustus: 13 (Bandulan)
- September: 4 (Mulyorejo), 22 (Pisang Candi)
7. Puskesmas Arjuno
- April: 14 (Oro-oro Dowo)
- Mei: 12 (Penanggungan)
- Juni: 5 (Kauman)
- Juli: 7 (Kidul Dalem)
- Agustus: 3 (Oro-oro Dowo)
- September: 1 (Penanggungan)
8. Puskesmas Bareng
- April: 27 (Kasin)
- Mei: 25 (Bareng)
- Juni: 23 (Sukoharjo)
- Juli: 16 (Gading Kasri)
- Agustus: 14 (Bareng)
- September: 10 (Kasin)
9. Puskesmas Rampal Celaket
- Mei: 5 (Samaan)
- Juli: 8 (Rampal Celaket)
- September: 7 (Klojen)
10. Puskesmas Kendalkerep
- April: 28 (Bunul)
- Mei: 22 (Polehan)
- Juni: 25 (Jodipan)
- Juli: 14 (Kesatrian)
- Agustus: 4 (Bunul), 28 (Kesatrian)
- September: 15 (Bunul)
11. Puskesmas Polowijen
- Mei: 6 (Purwodadi)
- Juni: 26 (Polowijen)
- Juli: 15 (Bale Arjosari)
- September: 9 (Purwodadi)
12. Puskesmas Cisadea
- Mei: 7 (Purwantoro)
- Juni: 19 (Blimbing)
- Juli: 27 (Purwantoro)
- Agustus: 31 (Purwantoro)
13. Puskesmas Pandanwangi
- Mei: 20 (Pandanwangi)
- Juni: 13 (Arjosari)
- Juli: 4 (Pandanwangi), 29 (Arjosari)
- Agustus: 21 (Pandanwangi)
- September: 12 (Pandanwangi)
14. Puskesmas Dinoyo
- April: 15 (Merjosari)
- Mei: 11 (Tlogomas)
- Juni: 10 (Dinoyo), 22 (Sumbersari)
- Juli: 28 (Ketawanggede)
- Agustus: 26 (Merjosari)
- September: 16 (Tlogomas)
15. Puskesmas Kendalsari
- April: 23 (Jatimulyo)
- Juni: 8 (Lowokwaru)
- Juli: 6 (Tulusrejo), 30 (Jatimulyo)
- Agustus: 27 (Lowokwaru)
- September: 21 (Tulusrejo)
16. Puskesmas Mojolangu
- Mei: 4 (Tunjungsekar)
- Juni: 11 (Mojolangu)
- Juli: 9 (Tunggulwulung), 31 (Tasikmadu)
- Agustus: 18 (Tunjungsekar)
- September: 11 (Mojolangu)
Upaya Menjangkau Kasus TBC yang Belum Terdeteksi
Melalui program skrining TBC gratis di Kota Malang ini, dinas kesehatan berupaya menjangkau kasus-kasus TBC yang selama ini belum terlaporkan. Dengan deteksi dini, diharapkan pasien dapat segera mendapatkan penanganan sebelum menularkan penyakit kepada orang lain.
Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa TBC bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dengan deteksi cepat, pengobatan teratur, dan dukungan layanan kesehatan, eliminasi TBC di Kota Malang bukanlah hal yang mustahil.












