Kediri, ZonaJatim – Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diperkenalkan mahasiswa KKN-P Kelompok 61 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) kepada ibu-ibu PKK Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk workshop yang mengangkat pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-P Kelompok 61 UMSIDA mengajak masyarakat untuk tidak langsung membuang minyak jelantah setelah digunakan, tetapi melihat peluang lain dari limbah tersebut melalui proses pengolahan yang kreatif.
Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang cukup sering dihasilkan dari aktivitas memasak. Dalam praktiknya, minyak yang sudah digunakan berulang kali kerap dibuang begitu saja ke saluran air atau lingkungan sekitar. Kebiasaan tersebut menjadi perhatian karena pengelolaan limbah rumah tangga yang kurang tepat dapat berdampak terhadap lingkungan.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi
Dalam workshop tersebut, mahasiswa KKN-P Kelompok 61 UMSIDA memberikan edukasi mengenai pengertian minyak jelantah, alasan minyak goreng tidak dianjurkan digunakan secara berulang, serta pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.
Setelah penyampaian materi, peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori. Ibu-ibu PKK Desa Kerep juga diajak melihat secara langsung proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Pemanfaatan limbah minyak jelantah tersebut menjadi salah satu alternatif sederhana untuk memberikan nilai guna baru pada bahan yang sebelumnya dianggap sudah tidak terpakai. Lilin aromaterapi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan sekaligus menjadi produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Kegiatan ini juga memperkenalkan konsep daur ulang minyak jelantah dalam bentuk yang mudah dipahami masyarakat. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, limbah rumah tangga tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi produk sederhana yang mempunyai manfaat.
Ibu-Ibu PKK Desa Kerep Antusias Ikuti Workshop
Antusiasme peserta sangat terlihat selama kegiatan workshop Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi . Ibu-ibu PKK tidak hanya menyimak materi yang disampaikan mahasiswa KKN, tetapi juga aktif mengikuti proses pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Peserta juga berdiskusi mengenai kemungkinan menerapkan keterampilan tersebut secara mandiri di rumah. Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru dalam melihat minyak jelantah dari sudut pandang yang berbeda.
Salah satu anggota PKK, Susiati, mengatakan workshop tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan minyak jelantah.
“Alhamdulillah dari workshop yang disampaikan tadi kita dapat menambah pengalaman terkait minyak jelantah yang ternyata bisa menjadi produk yang memiliki nilai guna yang bisa kita buat sendiri di rumah,” ujar Susiati.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa bahan yang sebelumnya dianggap tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan apabila diolah dengan cara yang tepat.

Hal serupa disampaikan Sutini, salah satu anggota PKK Desa Kerep. Ia menilai kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UMSIDA memberikan manfaat tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UMSIDA sangat bermanfaat sehingga kami dapat menjaga lingkungan dan kami bisa memanfaatkan bahan yang sudah tidak bisa digunakan menjadi sebuah produk yang bagus dan mudah untuk kami buat di rumah,” ungkap Sutini.
Minyak Jelantah Berpotensi Menjadi Peluang Usaha
Selain menjadi upaya pemanfaatan limbah rumah tangga, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga dinilai memiliki potensi ekonomi.
Ketua PKK Desa Kerep, Desi, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai workshop semata. Menurutnya, produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak jelantah dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga mempunyai peluang untuk dipasarkan.
“Dari pengelolaan limbah minyak jelantah ini Mbak, ternyata bisa dibuat menjadi sebuah produk yang bermanfaat, sehingga bisa dipasarkan dan membuka peluang usaha bagi warga Desa Kerep,” tutur Desi.
Potensi tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari kegiatan pengolahan minyak jelantah. Selain membantu mengurangi limbah, masyarakat dapat mempelajari keterampilan baru yang berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Lilin aromaterapi dari minyak jelantah juga dapat menjadi salah satu contoh produk kreatif yang dibuat dari bahan yang mudah ditemukan di lingkungan rumah tangga. Jika dikembangkan secara konsisten, keterampilan tersebut berpotensi menjadi bagian dari kegiatan ekonomi kreatif masyarakat desa.
KKN UMSIDA Dorong Pengelolaan Limbah yang Kreatif
Workshop yang digelar mahasiswa KKN-P Kelompok 61 UMSIDA tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.
Pengolahan minyak jelantah menjadi produk baru menjadi salah satu cara untuk mengenalkan prinsip pemanfaatan kembali limbah kepada masyarakat. Kegiatan seperti ini juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memperlakukan limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Bagi ibu-ibu PKK Desa Kerep, keterampilan membuat lilin aromaterapi dapat menjadi pengetahuan tambahan yang bisa diterapkan secara mandiri. Tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, produk tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk rumahan yang mempunyai nilai jual.

Kegiatan mahasiswa KKN tersebut menunjukkan bahwa edukasi kepada masyarakat dapat dikemas secara praktis dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari. Persoalan limbah yang selama ini dianggap sederhana dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kreativitas, kepedulian lingkungan, hingga peluang usaha.
Melalui workshop ini, mahasiswa KKN-P Kelompok 61 UMSIDA tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengolahan minyak jelantah, tetapi juga mengajak masyarakat Desa Kerep melihat potensi di balik limbah rumah tangga.
Diharapkan, pengetahuan mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dapat terus diterapkan oleh ibu-ibu PKK dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang munculnya produk kreatif dan kegiatan ekonomi baru di tengah masyarakat.












