Malang, ZonaJatim – Kreativitas anak Desa Arjosari terus dikembangkan melalui program Belajar dan Berkarya yang digelar mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) dalam kegiatan UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026. Program edukatif ini menghadirkan aktivitas meronce gelang dan membuat origami sebagai media pembelajaran kreatif yang mampu melatih keterampilan, motorik halus, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.
Program yang dilaksanakan sepanjang Juli 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan menghadirkan ruang belajar nonformal yang menyenangkan. Tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan berpikir melalui aktivitas yang sederhana namun penuh manfaat.
Kreativitas Anak Desa Arjosari Diasah Melalui Kegiatan Meronce dan Origami
Program Belajar dan Berkarya dibagi menjadi dua rangkaian kegiatan utama. Kegiatan pertama dilaksanakan di TPQ Darul Qur’an dengan mengajak anak-anak belajar meronce gelang menggunakan manik-manik berwarna.
Sejak kegiatan dimulai, suasana tampak hidup dan penuh semangat. Mahasiswa UM BBM mendampingi setiap peserta mulai dari memilih warna manik-manik, menyusun pola, hingga merangkainya menjadi gelang yang menarik. Anak-anak terlihat antusias menuangkan ide dan imajinasi mereka melalui kombinasi warna yang berbeda-beda.

Selain menghasilkan gelang yang dapat dibawa pulang sebagai hasil karya pribadi, aktivitas meronce juga memiliki manfaat edukatif. Kegiatan ini membantu melatih koordinasi motorik halus, meningkatkan ketelitian, mengasah kesabaran, serta mengenalkan anak pada konsep pola dan warna sejak usia dini.
Mahasiswa UM BBM memberikan pendampingan secara langsung agar setiap peserta dapat mengikuti proses meronce dengan baik. Pendekatan yang santai membuat anak-anak lebih percaya diri untuk mencoba berbagai variasi pola sesuai kreativitas masing-masing.
Kegiatan kedua dilaksanakan di Posko Putri UM BBM melalui pelatihan membuat berbagai bentuk origami. Dalam sesi ini, mahasiswa memberikan contoh langkah demi langkah melipat kertas menjadi berbagai bentuk sederhana seperti bunga, pesawat, hewan, hingga kreasi lainnya.
Suasana belajar berlangsung interaktif karena anak-anak tidak hanya mengikuti arahan, tetapi juga saling menunjukkan hasil karya mereka kepada teman-temannya. Interaksi tersebut menciptakan lingkungan belajar yang positif sekaligus meningkatkan keberanian anak untuk mengekspresikan ide-ide kreatif.
Melalui aktivitas origami, peserta juga belajar mengenai ketelitian, koordinasi tangan, kemampuan mengikuti instruksi, serta melatih konsentrasi. Berbagai manfaat tersebut menjadikan origami sebagai salah satu media pembelajaran kreatif yang efektif bagi perkembangan anak.
Ruang Belajar Nonformal yang Menyenangkan Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Desa Arjosari
Program Belajar dan Berkarya dilatarbelakangi oleh pentingnya menghadirkan ruang belajar nonformal yang mampu mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, kegiatan ini juga difokuskan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan karakter anak melalui metode belajar yang menyenangkan.
Mahasiswa KKN UM memadukan unsur edukasi dengan permainan sehingga anak-anak dapat belajar tanpa merasa terbebani. Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung.
Konsep belajar sambil bermain juga memberikan pengalaman baru bagi anak-anak Desa Arjosari. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai hasil karya teman, serta membangun rasa percaya diri ketika berhasil menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan.
Program ini menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana seperti meronce dan origami dapat memberikan dampak positif apabila dikemas secara menarik dan disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak.
Mahasiswa KKN UM Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
Melalui program ini, mahasiswa UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) 2026 menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan nonformal di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai pendamping yang memberikan motivasi kepada anak-anak untuk terus belajar dan berkarya.
Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan masyarakat Desa Arjosari. Kolaborasi yang terjalin selama pelaksanaan program menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata karena anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari aktivitas sehari-hari. Sementara bagi mahasiswa, program ini menjadi sarana mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial melalui pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan mengasah kreativitas, keterampilan, dan kemampuan berpikir sejak usia dini.
Program Belajar dan Berkarya menjadi salah satu contoh nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan dampak positif. Melalui kegiatan meronce dan origami, kreativitas anak Desa Arjosari tidak hanya berkembang, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang lebih mandiri, percaya diri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.












