Bondowoso, ZonaJatim – Mahasiswa KKN 198 UINSA berhasil menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui penyusunan Peta Potensi Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Program kerja tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga telah memperoleh pengesahan dari pemerintah desa sebagai referensi resmi dalam mendukung perencanaan dan pembangunan desa secara berkelanjutan.
Penyusunan peta potensi ini menjadi salah satu program unggulan yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 198 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Melalui pemetaan tersebut, berbagai aset strategis desa berhasil didokumentasikan secara sistematis sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh Pemerintah Desa Trotosari.
Program ini lahir dari kebutuhan desa akan data visual yang selama ini belum tersedia secara lengkap. Sebelumnya, informasi mengenai aset desa masih tersebar dalam berbagai bentuk sehingga menyulitkan proses identifikasi maupun penyusunan program pembangunan. Kehadiran peta potensi menjadi solusi untuk menghadirkan informasi yang lebih terstruktur, mudah dipahami, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Mahasiswa KKN 198 UINSA Petakan Berbagai Potensi Strategis Desa
Dalam proses penyusunannya, Mahasiswa KKN 198 UINSA melakukan observasi lapangan secara langsung dengan berkoordinasi bersama perangkat Desa Trotosari. Seluruh lokasi didatangi satu per satu guna memastikan data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Koordinator Desa KKN 198, Rengga, menjelaskan bahwa kegiatan pemetaan dilakukan melalui tahapan riset, pengumpulan data, verifikasi, hingga pendokumentasian seluruh aset strategis desa.

Hasil pemetaan menunjukkan sedikitnya terdapat sepuluh titik penting yang menjadi potensi utama Desa Trotosari. Lokasi tersebut meliputi masjid, SD Trotosari, TK Trotosari, Madrasah Diniyah, TPQ, pondok pesantren, Posyandu, lapangan voli, UMKM pengolahan singkong, hingga lokasi budidaya lele.
Keberadaan berbagai fasilitas tersebut menggambarkan bahwa Desa Trotosari memiliki potensi yang cukup lengkap di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, keagamaan, kesehatan, olahraga, ekonomi masyarakat, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Selain menjadi inventarisasi aset desa, pemetaan ini juga memberikan gambaran visual mengenai persebaran fasilitas umum sehingga pemerintah desa dapat lebih mudah menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Seluruh proses penyusunan dilakukan secara kolaboratif oleh 17 mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN 198 UINSA. Mereka membagi tugas mulai dari survei lapangan, pencatatan koordinat lokasi, pengolahan data, penyusunan desain peta, hingga pembuatan papan penyangga untuk pemasangan banner peta potensi desa.
Pekerjaan tersebut membutuhkan koordinasi yang baik, ketelitian tinggi, serta kerja sama antarmahasiswa agar data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa juga memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bapak Soffin yang aktif mendampingi kegiatan mahasiswa selama berada di Desa Trotosari. Bantuan yang diberikan, khususnya dalam proses pembuatan papan penyangga banner peta potensi, turut mendukung penyelesaian program secara optimal.
Setelah seluruh tahapan selesai, Peta Potensi Desa Trotosari memperoleh pengesahan dari Kepala Desa Trotosari, Bramono Eko Putra. Dengan adanya pengesahan tersebut, dokumen hasil pemetaan kini resmi menjadi salah satu referensi yang dapat digunakan pemerintah desa dalam menyusun kebijakan, merancang program pembangunan, hingga mengoptimalkan pengelolaan aset desa.
Peta tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah desa dalam menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Informasi mengenai persebaran fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, tempat ibadah, pelaku UMKM, hingga kawasan budidaya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan program yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Keberadaan Peta Potensi Desa Trotosari juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan KKN UINSA ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa.
Tim Mahasiswa KKN 198 UINSA berharap hasil pemetaan tersebut tetap digunakan meskipun masa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata telah berakhir. Dengan data yang telah tersusun secara komprehensif, pemerintah desa memiliki dasar informasi yang lebih kuat untuk mengembangkan berbagai potensi lokal, memperkuat sektor UMKM Desa Trotosari, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan pembangunan desa yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan di masa mendatang.
Melalui program ini, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan produk yang memiliki nilai guna tinggi bagi pembangunan wilayah. Kehadiran peta potensi menjadi bukti bahwa inovasi sederhana berbasis data mampu memberikan dampak positif dalam mendukung tata kelola desa yang semakin modern dan berbasis informasi.










